Ling Ling

Ling Ling
Bab 162



Kini semua orang yang ada di Pavilium Roseling memusatkan perhatiannya pada pertarungan Ling Ling dan Long Yi yang sudah bertukar beberapa jurus.


Pertarungan mereka berdua sangat seru. Sebab Long Yi adalah ketua dari kelompok Bandit Tengkorak Hitam yang bertugas menyerang dan berusaha menaklukkan Paviliun Roseling.


" Haha...,, Kemampuanmu boleh juga! Tapi... Itu tidak akan cukup untuk menang melawan diriku. Lebih baik kau menyerah saja. Akan sangat disayangkan apa bila tubuh indahmu terluka olehku."


WHUUUUUS WHUUUUS


Ling Ling sama sekali tidak memperdulikan apa yang diucapkan oleh lawannya. Gadis cantik itu tidak mengendorkan serangan yang telah dibangunnya, karena gadis cantik itu ingin segera mengakhiri pertarungannya itu.


Ling Ling telah melihat dari ekor matanya, kalau pertarungan dua pelayannya Ling Yun dan Ling Chi serta juga Yuan Jing telah selesai. Dan mereka telah memenangkan pertarungan itu, kini hanya tinggal satu pertarungan lagi di Pavilium Roseling, Dan pertarungan itu tak lain adalah pertarungan dirinya melawan Tang Yi.


WHUUUUS TRAANG


Begitu serangan yang di lancarkannya dapat di tahan dan di hadang oleh pedang Tang Yi, Ling Ling segera saja menaikkan tempo serangan yang di lancarkannya juga menambah kecepatannya, dia menggunakan energi Aura 90 % juga mulai menerapkan jurus ke tiga dari warisan Burung Pheonix yang di terimanya.


" Teknik Prahara Api!" Seketika itu juga bila pedang yang ada di genggaman gadis cantik itu di selimuti api yang berkorbar.


WHUUUUS TAP----


Tang Yi kaget dan terkejut melihat pedang Ling Ling di selimuti api membara. Secara refleks dia menghindar melompat kebelakang menjauh dari gadis cantik itu. Dari tempatnya berdiri, sejauh 2 meter saja, dia masih bisa merasakan hawa panasnya.


Dia tak menyangka lawannya kali ini memiliki kemampuan dan kekuatan yang sangat tinggi. Teknik yang di kuasainya, juga keterampilan tingkat tinggi. Bahkan kultivasinya pun sangat tinggi. Dia ragu apakah mampu melawannya seorang diri. Dia melihat sekitarnya, berharap mendapatkan bantuan dari rekan anggota Bandit Tengkorak Hitam.


Tong Yi terkejut, dia baru menyadari kalau saat ini ternyata dia sendirian saja, teman dan rekan Bandit Tengkorak Hitam- nya ternyata sudah tidak ada. Semuanya sudah kalah, bahkan kemungkinan terbesarnya mereka telah mati. Kini dirinya sendirian, sedangkan lawan yang menjadi musuhnya ada beberpa orang. Satu yang menjadi lawannya saja belum berhasil dia kalahkan, Dan bagaimana apabila dirinya dikeroyok. Keadaan saat ini sangat tidak menguntungkan dirinya.


Tang Yi sudah bisa melihat dengan jelas seperti apa akhir hidupnya, kematian ada di depannya. Tang Yi mengeratkan pegangan tangannya pada pedangnya, dia mulai berkeringat dingin. Tapi kalau harus dihadapkan dengan kematian, Tentu saja dia akan melawan sampai habis-habisan.


(" Ck, aku harus menggunakan kekuatan itu! Hanya ini satu-satunya jalan! Terpaksa... Sialnya setelah menggunakan kekuatan itu, aku harus memakan hati dan jantung segar anak kecil!") dalam pikiran Tong Yi, Dia yang sebenarnya tidak suka dan jijik memakan 2 hal itu, tapi harus di lakukan karena itu sudah menjadi syarat dan ketentuannya sebagai imbalan kekuatan yang dia dapatkan.


