Ling Ling

Ling Ling
Bab 157



"Tidak! Jangan! Dasar bajingan...! Hentikan...! Cukup! Auuh... Sakit!" Tangis dan teriakan Ling Hui saat Long Yi semakin berani dan leluasa memainkan anggota tubuhnya.


" Diam dan nikmati saja! Ini enaaaak! Kau akan berterima kasih padaku!" usai berucap Long Yi seketika itu juga kembali meneruskan aktifitasnya menikmati tubuh indah Ling Hui itu.


"Hik, hik, hik.... Aku tidak mauuuuu! Tolong lepaskan aku! Aku mohoooon...!" Tangis Ling Hui makin kencang saja.


EEMMM UUHHH


Karena terus di rangsang oleh Long Yi di titik- titik area sensitifnya, Ling Hui akhirnya tidak bisa lagi menahannya, sehingga gadis cantik itu mengeluarkan rintihan yang mampu membakar dan meningkatkan gairah dari lawan jenisnya . Menandahkan kalau gadis cantik itu kini mulai terbakar oleh gairah. Nafsunya kini mengambil alih dan mengendalikan tubuhnya. Hatinya sungguh tidak rela tapi tubuhnya mengkianati.


Begitu Long Yi mendengar suara merdu Ling Hui yang telah terbawa suasana, membuat semangatnya langsung membumbung tinggi. Keinginannya untuk menunjukkan kejantanan dan perkasaannya makin membara. Dia semakin tertantang untuk bisa menakhlukkan gadis yang ada dalam kungkungannya itu.


Tanpa sadar Ling Hui merenggangkan pahanya makin lebar, saat jari- jari tangan kiri Long Yi memainkan area intinya, mengobrak- abrik yang ada di bawah sana.


EEMMM UUHHH


Semakin sering rintihan keenakan yang lolos dari bibir tipis Ling Hui. Dan itu membuat Long Yi semakin senang. Di pandanginya gadis cantik yang saat ini sedang terbuai oleh permainan nakalnya itu.


Ekspresi Ling Hui yang di kuasai gairah itu terlihat makin cantik dan menggairahkan di mata Long Yi. Sudut bibirnya terangkat sedikit. Setelah puas mengobrak abrik area paling terlarang gadis cantik itu dengan jarinya, saat ini kini Long Yi ingin memasukkan senjata ajaibnya, yang dari awal permainan sudah berdiri kokoh. Senjata ajaib itu Ingin sekali di manjakan dalam gua kenikmatan Ling Hui yang terpampang pasrah di hadapannya.


Long Yi segera menarik dan merobek hanfu yang di kenakannya. Kini lelaki kasar nan bau itu telah telanjang bulat sama halnya dengan Ling Hui. Gadis cantik itu bisa melihat jelas tubuh kekar berotot lelaki yang siap membawanya menuju surga dunia.


Apa yang di alami oleh Ling Hui juga sama dengan Ling Nui, gadis cantik itu di bawa ke sudut ruangan, seketika itu juga di dorong dengan kuat sampai terjengkang. Ling Nui jatuh terlentang dan tubuhnya langsung di tubruk badan besar dan tinggi.


Tubuh gadis cantik itu di kangkangi dan dikunci oleh Long Ki. Sehingga tidak bisa bergerak, saat lelaki tampang kasar itu mulai merobek- robek hanfu yang di pakai oleh gadis cantik itu.


"Jangaaaan, lepaskan aku! Aku mohon! Kasianilah aku!" Ling Nui menangis dan berharap peristiwa naas yang terjadi pada teman baiknya Ling Hui tidak terjadi juga pada dirinya.


Ling Nui dari tempatnya bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi dengan sahabatnya itu. Ling Hui telah di perkosa dengan kasar dan brutal. Dia berharap orang yang ada di hadapannya ini memiliki sedikit belas kasihan.


" Melepaskanmu? Haha... Jangan mimpi! Kasihan.... Hehe jangan harap! Perempuan cantik memang sudah seharusnya di gini'in! Sungguh sayang bila di sia - siakan."


Long Ki langsung saja meraba badan Ling Nui yang sudah tak memakai selembar benang pun. Begitu tangan kasar itu menyentuh, Ling Nui badannya langsung gemetaran. Gadis cantik itu benar benar ketakutan..


