
Hu Liwan yang pergi langsung di ekori oleh Hu Bing, pemuda itu ingin melihat dengan kedua belah matanya menyaksikan teman baiknya menghajar kalau bisa langsung menghabisi musuhnya itu.
Semua itu untuk bisa membalas dendam kepada Yuan Jing karena telah berani mematahkan tangannya. Walau sekarang tidak merasakan sakit lagi, tetapi tangannya masih belum sembuh.
Dan kalau nanti Hu Liwan perlu bantuan dia akan senang hati membantu, tapi itu rasanya tidak mungkin dengan kekuatan yang di miliki sahabatnya itu pastinya kemenangan mutlak menjadi miliknya.
Sedangkan Ling Ling, Ling Yun, Ling Chi dan Ling Yan memanfaatkan kesempatan itu untuk segera menyantap dan menikmati hidangan yang ada di atas meja. Mereka harus menghilangkan rasa lapar yang dialami.
Mereka berempat tidak ada keinginan untuk melihat, juga tidak peduli dengan hasil pertarungan yang di lakukan oleh Yuan Jing, karena mereka tahu pasti kalau Yuan Jing bakal menang dan mencundangi lawannya itu.
Sedangkan Yuan Jing, Hu Liwan dan Hu Bing saat ini sudah ada di plataran rumah makan Pasti Puas. Yuan Jing kini berhadapan dengan Hu Liwan. Keduanya telah siap untuk memulai bertandingannya.
Bahkan orang - orang yang yang telah selesai makan tidak langsung pulang, mereka malah bergerombol di pinggir membuat lingkaran yang mengelilingi Yuan Jing dan Hu Liwan.
Hu Bing sendiri, berdiri diantara para penonton yang mau menyaksikan pertarungan itu. Dan yang mau melihat perkelahian itu semakin banyak saja, karena mampu menarik dan membuat penasaran orang yang lalu lalang di sekitar rumah makan Pasti Puas.
"Majulah! Gunakan semua kemampuan dan kekuatan yang kau miliki untuk menghadapiku!" Song'ong Hu Liwan sambil menepuk- nepuk dadanya.
"Hemm.... Baiklah! Bila itu mau kamu! Akan aku turuti! Jangan menyesal!"
Yuan Jing merenggangkan kedua kakinya dan menggerakkan tangannya membuat kuda- kuda. Siap memulai serangan pertamanya.
WHUUUUUUS
*******
Dalam Rumah Makan Pasti Puas
" Habisiiin...! Santap semua hidangan ini tanpa ada sisa. Yuan Jing aku bungkuskan saja biar nanti dia makan saat di kereta!"
Ling Ling yang melihat kedua pelayan pribadinya dan kusir kereta kuda yang begitu lahap benar menyantap menu hidangan andalan rumah makan Pasti Puas, memerintahkan mereka untuk menghabiskannya, tanpa harus menunggu dan menyisahkan makanan itu untuk pelayan setia dari Yuan Long.
" Baik Nona, Ling....!" Jawab Ling Yun dan Ling Yan serentak spontan bersamaan.
"Waaah bakal kenyang nich! Hehe.... Cacing yang ada di perutku pada pesta ini, makan besaaaar." Kata Ling Chi melihat banyaknya masakan di atas meja sambil mengelus- elus perut ratanya.
Ling Ling melirik dan tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat reaksi mereka. Gadis cantik itu tak kalah lahapnya dengan anak buahnya memakan ikan bakar pedas, dengan sekali kali minum teh hijau.
*******
PLataran Rumah Makan
BRUUUUUUUK
Pemuda itu tidak bisa menghindar tepat waktu, sehingga sebuah pukulan tangan kanan yang di liputi Aura dengan telak bersarang pada perut Hu Liwan.
AAUUUHHH... HOEEEEK
Jeritan kesakitan lolos begitu saja dari bibir tebal Hu Liwan. Tubuh pemuda itu terhempas tiga meter ke belakang karena kerasnya pukulan yang di terimanya. Ia pun memuntahkan seteguk darah segar. Dengan jari jempolnya, dia menghapus sisa darah yang ada di bibirnya.
" Saudara Hu Liwaaaan! Bagaimana keadaan?Kau tidak apa - apakan?" Teriak Hu Bing kwatir dengan sahabat baiknya itu di antara kerumunan penonton.
