
Ke duanya sama-sama terpental 5 meter. Dan masih mampu berdiri tegak tanpa ada satu pun yang terjatuh, tidak ada yang terluka, hanya merasakan kebas akibat benturan yang telah terjadi.
"Ohh... Lumayan! Haha... Tapi masih jauh dari cukup untuk melawanku! Apa lagi mau memberi pelajaran padaku?Hehe...."
Jiang Fuyan makin marah karena benar-benar telah di lecehkan dan di rendahkan oleh Ling Ling dihadapan banyak orang.
"Ck, Jangan hanya besar mulut! Buktikan! Kalau kau memang bisa mengalahkan aku!" Tantang Jiang Fuyan kepada Ling Ling.
Ling Ling pun langsung menyambar ucapan dari Jiang Fuyan, "Ohh... sesuai keinginanmu! Jangan kuatir! Dengan senang hati aku akan menurutimu! Jangan menyesal.."
Langsung saja Ling Ling bergumam, "Teknik Panicara!" Sebuah teknik pengumpulan aura dari alam sekitarnya. Begitu Teknik ini diterapkan Aura berbondong-bondong melesat menuju tubuh Ling Ling.
Aura dari tubuh Ling Ling perlahan merembes keluar, Aura itu meluap semakin lama semakin membesar dan berubah wujud menjadi Pheonix Api.
Penonton yang melihat pertandingan menjadi terkejut dan kaget melihat perwujudan dari Aura Ling Ling.
"Apaaaaa?" ucap pengunjung satu tidak percaya dengan apa yang di lihatnya itu.
" Tidak mungkin! Bagaimana bisa?" Pengunjung tua berbadan gemuk yang baru saja tiba di Paviliun Bunga ikutan ngomong.
" Aura Pheonix! Aura tanpa batas! Dia tidak akan pernah kehabisan tenaga! Sia -sia melawannya! Sial banget lawannya!" ucap kakek berjubah hijau sambil menggelengkan kepala terus menerus.
Sedangkan Jiang Fuyan ketika melihat aura Pheonik matanya terbelalak dan keringat sebesar jagung mulai membasahi keningnya.
Jiang Fuyan sadar telah salah mencari musuh. Tapi semua sudah terjadi, dan tidak bisa di kembalikan seperti semula. Yang bisa dirinya lakukan sekarang adalah semakin waspada dan hati -hati ketika bertarung.
Ling Ling melompat menerjang ke depan. Dengan sekali gerakan sudah ada di depan Jiang Fuyan. Melihat serangan datang dengan cepat, Jiang Fuyan menghindarnya. Tapi gerakanya kurang cepat sehingga sebuah tinju tetap mendarat telak di perutnya.
BUUUUK
AAUUHHHH...
BUUUUK
Tubuh tuan muda Jiang terlempar ke belakang dan Ling Ling langsung saja mengejarnya. Dia kembali melancarkan serangan dengan sangat cepat. Pukulan demi pukulan mendarat di tubuh Jiang Fuyan.
Sebegitu cepatnya gerakan pukulan dari Ling Ling, sehingga tidak bisa dilihat dengan jelas, hanya sekelebatan cahaya merah mengenai Tuan Muda Jiang.
BUUUUUK BUUUUUK
AAUUHHHH....
Tubuh Jiang Fuyan tergeletak di tanah, dengan badan penuh memar akibat pukulan yang di lakukan Ling Ling. Hanfu Jiang Fuyan kini telah berganti warna, dari hijau muda menjadi hijau semu kemerahan.
Jiang Fuyan tidak bergerak sama sekali dan itu membuat teman- temannya segera berhamburan mendekati tubuh Jiang Fuyan yang telah jatuh pingsan itu.
"Fuyan Gege...! Kau.. Kau... Apa yang telah kau perbuat? Dasar Wanita sialan....! Aku akan membalas perbuatanmu ini!" Teriak penuh amarah dari Nona Hang.
"Haha... Dasar bodoh! Aku hanya mengabulkan keinginan dari Tuan Muda Jiang! Bukankah kau pun mengetahui hal itu! Kenapa kau malah bertanya lagi? Apa kau sudah lupa? Masih muda kok kena penyakit lupa! Hehe..." ucap Ling Ling mencemo'o Nona Hang.
Ling Ling pun kembali lagi berbicara sambil tersenyum, "Memberikan sedikit, apa yang di inginkan Tuan Muda Jiang? Bukankah itu akan menjadi suatu pahala buat diriku di hari yang baik ini."
"Mengabulkan keinginan orang di hari baik ini? Kalau begitu, kau juga wajib mengabulkan keinginanku? Aku ingin kau menikam perutmu dengan pedang ini!" ucap Nona Hang kepada Ling Ling sambil melempar pedang dari kantong penyimpanannya.
Mendengar apa yang diucapkan nona Hang seketika itu juga Ling Ling tertawa keras. " Ha ha... Haha...Apa kau pikir aku ini sudah gila, Sehingga menuruti keinginan yang tak wajar darimu!"
Ling Ling tertawa dan menggelengkan kepalanya. " Tidak ada orang waras yang mau mengabulkan keinginan gila darimu! Siapa, orang yang mau menikam tubuhnya sendiri untuk menyenangkan musuhnya! Kau pun boleh, tanya semua yang hadir di tempat ini."
Ucapan Ling Ling menjadi sebuah senjata yang sangat tajam, yang membuat semua orang, yang ada di sekitar tempat itu menjadi masam melihat Nona Hang. Apa yang di ucapkan Ling Ling, itu memang benar adanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...