Ling Ling

Ling Ling
Bab 168



Aih... Sayang sekali serangan itu tidak mampu mengirimnya ke alam baka." ucap Ling Ling agak kecewa. " Hehe..., tidak mengapa lah, yang penting dia juga merasakan kesakitan."


"Sial, aku telah lengah! Seharusnya konsentrasiku tidak terganggu! Ini memang risiko dalam pertarungan, ada yang hidup dan ada yang mati." Fang Bi Kang mengeluh akan kecerobohan yang dirinya lakukan, yang hampir saja membuat dirinya sendiri celaka.


Dengan membulatkan tekadnya yang ingin memenangkan pertarungan, Fang Bi Kang segera memasang kuda- kuda. Kali ini, dia harus lebih serius lagi agar bisa membalik keadaan.


"Teknik Tombak Amarah Dewa!" Tombak emas Fang Bi Kang bersinar terang. Kemudian terciptalah sebuah angin tornado yang ada di ujung tombak emas.


WHUUUUUS HAP-----


Fang Bi Kang segera melompat dan langsung mengarahkan Ujung tombak pada Ling Ling. Angin Tornado yang ada di ujung tombak seketika itu juga bergerak mengelilingi tubuh gadis cantik itu. Angin tornado itu makin lama makin membesar dan akhirnya membungkus sekujur tubuh Ling Ling.


Ling Ling yang terlambat untuk menghindar, akhirnya perlahan -lahan ikut terseret arus angin tornado. Sehingga tubuh gadis cantik itu masuk ke dalam pusaran. Bahkan tubuhnya pun ikut terombang-ambing.


" Wduch... Siaaaal! Kalau seperti ini bisa sakit kepala aku! Pusing berputar-putar terus." Gerutu Ling Ling dengan menggeleng - gelengkan kepalanya.


Terdengar sayup - sayup suara Fang Bi Kang, "Kau tidak akan menang melawanku, lebih baik menyerahlah sebelum kesabaranku habis."


Ling Ling yang mendengar apa yang diucapkan Fang Bi Kang hanya menarik sudut bibirnya keatas. " Ehh... Apa, menyerah? Haha ..., mimpi! itu tidak akan pernah kulakukan."


Tentu saja itulah jawaban yang bakal keluar dari mulut Ling Ling. Karena Ling Ling tidak mengenal kata menyerah, sebab menyerah itu tidak ada dalam prinsip hidupnya. Gadis cantik itu akan berusaha terus sampai titik darah penghabisan.


"Hmm... Kau yang minta, jadi jangan salahkan diriku ini, bila kejam padamu." usai berkata Fang Bi Kang meningkatkan lagi kekuatannya untuk menekan Ling Ling.


WHUUUUUS


Menyadari kalau kekuatan yang di gunakan Fang Bi Kang bertambah, tentu saja Ling Ling tidak tinggal diam. Dia tidak akan membiarkan dirinya ditekan terus - terusan.


Segera saja gadis cantik itu mengalirkan energi Aura 90% pada sekujur tubuhnya. Sinar unggu perlahan keluar dari dalam tubuhnya. Sinar Ungu itu digunakannya sebagai pertahanan untuk melawan arus angin yang sangat cepat dan ganas. Dengan begitu tubuhnya tidak akan terombang- ambing.


Perlahan namun pasti Ling Ling bergerak menuju poros tornado. Saat sampai pusat tornado segera saja gadis cantik itu menancapkan Pedang kembar yang ada dalam genggamannya pada tanah.


WHUUUUUUS JLEEEP


"Teknik Prahara Api!" Ling Ling menggunakan jurus ketiga dari warisan burung phoenix untuk bisa meledakkan pusat tornado.


Sadar dengan apa yang akan dilakukan oleh Ling Ling. Fang Bi Kang tentu saja tidak akan membiarkan itu terjadi. Mana mungkin pimpinan Bandit tengkorak Hitam bakal Izinkan gadis itu menghancurkan serangannya.


"Teknik Tombak Amarah Dewa!" Fang Bi Kang langsung melapisi serangan pertamanya.


WHUUUUS BRRRRSS


WHUUUUUS


Ling Ling menggerakkan tangan kanannya kembali dan mengalirkan kembali Aura yang ada pada jari jari tangannya pada bila pedang. kembar. Sehingga....


