Ling Ling

Ling Ling
Bab 9



Tubuh Ling In Chuan tiba - tiba jatuh, mambuat ayahnya kaget dan kekwatiran terlihat jelas di raut wajah setengah bayah itu.


"Ling In Chuan kamu kenapa? Ada apa dengan dirimu? Mana yang sakit? Bagian mana yang terluka?" Ling In Wurang bertanya tapi tidak ada jawaban yang keluar dari mulut anaknya.


"Kenapa diam, kalau kau diam begini bagai mana ayahmu ini tahu?"


Melihat keringat dingin membanjiri tubuh Ling In Chuan segera saja dia bopong tubuhnya menuju Pavilium Roseling.


"Aku yakin ini pasti ada hubungannya dengan manusia rendahan Ling Ling. Aku harus menemukan cara untuk menghancurkan hidupnya!" kata Ling In Wurong dalam hati yang makin mendengki.


**********


Pavilium Homeling


Ling Ling melihat - lihat kediaman yang dia rampas dari Ling In Wurong.


"Kediaman yang indah, pasti Ling In Wurong sekarang lagi marah sekali karena kediamannya aku minta dan tempati."


"Ya tempat ini indah dan bersih! untuk tinggal jelas akan nyaman," ucap Yuan Long.


"Kau tidak pergi! Kenapa kau masih disini! Kesepakatan kita sudah berakhir. Aku sudah ada di kediaman Ling. Kau bebas pergi!"


"Aku belum memberimu ucapan selamat dan hadiah atas kemenanganmu membantai musuh dan mendapatkan pavilium ini".


Tanpa dugaan Yuan Long tiba tiba merengkuh Ling Ling dan mencium bibirnya dengan lembut. Ling Ling yang dapat serangan mendadak hanya bisa membelalakkan mata. Tak berapa lama Yuan Long mengakhiri ciumannya.


Ling Ling mengerjap -ngerjam mata lentiknya. "Ciuman adalah hadiahnya," gumam lirihnya dàn kemudian dia tersadar.


"Siapa yang mau ciuman sama kamu! Mana ada hadiah seperti itu! Kau mang sengaja! Itu akal bulusmu saja! Dasar Pria Mesum! PERGI... PERGI...PERGI."


"Aku tak mau pergi! Aku tak mau jauh dari dirimu! Apa lagi meninggalkanmu."


"Apakah kamu itu perekat dan bersaudara sama lem? Sehingga harus lengket sama aku?"


"Dimana ada Ling Ling disitu juga akan ada Yuan Long! Kamu tidak bisa mengusirku! Aku mau istirahat?!"


Yuan Long melangkahkan kaki menuju ke kamar sebelah kamar utama. Ling Ling hanya bisa menarik nafas dan tidak tahu harus mwlakukan apa menghadapi Yuan Long. Akhirnya Ling Ling memutuskan masuk kamar utama. Di rebahkan tubuhnya terlentang di ranjang empuk.


"Haduch...Yuan Long beneran nempel! Tidak bisa di usir! Untung tampan dan masuk kreteriaku!"


"Aih... Aku terkirim ke dunia ini apakah karena cincin dimensi yang aku pakai? Karena Cincin ini pun ikut aku kedunia ini."


Dipandanginya cincin dimensinya yang dulu dia dapat dari lelang Grup Kang Yuan.



"Beruntung ikut terbawa jadi persediaan pil dan racun ada tapi sudah bentuk jadi. Tidak ada bahan sama sekali! Sedangkan kondisi badan ini butuh banyak perbaikan. Tenaga dipakai sedikit saja sudah habis dan sedikit sesak nafas!"


" Parahnya lagi aku tidak punya uang! iya kau uang duniaku ada segunung tapi tak berguna."


************


Pavilium Roseling


"Bagaimana tabib kondisi Ling In Chuan? Dan kenapa dia kelihatan sangat menderita?" tanya Ling In Wurong tak sabaran.


"Kondisinya masih tetap sama tidak ada perubahan, Tuan!" jawab tabib tua.


"Kau pasti tidak memeriksa dengan benar sampai tidak ada perkembangan? Cepat kamu periksa kembali dia?"


"Tabib itu berkata, "Saya akan membuatkan resep, setelah obatnya di minum kondisinya akan membaik."


Ling In Chuan yang mendengar pembicaraan Ayahnya dan tabib menggeleng - gelengkan kepala, "Ayah , badan aku terasa terbakar! Rasanya sakit sekali! Aku yakun sekali ini pasti ulah dari gadis sampah Ling Ling." Kata - kata itu lah yang ingin dia sampaikan pada ayahnya tapi suaranya tidak terdengar sama sekali.


Ling In Wurong mendekati ranjang dan mengelus kepala anaknya. "Istirahatlah dan setelah ini minumlah obat dari tabib agar kondisimu lebih baik. Ayah tinggal sebentar karena ada urusan."


Ling In Wurong segera keluar kamar dan menuju ke ruangannya. Karana disitu sudah ada seseorang yang menungguh dirinya.


"Bagaimana apa kamu uda ada solusi masalah ini," tanyanya kepada Pengurus Pelayan Ling Ba Tin. "Kau itu orang yang paling cepat tanggap situasi yang kepepet."


"Ya bertarung! Cuman itu solusi tercepat yang bisa dilakukan dan dilaksanakan!" ujarnya kepada Ling In wurong.


"Terus siapa yang bertarung? Masa - aku KEPALA KELUARGA!" teriak Ling In Wurong tersulut emosi.


Ling Ba Tin segera menjawab kwatir Tuannya makin murka, "Bu...Bukan Tuan! Kan masih ada Nona Ling Yuyu yang kemampuannya sangat tinggi jadi menghadapi Ling Ling itu masalah kecil. Atau Tuan bisa menyewa pembunuh bayaran itu malah lebih mudah lagi."


"Haha...Haha... Kau benar! Ling Yuyu tingkat kultivasinya tahap hijau. Ling Ling pasti mati. Cepat Kau kirim merpati suruh Ling Yuyu segera pulang ke rumah. Baru kalau Ling Yuyu tidak mampu menghabisi wanita sialan itu kita menyewa pembunuh bayaran!"


Ling In Wurong tidak bisa dan mampu menutupi kebahagiaannya bakal bisa memberi pelajaran kepada Ling Ling.


"Baik Tuan saya akan kerjakan!" ucap Ling Ba Tin. Tanpa membuang waktu Ling Ba Tin segera membuat surat untuk Ling Yuyu. Setelah surat selesai dia meninggalkan ruangan itu menuju ke kandang merpati.


Sedangkan Ling In wurong akan kembali ke kamar anak gadisnya untuk mengetahui obatnya sudah diminum apa belum. Karena dia tahu kau Ling In Chuang tidak suka obat karena rasanya yang sangat pahit.