Hu Liwan tidak menjawab apa yang di tanyakan oleh Hu Bing, pemuda itu menatap ganas pada Yuan Jing yang tersenyum meremehkan.
"Jangan senang dulu berhasil memukul diriku, aku tadi lengah! Tapi..., jangan harap itu bisa terulang kembali!" Ucap Hu Liwan penuh dengan keyakinan.
" Ohhh.... Benarkah! Ck, cuman lengah! Haha... Itu bakal terus terulang! Aku tetap bisa menghajarmu! Dan itu akan aku buktikan, SEKARANG!"
WHUUUS DUUUK
Yuan Jing langsung bergerak dengan kecepatan tinggi, dia tiba- tiba pindah ada di sebelah kanan Hu Liwan. Tangan kanannya terkepal segera memukul perut lawannya. Serangan dadakan dari Yuan Jing tidak bisa di hindari sehingga Hu Liwan mendapatkan pukulan untuk kedua kalinya.
PLAAK BUUUUK
Begitu pukulan mengenai sasaran, Yuan Jing langsung menarik tangan kanannya dan berganti dengan tangan kirinya langsung menampar pipi kiri Hu Liwan. Belum sempat Hu Liwan tersadar dari rasa terkejutnya, kembali sebuah pukulan dari Yuan Jing bersarang untuk ke tiga kalinya menyentuh perutnya.
WHUUUUS BRAAAAK
Begitu Kuatnya pukulan tinju yang di dapatkan oleh pemuda itu, membuat tubuh Hu Liwan terhuyung ke depan agak membungkuk. Tepat bersamaan dengan Yuan Jing mengangkat kaki kanannya memutar tubuhnya kesamping langsung menendang badan Hu Liwan.
Tendangan itu berhasil, dan membuat tubuh Hu Liwan seketika itu juga terhempas jatuh ke tanah. Yuan Jing tersenyum semrik melihat lawannya terkapar. Serangan yang di bangunnya tadi tidak bisa di antisipasi sama sekali oleh lawannya. Jelas menunjukkan kalau Yuan Jing ada di atas Hu Liwan.
AAAAAAHHH
Teriakan luapan emosi amarah Hu Liwan terdengar di seluruh area rumah makan Pasti Puas begitu ia tersadar dari rasa shocknya. Hu Liwan bangkit dari posisi terkaparnya, ia melompat dengan segenap tenaganya. Di hapusnya darah yang mengalir dari sudut bibirnya. Matanya nyalang penuh dendam kepada Yuan Jing.
" Bedebah! Bajingan! Brengseek.... Aku bunuh kauuuu!"
Hu Liwan mengumpat pemuda tampan yang ada di hadapannya itu. Ia jelas tidak terima dirinya di permalukan seperti ini di hadapan banyak orang. Harga dirinya telah di injak -injak oleh lawannya.
Niat membunuh meluap merembes keluar dari tubuhnya, membuat situasi jadi mencekam. Para penonton yang bukan seorang kultivator langsung merasakan dadanya sesak.
WHUUUUUUS
Hu Liwan langsung menerjang Yuan Jing dengan kekuatan penuh. Aura hijau tampak jelas membungkus sekujur tubuhnya. Secepat kilat Hu Liwan mengarahkan serangan kedua tangannya pada tubuh Yuan Jing.
TAAAP-----------
Dengan gerakan tak kalah gesit dengan lawannya Yuan Jing menghindar melompat ke belakang 1 meter dari tempatnya semula. Saat melompat Ia menggerakkan tangannya ke atas, satu lambaian tangannya mampu untuk menghilangkan niat membunuh yang berasal dari Hu Liwan. Para penonton yang semula merasakan dadanya sesak kini bisa tenang.
Sedangkan Hu Liwan yang melihat serangannya dapat di hindari dengan mudah langsung saja mengejar dan memburu. Dia kembali lagi menyerang Yuan Jing.
WHUUUUUS BRAAAAK
HAAAP-------
Serangan yang di lancarkan Hu Liwan lansung di hadang oleh Yuan Jing. Sehingga terjadi benturan yang sangat keras akibat dari dua kekuatan Aura bertemu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...