
Bunyi ledakan yang sangat dahsyat ketika kedua kekuatan itu bertemu. Bola api besar ketika bertabrakan dengan telapak api menyala Tang Talun tidak sepenuhnya meledak, hanya sebagian saja yang terkikis.
Mungkin itu juga disebabkan karena jarak Tang Talun yang teramat sangat dekat dengan bola api besar yang berkepatan tinggi, sehingga pusat bola api tidak terkena sampai terkena dampak serangan darinya.
"Siaaaal.... benar- benar siaaal! Ternyata teknikku Gelap Nampar tidak mampu untuk menghadang dan menghancurkan serangannya! Ohh... mungkinkah ini akan menjadi akhir hidupku!" ucap Tang Talun yang putus asa.
WHUUUUUUUUS
Dan bola api yang tersisa itu kemudian bergerak berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi terus saja melesat maju menerjang kedua tangan Tang Talun.
BLAAAAAR
Tangan Tang Talun tidak mampu lagi menahan kekuatan dari bola api yang melaju, akibatnya kedua tangannya akhirnya meledak hancur.
AAAUUUHHHH
Teriakan kesakitan lelaki itu ketika kedua tangannya telah musnah, dan teriakan itu menggema di Paviliun Homeling. Teriakan yang keluar dari mulut Tang Talun malah terdengar seperti nyanyian kemenangan bagi Ling Ling.
WHUUUUUUUUS
Dan bola api itu terus aja melaju kedepan setelah menghancurkan kedua tangan Tang Talun, dan dalam sekejap mata, bola api itu menerjang tubuh lelaki tinggi besar dengan telak.
DUUAAAR
AAAUUHHH
Terjadi kembali ledakan yang lebih besar saat bola api itu menabrak tubuh Tang Talun. Begitu juga dengan jerit kesakitan lelaki tinggi besar itu sebelum tubuhnya hancur menjadi beberapa potongan.
Ucap Ling Ling dengan tersenyum sambil menepuk-nepuk tangannya silih berganti seolah-olah membersihkan tangannya dari debu yang menempel.
*********
Paviliun Krisan Ling
Seperti biasanya, tiap hari Ling Ba Tin pasti datang ke kamar Ling in Wurong. Tapi kali ini Ling In Ba Tin datang dengan ekspresi wajah yang penuh dengan kegembiraan, terpancar jelas kebahagiaan di raut wajah tuanya.
"Emm... Kelihatannya kau lagi senang! Apakah ada sesuatu yang membuatmu bahagia? Berbagilah kebahagiaanmu itu denganku juga?" ucap Ling In Wurong.
" Haha... Tuan benar, hari ini saya gembira sekali! Apa yang menjadi keinginan dan impianku sebentar lagi akan terkabul! Hehe..."
Ling Ba Tin tertawa senang bersamaan dengan pintu kamar Ling In Wurong terbuka. Dan beberapa orang yang tidak dikenal tiba -tiba saja berani menerobos masuk kamar Ling In Wurong.
Hal itu tentu saja membuat kaget dan terkejut Ling In Ba Tin beserta Ling In Wurong. Apa lagi tidak satu pun dari mereka yang di kenal. Mereka juga tidak memakai pakaian dengan logo kediaman Ling, yang biasanya di pakai oleh para penjaga atau pun pelayan kediaman keluarga Ling.
" Lancaaaang! Siapa Kalian? Beraninya masuk kamar ini! Apakah kalian tidak tahu, Bahwa kamar ini, tidak di perkenankan sembarangan orang bisa masuk?" sarkas Ling Ba Tin dengan mata melotot.
Orang- orang yang masuk itu, sama sekali tidak memperdulikan apa yang diucapkan oleh Ling Ba Tin. Mereka itu malah tertawa mendengarnya.
HAHA HAHA HAHA
"Ck, Siapa yang peduli! KAMI.... !" ucap lelaki hanfu ungu. "Haha... Aturan itu tidak berlaku bagi kami! Dan kami bebas ke mana saja!"
Ucapan itu diangguki oleh teman- teman dari laki-laki berhanfu ungu itu. Karena mereka semua setuju dan membenarkan ucapannya. Karena bagi kelompok Bandit Tengkorak Hitam, dua orang yang ada di hadapannya ini tidak lebih adalah mangsa.