Ling Ling

Ling Ling
Bab 148



Segera saja laki- laki tinggi tegap itu menggenggam pedangnya dengan erat, kemudian dia lari zig zag mendekati Ling Chi dan menyerang dengan sangat brutal gadis cantik itu. Keinginannya untuk segera bisa mengalahkan dan menaklukkan Ling Chi membuatnya tidak perduli apa pun.


WHUUUS WHUUUS


Begitu serangan Chan Bing datang Ling Chi sudah siap menghadangnya. Gadis cantik itu langsung saja mengerahkan Auranya pada bila pedangnya. Dia pun segera mengayunkan pedangnya pada Chan Bing yang mendekat.


TANG TING TANG


Bunyi kedua senjata yang beradu, dan mampu memercikkan api. Menunjukkan benturan kedua benda senjata itu dengan tingkatan energi yang cukup tinggi. Ling Chi sangat hati- hati dalam menghadapi lawan yang sudah cukup berpengalaman dalam pertarungan hidup dan mati.


Ling Chi tidak boleh gegabah menanganinya, walau lawan menyerang dengan membabi buta. karena salah perhitungan sedikit saja, nyawanya lah yang akan melayang.


Sabetan pedang Chan Bing mengarah ke bagian perut, Ling Chi menarik badannya kebelakang, kemudian mengayunkan pedang secara vertikal menghadang tebasan pedang.


WHUUS TANG WHUUS


Benturan pun kembali terjadi. Serangan susulan pun langsung di lancarkan oleh Ling Chi. Sedangkan Chan Bing yang sudah terbakar amarah, Aura di tubuhnya langsung di ledakan dan tekanan yang menakutkan pun menyebar. Dia mengayunkan pedang yang ada di tangan kanannya dengan kuat


WHUUUS CRAAAS AAHHH...


Serangan dari Chan Bing mengenai pergelangan tangan Ling Chi yang memegang pedang sehingga tubuhnya pun langsung miring. Ling Chi hampir saja terjerembab dan jatuh ke lantai Pavilium, tetapi dia berusaha menstabilkan dirinya.


Gadis cantik itu sempat berteriak kesakitan saat pedang Chan Bing menggores sangat dalam pergelengan tangannya. Untung pegangannya pada pedang masih mampu di pertahankan.


Belum sempat Ling Chi bernapas lega, Lelaki tinggi tegap itu sudah mendekatinya lagi dengan gerakan yang sangat cepat, kemudian Chan Bing mengayunkan pedangnya menebas perut gadis cantik itu.


WHUUS CRAAAS AAHHH...


Ling Chi tidak sempat lagi menghindar, sehingga perutnya robek panjang dan dalam. Gadis cantik itu mendengus kesakitan, lalu jatuh ke lantai Paviliun Homeling dan langsung kehilangan kemampuan untuk bertarung. Pedang yang semula dipegang kini jatuh tergeletak di sisinya. kedua tangan gadis itu memegang perutnya.


Darah segar mewarnai hanfu yang dikenakannya. Perbedaan antara kedua belah pihak terlalu jauh dan dia sama sekali bukanlah lawan anggota Bandit Tengkorak Hitam.


"Haha... Kau bukanlah lawanku! Kau bukanlah tandinganku! Kau harus berlatih lagi bila ingin menakhlukkan diriku ini!" ucap Chan Bing dengan sombongnya.


Chan Bing tidak lanjut menyerangnya lagi. Sebaliknya, dia menempatkan pandangannya pada sekujur tubuh Ling Chi yang masih tergeletak di lantai itu. Kulit putih mulus, tubuh yang sintal dan wajah yang cantik.


" Hehe... Barang bagus! Kau itu memang lebih pantas bila menjerit. Bukan menjerit kesakitan tapi menjerit kenimatan. Hehe... menjerit nikmat bila gua kenikmatanmu itu di masuki oleh pedang perkasaku ini!" Ucap Chan Bing sambil tangannya menyentuh bagian bawah pusarnya, lelaki tinggi tegap itu sedang mengelus kejantanannya.


" Ck, Menjijikkan! Dasar Bajingan...! Jangan harap kau bisa! Itu tak akan perna bakal terjadi!" ucap Ling Chi agak was -was.


DEG DEG


"Kamu ...! Lepaskan! Aku tidak sudi! Lebih baik aku mati dari pada kamu sentuh!" Raung Ling Chi yang mulai ketakutan dan merontah saat tubuhnya di tarik.


"Menurutlah! Jangan melawan! Aku hanya mengajakmu enak- enak! Percayalah!"


Melihat sahabat baiknya terluka dan mau di bawa masuk ke dalam sebuah kamar membuat konsentrasi dari Ling Yun teralihkan.


" Ling Chi...Ba - jingaaan! Lepaskan diaaaa!" Teriak Ling Yun mengkuatirkan keadaan sahabat baiknya itu. Dia ingin melompat dan menolong Ling Chi tapi pergerakkannya di hadang oleh musuhnya.


WHUUUS DUUUK HOEEEK


Sebuah pukulan tinju mendarat tepat di perut Ling Yun. Gadis cantik itu lengah karena mengkuatirkan keadaan Ling Chi. Begitu kerasnya pukulan itu sampai membuat Ling Yun muntah.


Tepat pada saat itu, sekelebat bayangan langsung menerjang Chan Bing. Serangan dadakan itu tidak dapat diantisipasi oleh Chan Bing. Sehingga lelaki tinggi tegap itu melayang sejauh 3 meter menabrak tiang Paviliun Homeling.


BRAAAAK AAHHH...


Teriakan kesakitan Chan Bing ketika tubuhnya menghantam tiang. Dengan gerakan cepat dia melompat bangkit kemudian badannya berbalik melihat siapa orang yang telah menyerangnya.


Bangsaaaat! Siapa kau? Beraninya kau ikut campur urusanku! Kau telah mengganggu kesenanganku! Hukuman yang pantas bagimu adalah nyawamu!" umpat Chan Bing kepada pemuda tampan yang ada di hadapannya.


Apa yang di ucapkan Chan Bing sama sekali tidak di perdulikan oleh Yuan Jing. Pemuda tampan itu langsung melompat dan menerjangnya.


WHUUUS BRAAAK


Tendangan dari Yuan Jing bertabrakan dengan tendangan secepat kilat kaki kanan Chan Bing. Benturan itu membuat kebas kaki kanan Chan Bing seolah menabrak besi.


Sementara Yuan Jing menggunakan kesempatan bertabrakan sebagai tumpuhan, dia melompat bersalto sekali putaran dan hinggap di belakang punggung Chan Bing. Yuan Jing langsung menyerang menggunakan dua jari tangannya, segera menusuk punggung Chan Bing.


WHUUS JLEEP KRAAK


Chan Bing tidak bisa menghindari serangan dari belakang yang teramat cepat itu. Kedua jari tangan Yuan Jing menekan dan menusuk dengan kuat tulang leher Lelaki itu hingga sampai terdengar bunyi retakan.


KRAAAK AAHHH...


Secepat kilat kedua jari Yuan Jing itu pindah dari tulang leher turun ke bawah ke tulang punggung. dan sekali lagi Yuan Jing mengulang kembali perbuatannya, dia menekan dan menusuk tulang punggung itu sampai terdengar bunyi tulang telah patah.