BLAAAAR BOOOM


Terjadi ledakan yang sangat dahsyat, Baik Ling Ling mau pun Fang Bi Kang sama - sama terlempar akibat efek kejut dari ledakan.


BRAAAAK .AAUUHHH


BRUUUUS


Tubuh Ling Ling terlempar sejauh 10 meter. Dan badannya jatuh menabrak tanah dengan keras, gadis cantik itu menyemburkan seteguk darah segar. Tubuhnya penuh dengan luka, baik itu luka dangkal maupun luka dalam, luka kecil maupun luka besar, luka pendek maupun luka yang memanjang. Hanfu yang dikenakannya pun compang-camping.


"Uhh... Ternyata dia sangat kuat! Aku sampai terluka seperti ini." Ling Ling menarik nafas panjang melihat kondisi tubuhnya. "Walau tidak mengancam nyawa, tapi ini sama saja sudah menghajarku habis- habisan!"


Sedangkan Fang Bi Kang hanya terhempas 7 meter saja. Dia pun memuntahkan seteguk darah segar. Bagian tubuhnya ada yang terbakar dan masih menyala. Itu semua di akibatkan oleh tekniknya yang berbenturan dengan teknik Ling Ling. Karena tubuh Fang Bi Kang tidak anti api. Beda dengan Ling Ling yang mampu menguasai dan mengendalikan api.


Karena panik, Fang Bi Kang segera saja berguling -guling di tanah. Dia melakukan itu untuk memadamkan api yang mulai menjalar ke bagian yang lain. Dia tidak sadar telah memakai cara orang biasa, orang yang tak bisa kultivasi. Padahal dengan Energi Aura sudah bisa untuk memadamkan api yang menjalar di tubuhnya.


"Siaaal... Kenapa kondisiku justru lebih parah dari pada gadis itu! Padahal dia cukup lama tertekan oleh kekuatanku! Kenapa bisa begini?" Fang Bi Kang berucap sambil matanya melihat Ling Ling dari jauh.


Begitu api telah padam, dia langsung menepuk kantong penyimpanannya untuk mengambil pil untuk mengobati luka yang telaah dialaminya. Begitu pil ada di tangan, langsung saja pimpinan Bandit Tengkorak Hitam itu menelan pil obat tersebut.


WHUUUUUS HAP------


" Bagaimana Kondisi Nona Ling? Apa tidak apa- apa?" Yuan Jing tiba - tiba saja ada di sisi kanan Ling Ling. Pemuda tampan itu wajahnya pucat pasi. Dia sangat ketakutan sekali kalau Ling Ling kenapa- kenapa.


Yuan Jing tidak bisa membayangkan hukuman yang bakal dirinya terima dari majikannya Yuan Long, karena lalai menjaga dan melindungi Ling Ling.


" Hmm... Jangan kwatir aku tidak apa- apa." ucap Ling Ling sambil menghapus noda darah yang masih menempel di bibirnya. " Hai... Jangan melihatku seperti itu! Ini hanya luka ringan." Ling Ling kembali berkata karena Yuan Jing terlihat sekali kalau tegang dan takut. " Cukup minum obat, semua luka ini akan sembuh. Dan kembali seperti sedia kala."


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Ling Ling. Segera saja Yuan Jing mengambil pil dari cincin dimensinya. "Minum ini!" Yuan Jing menyerahkan sebuah pil kecil warna biru ke tangan Ling Ling.


Ling Ling melihat pil yang di berikan oleh Yuan Jing. Gadis cantik itu tidak langsung meminumnya. Pil yang di berikan oleh Yuan Jing masih kalah jauh kasiatnya dengan pil buatannya sendiri, pil yang tersimpan di dalam cincin dimensinya , pil yang ikut terbawa dari dunianya.


" Terima kasih! Tapi aku tidak butuh!" Ling Ling kembali memberikan pil biru ke tangan Yuan Jing. Kemudian gadis cantik itu mengambil pil warna putih dari cincin dimemsinya. " Pil inilah yang aku butuhkan. Selain lukaku sembuh, tenaga dan kekuatanku akan segera pulih."