Ling Ling

Ling Ling
Bab 38



Tak lama kemudian Yuan Long muncul dan menghampiri Ling Ling yang kini duduk manis di ruang makan sambil berbincang - bincang dengan Ling Chi.


"Serius banget kalian berbicara?" ucap Yuan Long sambil duduk di hadapan Ling Ling. "Apakah terjadi sesuatu di kediaman Ling ini?"


Ling Ling maupun Ling Chi tidak langsung menjawab, mereka berdua saling pandang. Tak lama kemudian Ling Ling berbicara, " Besok akan ada tamu kehormatan yang datang! Yang kehadiarannya sangat di inginkan dan begitu di harapkan oleh Ling In Wurong."


"Ohh .. Perlu bantuan?" tanya Yuan Long kepada gadis cantik yang ada di hadapannya itu.


"Tidak! Aku masih bisa mengatasinya sendiri! Ini sekalian juga menguji, ketajaman hadiah pedang yang telah kamu berikan!" ucap Ling Ling.


"Hehe... Terserah kamu saja. Yang jelas bila butuh bantuan kamu cukup memanggil namaku!" kata Yuan Long sambil tersenyum.


Yuan Long sebenarnya sangat ingin Ling Ling meminta bantuannya, Setidaknya mengharapkan dirinya untuk ada di sisinya bila ada masalah. Bukannya selalu berusaha menyelesaikan semuanya sendiri.


Tapi Yuan Long tahu kalau Ling Ling adalah gadis yang keras kepala, Keinginannya akan sangat sulit terjadi, yang bisa dirinya lakukan ya bersabar dan bersabar.


**********


Pavilium Dreamling


Hiruh pikuk terjadi dari tadi siang, karena kabar gembira ke pulangan Nona Pertama keluarga cabang Ling kota Shan Shan. Yang tak lain adalah Ling Yuyu.


Gadis yang di harapkan kadatangannya bisa membuat perubahan. Terutama sanggup dan mampu membalaskan sakit hati dari adiknya Ling In Chuan dan ayahnya Ling In Wurong kepada Nona Muda Pertama keluarga Ling pusat. Gadis yang di ungsikan dan di asingkan ke kelurga Ling cabang.


"Tuan Ling In Wurong, kami sudah mengganti semua perabotan yang usang dengan yang baru! Kami juga telah mendekorasi ulang, beberapa ruangan sesuai selerah Nona Ling Yuyu nuansa biru." ucap Ling Ba Tin kepala pelayan keluarga Ling.


"Bagus, kerjamu tak perna mengecewakan diriku. Kamu selalu bisa di andalkan! Tak salah kamu jadi tangan kanan kepercayaanku!" ucap puas Ling In Wurong atas kinerja dari bawahannya itu.


"Terima kasih Tuan, Saya tidak akan perna mengecewakan Anda! Saya akan melakukan yang terbaik!" ucap Ling Ba Tin kepada Ling In Wurong dengan bersungguh- sungguh.


Setelah puas melihat- lihat perubahan yang terjadi di pavilium Dreamling Ling In Wurong bergegas pergi ke pavilium Roseling.


Ling In Wurong tak sabar ingin memberitahukan kabar kepulangan Ling Yuyu pada Ling In Chuan. Dirinya ingin berbagi kebahagian itu dengan putri bungsunya itu.


Tak berapa lama akhirnya Ling In Wurong sampai di Pavilium Roseling. Langsung saja dirinya menuju kamar di mana putri bungsunya itu di rawat.


EHEM EHEM EHEM


Secara refleks Tabib Hang langsung menoleh ke belakang, Dia melihat Ling In Wurong berdiri di dekat ranjang anakanya.


"Tuan Ling In Wurong, maaf, maaf saya tidak menyadari kedatangan Anda!" ucap Tabib Hang basa - basi.


"Tidak apa- apa Tabib Hang! Aku tahu kamu sedang membuatkan obat untuk Ling In Chuan! Bagaimana perkembangan kesehatan Ling In Chuan?"


"Kesembuhannya berjalan lambat, Tuan! Tapi Jelas ada kemajuannya walau sedikit!" ucap Tabib Hang.


"Maaf Tuan Ling In Wurong, aku sengaja tidak cepat dan langsung menyembuhkannya. Kalau Ling In Chuan sembuh aku harus segera pergi dari kediaman Ling. Sedangkan aku , makin ketagihan atas tubuh putrimu. Aku belum puas menikmatinya." Ucap hati Tabib Hang.


Ling In Wurong tidak akan perna tahu bahwa kesembuhan Ling In Chuan memang di sengaja oleh Tabib Hang lambat. Karena tujuan utama dari Tabib Hang adalah kemolekan tubuh Ling In Chuan.


Hebatnya lagi Tabib Hang tidak perna sekali pun meninggalkan bukti menyentuh Ling In Chuan tiap ada kesempatan dan itu di lakukan rutin tiap hari.


Sejak Ling In Chuan di jamah oleh pelayan Raylan, sejak saat itu juga dirinya di nikmati oleh Tabib Hang saat malam hari. Ling In Chuan telah di ubah dengan sengaja menjadi pengganti istrinya yang kini tidak tinggal bersama.


Tidak ada satu pun para pelayan wanita yang di tugaskan memandikan, merawat dan juga mendandani Ling In Chuan curiga kondisi tubuh Ling In Chuan yang selalu di jamah oleh tabib.


Ling In Wurong mendekat pada Ling In Chuan di temani oleh Tabib Hang. Dan saat tepat dihadapan Ling In Chuan, mata gadis itu melotot pada Tabib Hang yang tersenyum mesum.


" Ling In Chuan, hari ini ayah membawa kabar bahagia untukmu! Kakakmu Ling Yuyu besok tiba di rumah! Sakit hati dan dendammu pada Ling - Ling akan terbalaskan!" ucap Ling In Wurong.


"Besok ketika tiba dirumah, ayah akan membawa Kakakmu langsung menemui dirimu! Siapa tahu kakakmu Ling Yuyu punya cara dan jalan untuk kesembuhanmu."


"Ayaaaah... Tolong aku, bantulah putrimu ini. Aku tidak mau jadi budak nafsu tua bangka tabib Hang. Lebih baik aku tidak di obati dari pada aku tiap malam melihat tua bangka ini menikmati tubuhku." ucap Ling In Chuan kepada ayahnya dengan mata memohon dan berharap ayahnya menyadarinya.


Sayangnya Ling In Wurong tidak memahami tatapan dari putrinya itu. Dia hanya tersenyum dan menepuk - nepuk pundak putrinya.


********