
"Tidaaaak! Tolong hentikan! Aku mohon! Jangan perlakukan aku seperti ini! Aaahh..." Pikiran Ling In Chuan terluka.
Tabib Hang makin menjadi dia makin berani berbuat seenak hatinya pada Ling In Chuan. Tabib Hang sekarang melonggarkan hanfu yang di pakai oleh Ling In Chuan dengan melepas talinya.
Membuat tangannya bebas bergrilya pada kulit putih, menyebabkan hanfu bagian atas terbuka dan menampakkan gunung kembar yang indah.
Air liur Tabib Hang menetes melihat keindahan itu. Dan tak mau membuang kesempatan yang ada Tabib Hang segera mengusir hausnya dengan meminum dari gunung kembar ranum yang indah itu.
"Ouh... Tidaaak! Cukuup jangan di teruskan! Bajingaaaan tunggu saja pembalasanku! Aku akan menyiksamu sampai matiiii! Ayaaaah tolong aku? Kenapa kau membawa monster tua ini mengobatiku?" Kata pilu Ling In Chuan dalam hati.
Tabib Hang tak ubahnya seperti bayi yang sangat kehausan dan tidak sabaran sehingga beberapa kali menggigit gemas biji kelengkeng Ling In Chuan.
Selang beberapa lama Tabib Hang menghentikan tindakan tidak terpujinya itu dan merapikan kembali hanfu yang di kenakan oleh Ling In Chuan sambil tersenyum dan berbisik, " Manggamu besar, mulus dan ranum sangat enak dan nikmat di makan! Hehe ... Nanti malam aku akan memakannya lagi." Tabib Hang turun dari ranjang dan bergegas berjalan ke arah pintu dan terdengar...
KLIK KLIK
Pintu terbuka Tabib Hang keluar kamar. Kesempatan ini juga tidak di sia - siakan oleh seseorang yang sejak tadi sembunyi, dia pun bergegas keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan terus keluar dari Pavulium Roseling menuju ke Pavilium Homeling.
********
Pavilium Homeling
Ling Ling sedang bersikap lotus dengan menyerap Batu Spiritual langka dan murni yang di dapatkannya dari lelang Sun Shan.
Batu itu cahayanya menghilang, aura yang berasal dari langit dan bumi telah sepenuhnya diserap masuk ke dalam tubuh Ling Ling. Dan tak lama kemudian batu itu pecah menjadi butiran debu.
"Hem... Badan aku terasa lebih segar dan ringan. Auraku sekarang bertambah sedikit. Ketika Ling Yuyu datang aku sudah bisa dan mampu mengalahkannya."
"Sekarang aku harus mempelajari dan juga mempraktekkan tahap dua dari warisan Phioenix yaitu penguasai dan mengendalikan binatang."
Ling Ling kembali memejamkan matanya mulai belajar dan berusaha menahaminya. Pengatahuan ini tersimpan dalam pikiran Ling Ling bersama dengan sisa kekuatan phioenix.
Tak berapa lama kemudian Ling Ling membuka mata. "Aku sudah memahami 50 % dari tahap dua warisan Phioenix pengendalian binatang! Aku jadi tidak sabar untuk mencobanya!"
Ling Ling turun dari ranjang dan keluar kamar. Dia melihat kedua pelayannya sudah ada di Pavilium. Ling Ling kemudian mengeluarkan dua Batu Spiritual biasa ukuran kecil hadiah dari Tang Ta Liang.
"Ini untuk kalian berdua! Jangan lupa nanti malam baru diserap! Bagaimana sama tugas yang aku berikan padamu?" Ling Ling bertanya kepada kedua pelayannya.
"Terima kasih Nona atas Batu Spiritualnya. Saya berhasil memata - matainya! Tenyata tabib itu Tabib mesum! Dalam mengobati Tabib juga berbuat kurang ajar menyentuh Ling In Chuan!" ucap Ling Yen kepada Ling Ling.
"Sudah jatuh tertimpa tangga juga! Itulah keadaan yang di alami dan di hadapi Ling In Chuan sekarang!" ucap Ling Ling.
