Ling Ling

Ling Ling
Bab 63



"Baiklah... Kalau kalian tidak bisa! Aku mengerti!" ucap Ling Ling kepada ke duanya. "Aku tahu kalian juga pasti bertanya- tanya? Kenapa aku bisa dengan mudah memaafkan semua kesalahan Ling In Chuan?"


Ling Chi dan Ling Yun memandang lurus majikan cantiknya itu dengan menganggukkan kepalanya secara bersamaan.


Ling Ling tersenyum lembut sebelum berucap. "Alasannya ada satu kita membutuhkan Ling In Chuan. Dia akan mengabarkan ke datangan Diriku kepada Keluarga Ling Pusat! Ling In Chuan juga adalah saksi, yang akan aku pakai. Kalau Nyonya keluarga Ling pusat berusaha ingin membunuhkum."


Ling Ling kembali meneruskan kata - katanya kepada ke Ling Chi dan Ling Yun. "Jujur saja aku pun belum bisa memaafkan Ling In Chuan. Karena perbuatan dan tindakannya yang mencelakai dan berusaha membunuh diriku. Tapi apa boleh buat, karena keadaanlah yang mengharuskan aku memberinya kesempatan!"


" Tapi... Nona Ling! Bagaimana kalau Ling In Chuan setelah sembuh. Dia kembali berusaha mencelakai dan membunuh Nona secara diam - diam?" Ling Chi bertanya menyerukan ke kwatiran yang di rasakannya kepada Ling Ling.


" Itukah yang aku kwatirkan Nona! Ling In Chuan berpura - pura baik di hadapan kita. Dan begitu kita lengah, dia akan menikam kita dari belakang! Itulah yang aku takutkan!" ucap Ling Yun menyuarakan pendapatnya kepada majian cantiknya itu.


Ling Ling tahu kedua gadis cantik yang menjadi pelayannya ini begitu perduli akan keamanan dan keselamatan dirinya. Ling Ling bisa melihat ketulusan dan juga kesetiaan dari Ling Chi mau pun Ling Yun.


"Ohh... Kalau itu yang di lakukannya, pada saat itulah aku akan langsung membunuhnya! Tapi aku rasa, Nyonya keluarga pusat tidak akan mudah memaafkan dia, bila Ling In Chuan justruh melawan dan menjatuhkannya telak !" ucap Ling Ling tersenyum semrik.


Ling Chi dan Ling Yun matanya berbinar setelah mendengar apa kata Ling Ling. Mereka berdua memahami akan maksud dan tujuan dari Nona Mudanya.


Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Bukan hanya Nyonya kepala pusat yang akan kena masalah tapi Ling In Chuan pun tidak akan lepas juga dari masalah baru yang telah di timbulkannya.


*********


Hutan Shan Chani


" Hem...! Jalan saja! Fokus dengan apa yang ada di depanmu?" Saut Ling Ba Tin dari dalam kereta kuda.


"Baik Tuan!" ucap Kusir kereta kemudian diam dan belih fokus mengendalikan lajuh kereta kuda secara stabil menembus jalanan yang sepi.


Baru seperempat jalan melewati kawasan Hutan Shan Chani tiba - tiba kereta kuda yang di tumpangi Ling Ba Tin, di berhentikan secara mendadak oleh sih Kusir.


Kereta kuda telah di hadang oleh para bandit yang muncul tiba - tiba melompat dari atas pohon mendarat tepat di sekitar kereta. Bahkan ada seorang bandit yang mendarat di tanah kemudian langsung melompat ke sisi kusir dan menodongkan pedang di lehernya.


Badan sih kusir kereta, gemetaran dan ketakutan keringan dingin banjir membasuh tubuhnya.


"Jang....Jang... Jangan bunuh sa...saya! Am... Am... Ampunilah sa ..saya!" Suara terbata-bata dari sih Kusir kuda.


"Haha ...Haha ... Haha....!" sorak kebahagiaan kawanan bandit bisa mendapatkan mangsa.


"Akhirnya... ! Kita mendapat buruan juga! Rezeki nomplok!" Ucap salah seorang bandit dengan tubuh tinggi besar.


"Ayo.. Rampas langsung saja hartanya! Keberuntungan bersama kita, tidak ada pengawal yang melindungi kereta kuda ini!"


Ling Ba Tin yang semula berada dalam kereta duduk dengan tenang, tersentak kaget saat kereta berhenti mendadak. Ling Ba Tin menyimbak tirai kereta saat mendengar suara ketakutan dari Sih kusir.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...