Ling Ling

Ling Ling
Bab 200



Ling Chi langsung menuju kasir penginapan. Gadis itu harus memesan kamar sekaligus juga dengan makanan buat ngisi perut yang lapar. Dan tentu saja, makanan yang sesuai dengan selera dan keinginan dari Nona Mudanya Ling Ling.


Sedangkan Ling Yun, Ling Yan, Ling Ling dan Yuan Jing segera saja mencari tempat duduk yang kosong. Mereka berempat matanya jelalatan menyapu sekitar. Dan Akhirnya salah satu dari ke empat orang itu menemukannya.


"Ahh... Itu dekat tangga!" Telunjuk Ling Yan. Ia melihat pengunjung di sisi tangga kanan semuanya berdiri dan melenggang pergi. " Ada tempat buat kita semua!"


Dengan terburu -buru Ling Yan menuju tempat itu karena dia takut kedahuluan oleh pengunjung yang lain, yang juga mencari tempat duduk. Dia langsung menduduki dan mengamankannya.


" Hehe kerja bagus Paman!" ucap Ling Yun sambil mengangkat ibu jarinya.


Tak berselang lama, pelayan pribadi Ling Ling yang bernama Ling Chi pun ikutan bergabung setelah memesan kamar dan juga makanan yang akan mereka santap.


"Saya sudah pesankan makanan terenak dan termahal yang ada. Aku sangat harap tidak akan mengecewakan." ucap Ling Chi kepada majikannya beserta teman- temannya.


"Haii... apa pun pilihan kamu, Ling Chi! Kami pasti menyukainya. Karena aku tahu seleramu itu sangat tinggi."


"Aiiih, Makanan enak atau tidak enak kalau perut kita lapar, pasti akan terasa sangat nikmat. Apa lagi kalau kita makannya bersama -sama kayak gini."


" Heem, aku bisa menebak! Emm, makanan yang kau pilih itu, pastilah makanan andalan Pavilium Alas Persinggahan ini."


Perrbincangan mereka semua berhenti saat pelayan Pavilium Alas Persinggahan datang dengan membawa makanan yang telah dipesan oleh Ling Chi.


" Selamat menikmati! Kalau ada keperluan yang lain silakan Anda memanggil saya kembali." Pelayan itu segera meninggalkan rombongan Ling Ling untuk kembali meneruskan aktivitasnya melayani tamu yang lain.


Begitu pelayan itu pergi langsung saja ke lima orang itu menyantap hidangan yang menggugah selera yang ada di depannya.


Satu suapan saja, Ling Ling dan anak buahnya sudah bisa menilai. Bahwa makanan yang tersaji itu memang Endaaaang.


"Emmn Enak! Benar- benar enak. Cocok dengan lidahku. Semuanya pas, baik itu dari segi rasa mau pun penampilannya."


"Sudah, makan saja jangan banyak bicara. Habisin dulu semua makanan ini. Setelah itu kita bisa segera beristirahat."


"Ehh, yakin bisa segera istirahat, kalau perut kenyang. Apa iya bakal bisa tidur nyenyak?." Ucap Ling Chi sayangnya tidak ada yang menanggapi


Tidak sampai setengah jam, semua hidangan yang tersaji kini sudah habis tanpa sisa. Ling Ling langsung berdiri. Dan ke empat orang itu juga ikutan berdiri.


Keempat orang itu mengikuti Ling Ling naik tangga ke lantai dua. Karena di Lantai dua itulah kamar mereka berada.


Begitu sampai lantai dua, Ling Chi langsung menepuk kantong penyimpanannya. Ia mengambil kunci kamar yang di sewa. Gadis itu langsung saja membagikan kunci kamar yang di pegangnya pada rekan- rekannya. Satu kamar untuk satu orang.


Begitu kunci sudah ada di tangan, mereka langsung masuk kamarnya masing- masing. Ling Ling tentu saja akan memanfaatkan waktunya sebaik mungkin. Sebab Ling Ling sadar, begitu nanti ada di kediaman Ling, tenaga dan pikirannya akan tercurah menghadapi para penghuni kediaman keluarga Ling Pusat.