"Nona benar, Sialnya lagi yang berbuat padanya bukan pemuda tampan tapi orang seusia ayahnya , jelek dan pendek lagi!" ucap Ling Yen.
"Aku senang sekali kalau dia menderita! Agar dia bisa merasakan seperti apa sakit hati saya! Sayang aku tak melihat peristiwa naas dia, saat dilecehkan oleh tabib itu!" ucap Ling Chi.
"Tabib itu akan merawatnya dan dia jua tidurnya di Pavilium Roseling! Suatu saat kamu pasti bisa melihatnya ekspresi kehancuran hatinya ," kata Ling Yen menghibur Ling Chi.
"Ling Yen, kerja bagus!" Ling Ling mengangkat kedua tangannya sambil menunjukkan kedua jempolnya. Kalian sekarang boleh pergi dan melanjutkan aktifitas seperti biasanya!" Ling Ling berkata kepada Ling Yen dan Ling Chi.
Setelah kedua pelayannya pergi Ling Ling memandang sekitarnya. "Aku merasa ada yang sedang mengawasi dan memperhatikan diriku. Dan itu pasti bukan Yuan Long. Kalau Yuan Long tak mungkin tidak muncul dihadapanku! Tapi.... Tidak ada orang lain? Apa ini perasaan aku saja?" Ucap Ling Ling dalam hati sambil memeriksa setiap tempat yang dirasa mencurigakan.
Sedangkan ditempat yang tak jauh dari Ling Ling ada seorang pemuda yang bersembunyi ada rasa kwatir dan kaget terlihat dari raut wajah tampannya. "Untung tidak ketahuan? Untung cepat menghindar! Untung refleksi diriku cepat! Aku pikir Nona Ling tidak akan menyadari kehadiran diriku. Dengan tingkatannya itu tidak akan tahu tapi..... Ternyata dugaanku salah! Untuk kedepannya aku harus hati - hati. Aku tidak boleh mengecewakan Tuanku , Yuan Long! Kamu pasti bisa Yuan Jing!" gumam pemuda tampan itu sambil menyandarkan badannya.
Setelah merasa nyakin memang tidak ada apa- apa. Pavilium Homeling tempat yang aman. Ling Ling segera mencoba warisan dari burung Phioenix tahap dua. Sasaran uji cobanya adalah serangga kupu- kupu yang banyak di taman.
"Teknik Rasconhen!" Ling Ling memandang kawanan kupu- kupu , " Terbang dan terjunlah kedalam kolam itu."
Kupu -kupu yang mendengarkan suara dari Ling Ling kemudian terbang menuju kolam dan menjatuhkan diri kedalam air kolam.
Melihat hal itu Ling Ling tersenyum karena ada hasilnya tapi apakah juga bisa buat hewan yang lebih besar.
Tak mau membuang waktunya percuma segera saja Ling Ling menuju kandang kuda yang ada di belakang Pavilium Roseling. Tak perduli dengan banyak pasang mata yang melihat dan memperhatikan dirinya ketika lewat Pavilium Roseling.
Ling Ling berhenti berjalan ketika matanya tak sengaja menatap seorang pria seumuran Ling In Wurong, pendek dan jelek yang sedang berjalan.
"Oh... Jadi itu Tabib Hang tabib mesum. Ling In Chuan... Hari - harimu akan jadi Neraka. Aku upankan selamat....." ucap Ling Ling dalam hati dan tersenyum lebar.
Ling Ling tidak merasa kasihan atau ibah pada nasib Ling In Chuan karena gadis itu sangat jahat dan kejam pada Ling Ling asli pemilik tubuh. Dan sudah seharusnya Ling In Chuan mendapat balasan yang setimpal atas segala perbuatannya.
Ling Ling kembali meneruskan langka kakinya menuju kandang kuda untuk mempraktekkan warisan burung Phioenix tahap dua.
Begitu sampai kandang kuda Ling Ling langsung mendekati kuda yang masih diikat pada palang kayu.
" Teknik Rasconhen!" Mata Ling Ling bertemu mata kuda hitam itu ketika melepas ikatan tali yang mengikat kuda pada palang kayu.
*********