Ling Ling

Ling Ling
Bab 188



Mentari belum menampakkan diri tapi kelompok Ling Ling semuanya sudah bangun. Mereka kini ada di pelataran Penginapan Bunga. Sesuai dengan rencana, mereka akan melanjutkan lagi perjalanannya ke ibukota Shan City saat hari masihlah pagi buta.


"Semua sudah siap! Sudah waktunya kita berangkat."


Setelah selesai berbicara, Ling Ling segera naik kereta kuda di ikuti oleh Ling Chi dan Ling Yun. Sedangkan Yuan Jing langsung melompat dan duduk dengan tenang. Pemuda tampan itu kembali menemani kusir kereta Ling Yan di depan.


TOPAK TOPAK TOPAK


Terdengar suara kaki kuda mulai meninggalkan area Penginapan Bunga, mengikuti jalanan kampung menuju kawasan hutan.


"Tolooooong! Toloooong! Tolooooong!" Terdengar suara orang meminta pertolongan saat kelompok Ling Ling sudah memasuki kawasan tengah hutan.


"Nona, apa Anda dengar? Itu ada orang berteriak meminta pertolongan." ucap Ling Yun sambil mempertajam lagi pendengarannya, apa yang di dengarnya itu benar apa tidak.


"Yup... Aku mendengarnya!"


"Aku juga dengar! Dia butuh pertolongan kita." Saut Ling Chi dengan memandang lekat majikannya.


Jelas saja Ling Ling mendengarnya, tapi bukan hanya dia, semua pasti juga dengar teriakan itu sebab teriakan itu sangat kencang dan terlihat tidak jauh, apa lagi di tunjang dengan suasana hutan yang sangat sepi.


GOOOOR GOOOOR


Tiba- tiba terdengar juga suara binatang buas tidak lama dari suara orang minta tolong. Sehingga Ling Ling dan yang lainnya dapat menebak kalau orang yang minta tolong itu sedang dikejar oleh binatang buas.


"Toloooong! Tolooong!"


GOOOOOOR


Kembali lagi mereka mendengar suara orang yang meminta pertolongan dan juga suara binatang buas pada saat bersamaan.


BRAAAAAK AAUUHH...


Sesosok tubuh tiba-tiba saja datang berlari sangat kencang keluar dari semak- semak belukar setinggi dada muncul dari arah samping dan langsung menabrak keras kereta, sehingga tubuhnya kembali terpental sambil menjerit kesakitan. Tubuh itu jatuh dengan keras terlentang di tanah yang di tumbuhi rumput penuh dengan embun.


WHUUUUUS


Tepat pada saat itu sesosok tubuh besar melompat dan mau menerkam tubuh yang tergeletak di tanah dengan tidak berdaya.


CRAAAAS CRAAAAS


GOOOOOOOR


Sekelebat bayangan dengan cepat dan gesit langsung menyambutnya. Di arahkannya pedang yang ada di tangannya itu untuk mengiris dan juga memotong tubuh besar binatang buas itu.


JLEEEP CRAAAAS


GOOOOOOR


Begitu ganas dan kuatnya serangan sehingga tidak mampu untuk di hindari oleh binatang buas itu. Binatang buas itu pun tewas dengan tubuh terpotong- potong. Binatang buas itu bukanlah lawan yang tangguh bagi pemuda tampan itu.


Sementara itu Ling Ling, Ling Chi dan Ling Yun telah melihat semuanya dari cendela kereta kuda. Mereka membuka tirai cendela sejak kereta kuda mendapatkan tabrakan.


"Bangunlah! Kenapa kau masih saja berbaring? Kau sudah selamat! Binatang itu sudah aku bunuh!"


Lelaki yang terlentang itu tersadar dari shock nya ketika mendengar ucapan Yuan Jing. Dengan susah payah lelaki itu segera bangun.


" Te- terima kasih! Terima kasih! Terima kasih!" ucap lelaki itu sambil menangkupkan kedua tangannya di dada. " Anda telah menolongku! Aku berhutang budi kepada Anda."


"Hem... Pergilah! Kami akan melanjutkan lagi perjalanan."


Yuan Jing langsung melompat dan hinggap dekat kusir kereta. Begitu Yuan Jing duduk, Ling Yan langsung menjalankan kembali kereta kuda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...