"Huhh... Mati, Haha...mati." gumamnya sambil tertawa, Tang Yi terlihat jadi aneh, "Haha.., Ucapkan selamat tinggal kepada temanmu sebentar lagi aku akan mengirim ke alam baka! Setelah aku menggunakannya tidak mungkin kamu bakal bisa hidup. Haha... Karena hanya ada kematian, Dan seandainya pun aku kalah dan mati, setidaknya aku akan membawamu ikut serta! Aku tidak mau menghadap dewa kematian sendirian! Haha..."


WHUUUUUS AAHHHH...


Begitu lima jari menyentuh lima titik yang ada pada gambar, lelaki bau itu berteriak kesakitan, kemudian muncul sinar hitam pada pola yang ada di dada, selanjutnya sinar itu menyebar ke seluruh tubuh Tang Yi.


Sinar hitam yang menyelimuti tubuh Tong Yi lama kelamaan berubah menjadi asap hitam yang makin menebal dan menggumpal kemudian gerak membentuk tubuh. Dan dalam sekejap wujud Tang Yi kini telah berubah, bukan lagi sesosok manusia tapi menjadi suatu makhluk yang menyeramkan. Berbadan tinggi, besar ,hitam, dan bertelinga panjang, serta mata merah. Mirip dengan binatang. Air liurnya pun menetes- netes. Dan memandang Ling Ling yang ada di hadapannya dengan nafsu membunuh yang besar.


"Ohh... Rupanya kalian ini kultivator iblis. Haha... Dengan bersekutu dengan iblis dan memakai kekuatan iblis agar semakin kuat! Ck, sayangnya, kau lawan adalah aku! Aku tetap bisa mengantar kamu menuju gerbang kematian!"


Ling Ling sama sekali tidak takut dan aneh dengan perubahan itu, karena Ling Ling juga merasakan kalau lelaki itu juga sama dengan orang yang sempat menjadi lawannya tadi di paviliun Homeling. Sama- sama memiliki aura gelap. Dan makin jelas lah tebakannya kalau aura gelap yang dilihat itu adalah Aura iblis.


Ling Ling baru menyadari kalau kelompok yang menyerang kediaman keluarga Ling ini bukan kelompok biasa. Selain ada beberapa dari mereka yang kultivator iblis, keahlian dan ketrampilan mereka lumayan tinggi.


Tapi itu tak jadi masalah bagi Ling Ling, karena kekuatan api yang telah diwariskan oleh burung phoenix mampu membakar apa saja.


"Teknik Pelahap Jiwa Iblis!" Teriak Tong Yi bersamaan dengan semakin membesarnya mulut lelaki bau itu. Tak lama kemudian mulut itu terbuka lebar dan angin yang ada di luar tiba- tiba saja terhisap dengan sangat kencang masuk ke dalam mulut Long Yi.


Melihat hal itu. seketika itu juga, Yuan Jing bergerak kedepan dan kemudian membuat perisai untuk melindungi Ling In Chuan, Ling Nui, Ling Hui, Ling Chi, Ling Yun dan Ling Hui.


"Farmasi Perlindungan Mistic!" gumam Yuan Jing. Lelaki tampan anak buah dari Yuan Long itu setelah membuat perlindungan untuk para wanita, kemudian bergerak mendekati Ling Ling. Dia tidak bisa membiarkan wanita itu dalam bahaya, karena sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya melindungi dan menjaga Ling Ling.


WHUUUS CLIIIIIIING


Karena itu adalah tugas yang wajib di jalankannya atas perintah majikannya. Jangan sampai terjadi sesuatu dengan Ling Ling. Sebab Yuan Jing tahu hukuman apa yang bakal dia terima dan hadapi bila gadis cantik itu sampai terluka. Membayangkan hukumannya saja membuat sekujur tubuh Yuan Jing merinding.


WHUUUUUS WHUUUUS


Tubuh Ling Ling juga tidak luput dari terpaan angin kencang, bahkan beberapa benda yang ada di sekitar Ling Ling terbawa angin melesat menuju mulut Long Yi. Barang -barang yang besar, seperti ranjang, meja, kursih itu ukurannya jadi mengecil ketika mendekati mulut Long Yi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...