
Setelah Ling Ling mendapatkan hanfu warna cerah yang sangat diinginkannya. Ling Ling lantas melirik pada Ling Chi. Pelayan cantiknya ini belum mendapatkan hanfu yang di inginkannya.
"Bagaimana Ling Chi sudah dapat hanfu yang menarik minatmu? Dengan sebegitu banyaknya model hanfu masa tidak ada satu pun yang membuatmu tertarik?" tanya Ling Ling.
Ling Chi langsung menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Ling Ling. " Sudah Nona Ling. Hanfu yang ada di lantai satu yang di pajang di sana! Modelnya aku suka. Kelihatannya sekarang ini, model seperti itu yang di gandrungi oleh kaum muda. Tadi saat jalan saya lihat banyak yang mengenakan model seperti itu."
Ling Ling mengikuti Ling Chi turun kembali ke lantai dasar toko Fuhan. Untuk mengambil hanfu yang di inginkan oleh Ling Chi. Begitu sampai lantai dasar Ling Chi langsung memintah pada pelayan toko mengambilkan hanfu yang dipajang itu.
"Tolong, ambilkan aku hanfu yang berwarna hijau itu! " ucap Ling Chi sambil tangannya menunjuk hanfu yang di pajang itu.
Ling Ling mengambil kesempatan itu juga berbicara pada pelayan toko, "Ambilkan satu potong lagi hanfu dengan model yang sama tapi beda warna!"
" Baik nona, tunggu sebentar. Akan saya ambilkan!" ucap pelayan toko dengan sigap langsung mengambilkan hanfu yang sangat di inginkan oleh Ling Chi tersebut.
Tidak menunggu lama, pelayan toko telah kini sudah menyerahkan hanfu hijau dan juga hanfu warna kuning itu ke tangan Ling Chi.
" Maaf Nona Ling, hanfu warna kuning ini apakah untuk saudari Ling Yun?" tanya Ling Chi kepada Nona majikannya Ling Ling.
" Yup, itu untuk Ling Yun!" Ling Ling menjawab pertanyaan dari pelayan catiknya itu. Kemudian Ling Ling memalingkan muka menatap pelayan toko, " Berapa harga kedua hanfu itu?"
"Harga kedua hanfu 100 koin emas Nona, karena satu potong hanfu harganya 50 koin emas, dan Anda membeli dua potong hanfu!" jawab pelayan toko ramah dan srnyumnya senantiasa terlihat di wajah cantiknya.
Ling Ling langsung saja mengeluarkan koin emas dari dalam cincin dimensinya. Dan koin emas itu langsung dia serahkan kepada pelayan toko Fuhan.
Ling Chi segera saja menyimpan dua potong hanfu itu kedalam kantong penyimpanannya. Dan tidak lupa dia mengucapkan terima kasih kepada Ling Ling selaku majikannya yang telah memberikannya hanfu baru yang sangat bagus sesuai dengan seleranya.
Ling Chi dan Ling Ling setelah belanja hanfu langsung saja meninggalkan toko Fuhan menuju ke tempat kereta kuda mereka di parkirkan.
Melihat kedatangan majikannya dari jauh, sais kereta kuda kediaman keluarga Ling segera saja menyiapkan kereta kuda, sebelum majikannya Nona Ling Ling menghampiri dirinya.
Begitu kereta kuda sudah siap. Sais kereta segera menghampiri Ling Ling dan Ling Chi yang saat ini sedang berjalan menujuh ke arahnya. Kereta kuda itu berhenti tepat di hadapan Ling Ling.
Ling Ling dan juga Ling Chi langsung naik kereta kuda yang terlihat jelas lambang cap kediaman keluarga Ling.
"Silakan Nona! Sekarang, saya antar Nona Ling kemana lagi? Apakah kita langsung kembali lagi ke kediaman keluarga Ling!" Tanya sais kereta kuda kepada Nona majikannya Ling Ling.
Begitu dapat perintah untuk kembali ke kediaman keluarga Ling. Sais kereta segera mengendalikan kereta kuda membawa Ling Ling dan juga Ling Chi kembali ke kediaman Ling.
Sementara itu Yuan Long yang masih diam -diam mengikuti dan mengawasi Ling Ling dari jarak yang sangat jauh.
"Kembali ya...! Rupanya sudah puas jalan - jalan! Baiklah, kita akan bertemu di kediaman keluarga Ling."
Selesai bergumam tiba-tiba saja Yuan Long menghilang dari tempatnya berdiri. Andai saja keberadaan Yuan Long tadi ada yang melihat dan mengetahui pasti akan terkejut karena langsung lenyap tanpa bekas.
Perjalanan yang ditempuh oleh Ling Ling dengan menggunakan kereta kuda dari pasar menuju ke kediaman keluarga Ling ditempuh selama 1 jam.
Selama dalam perjalanan pulang, Ling Chi membuka tirai cendela kereta. Mengamati pemandangan dari dalam kereta dengan antusias. Sementara Ling Ling menyandarkan tubuhnya sambil memejamkan matanya.
***********
Markas Bandit Tengkorak Hitam
Tang Chuli dan Tang Huli akhirnya sampai kembali ke markas sementara Bandit Tengkorak Hitam selama berada di dalam kota Shan Shan.
Dengan tubuh yang penuh luka dan darah yang masih juga merembes dari luka yang dialami, kedatangannya membuat heboh beberapa anggota dari Bandit Tengkorak Hitam.
" Saudara Tang Huli, Apa yang terjadi dengan kalian? Kenapa kalian kembali dalam keadaan terluka seperti ini? Memangnya Kalian tadi bertemu dengan musuh yang sangat kuat?"
"Ehh... Tunggu sebentar! Bukankah tadi saudara Tang Chuli dan Tang Huli keluar karena tadi mendapatkan surat dari tuan Tang Talun!" ucap lelaki bertubuh gembrot tapi pendek.
"Ohya... kau benar saudara! Itu berarti mereka berdua telah mendapatkan dan menjalankan tugas! Ohh... Tidak! Lawannya pasti sangat tangguh sekali! Karena tidak ada satupun dari kita, yang mampu menerobos pertahanan dari jimat yang dimiliki oleh saudara Tang Chuli."
Tang Chuli dan juga Tang Huli menarik panjang dan kemudian menghembuskannya dengan sangat kasar. Teman-temannya ini tidak segera menolong, tapi malah mengajukan pertanyaan.
Bahkan mereka hanya mengerubungi dan menonton saja penderitaan yang di alami oleh Tang Culi dan Tang Huli.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...