"Huih... Luar biasa halus, mulus dan wangi badanmu!" ucap Long Ki sambil mulai mencium dan menjilati wajah cantik Ling Hui.


Padahal wajah cantik itu telah banjir air mata, tanda kehancuran hati sih gadis, tapi Long Ki tidak peduli masih saja mencecarnya tiada henti.


EEMMMM UUMMM


Rintihan tak terkontrol lolos begitu saja dari mulut seksual Ling Nui, padahal dia sekuat tenaga agar tidak mengeluarkan suara dari mulutnya, tapi tidak sanggup. Dia juga tidak mau sampai larut akan permainan bajingan yang ingin mengambil kehormatannya itu.


"Aih... Besar, padat dan indah sekali buah melonmu ini!" ucap Long Ki memandang takjud keindahan yang tersajikan di depan matanya. "Sungguh beruntung aku ini! Hehe..., bisa merasakan dan menikmatinya."


EEEMMM UUMMM


Lung Nui langsung meracau saat bibir tebal hitam Long Ki pindah ******* dan menghisap dari area leher turun kebawa dan akhirnya berakhir di area dada. Lelaki dekil itu bersemangat dan menggebuh- gebuh tak ubahnya bayi besar yang sedang kehausan.


Sebelah kiri lagi di hisapnya dengan kuat maka sebelah kanan tidak di biarkannya menganggur begitu saja. Tangan kirinya dengan sigap langsung meremas dan menekannya dengan sangat kuat.


Bahkan karena gemasnya, lelaki dekil itu juga menggigit kecil -kecil area yang paling di sukainya itu, sehingga membuat badan Ling Nui semakin gelojotan saja.


Rintihan keenakan jadi lebih sering terdengar lagi saat area itu di beri tanda kepemilikan oleh Long Ki. Tangannya yang satu lagi mulai bergerak menelusuri area hutan rimbun yang ada di pangkal paha korban cantiknya itu.


UUMMM EEEMMM


Rintihan keenakan itu terjadi, saat sebuah jari besar dan pendek itu mulai keluar masuk area sempit kenikmatan Ling Nui. Dari satu jari berubah dua jari hingga akhirnya menjadi tiga jari pun masuk area sempit nan nikmat Ling Nui yang masih perawan.


"Hehe.... Enak khan! Enak tidak? Aku tidak bohong bukan! Kalau ini tidak enak, tidak bakal ada yang mau mengulanginya lagi! Hihi.."


Ling Nui tidak menjawab ucapan dari lelaki yang telah menjamah dan mengacak -acak daerah sempit nan nikmat miliknya itu. Gadis itu hanya mengepalkan tangannya menahan kabut gairah yang mulai menguasai kewarasannya. Karena begitu intens permainan itu, membuat Ling Nui ingin merasakan yang lebih lagi.


Sudah tidak ada lagi air mata yang mengalir, juga perlawanan apa lagi permohonan belas kasihan, yang ada adalah rintihan keenakan telah di gauli dan di nikmati oleh Long Ki.


"Hihi... Saatnya menunjukkan padamu betapa enaknya di masuki oleh ular pitonku! Haha..." kata Long Ki sambil menegakkan tubuhnya, kemudian dia menarik tali hanfu yang di pakainya itu. Dengan cepat dan buru- buru lelaki dekil itu mulai menanggalkan hanfu hijaunya.


Sekarang kondisi Long Ki kini telah telanjang bulat. Badannya kekar, hitam dan ada bekas luka panjang yang mengerikan di antara perut hingga dadanya. Begitu mengerikan bila di lihat.


Sedangakan Ular piton kebanggaannya, berdiri tegak menantang siap untuk memasuki tempat yang sempit nan nikmat yang selama ini di jaga dan dirawat oleh Ling Nui. Dan Long Ki siap untuk menakhlukkannya.


Lelaki dekil itu langsung menubruk kembali tubuh Ling Nui, dia mulai mencium dan meremas kembali anggota badan gadis cantik itu, yang tadi sempat terjeda sesaat, guna melepaskan kain yang menempel pada tubuhnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...