Ling Ling

Ling Ling
Bab 42



"Iya kau benar, memang ada tugas yang harus kau laksanakan dan di kerjakan dengan sangat ke hati- hatian. Dan tugas ini hanya bisa aku percayakan padamu Ling Takin!" ucap Ling Yuyu dengan sungguh-nsungguh.


"Terima kasih atas kepercayaan Nona Ling Yuyu kepada saya. Saya tidak akan mengecewakaan, Nona! Saya akan menjalankan tugas ini dengan sebaik- baiknya!" ucap Ling Takin kepada majikan cantiknya itu.


Ling Yuyu menyerahkan sebuah kantong kecil kepada Ling Takin. Dan tanpa bertanya apa isi kantong kecil itu, Ling Takin langsung saja menerima kantong kecil itu.


"Taburkan isinya di tempat Ling Ling biasanya mengambil air minum. Kau harus melakukannya secara diam - diam, jangan sampai ketahuan ," ucap Ling Yuyu kepada Ling Takin.


"Baik Nona Ling Yuyu." ucap Ling Takin sambil menganggukan kepala faham akan tugasnya.


Ling Yuyu memberi isyarat dengan melambaikan tangannya. Ling Takin yang tahu apa arti dari lambaian tangan itu, yang tak lain menyuruhnya segera pergi. Ling Takin pun tanpa banyak kata segera pergi dari hadapan Ling Yuyu.


Pada saat Ling Takin mau meninggalkan tempat itu berpapasan dengan Ling In Wurong yang mau menemui anaknya.


"Ayaaaah! Kebetulan sekali Anda datang! Saya mau menanyakan kenapa Ayah tidak mencoba memanggil tabib yang lain selain tabib Hang? Siapa tahu ada yang bisa menyembuhkan Adik cantikku Ling In Chuan?" tanya Ling Yuyu.


"Ayah sudah mencobanya! Sudah berapa banyak tabib yang ayah panggil. Tapi tidak ada yang bisa dan sanggup kecuali Tabib Hang! Keadaan adikmu Ling In Chuan sudah menunjukan ada perkembangannya ketika di tangani dan dirawat oleh Tabib Hang! Dari awal tabib Hang sudah memberitahu kalau prosesnya sangat lama."


Mendengar apa yang di sampaikan ayahnya membuat Ling Yuyu menarik napas panjang. Sebegitu parahnya kondisi Ling In Chuan dan orang yang telah membuatnya seperti itu bisa hidup bebas betapa tidak adilnya itu.


Ling Yuyu bertekad membalaskan dendam adiknya Ling In Chuan dengan cara apa pun yang terpenting Ling Ling harus sama menderitanya dengan Ling In Chuan kalau bisa malah lebih dri yang di alami adiknya.


"Aku sudah melihat keadaan adik cantikku Ling In Chuan, Aku benar- benar tidak tega melihatnya! Malang sekali nasib adik cantikku! Aku tidak rela,Yah ," ucap Ling Yuyu berkelu kesah di hadapan ayahnya Ling In Wurong.


" Itukah sebabnya Ayah memintahmu pulang. Agar bisa membantu ayah membalas sakit hati adikmu Ling In Chuan."


"Ayah, tenang saja! Aku sudah membuat satu langkah untuk itu!" ucap Ling Yuyu sambil tersenyum .


Ling In Wurong yang melihat senyum putrinya jadi penasaran. Dirinya ingin tahu gerakan apa yang telah di ambil putri sulungnya ini.


Rencana apa yang sudah di mainkan oleh Ling Yuyu menghadapi Ling Ling. Tapi Ling In Wurong tahu kalau putrinya ini sangat cerdik sekali, untung ruginya pasti sudah di perhitungkannya.


Pavilium Homeling


Ling chi dan Ling Yen sedang menungguhi Ling Ling yang saat ini sedang berendam dalam bak penuh rempah obat.


Sudah hampir 2 jam Ling Ling bersikap lotus dalam bak mandi itu. Ling Ling berusaha untuk memperbaiki kondisi badannya untuk bisa menguasai peninggalan phoenix tahap ke tiga penguasaan akan api.


Dari dalam tubuh Ling Ling keluar cukup banyak kotoran hitam yang lengket dan bau. Tak lama kemudian Ling Ling membuka matanya.


"Hem.... Ternyata banyak sekali kotoran dalam tubuh ini. Aku harus mengulangnya lagi, sampai benar- benar bisa bersih dari kotoran. Aih... Harus membeli Sumber daya dalam jumlah yang besar dan banyak kalau gini." gumam Ling Ling setelah mengamati tubuhnya.


"Untung uang yang aku peroleh dari mengambil kekayaan Ling In Wurong masih ada banyak kalau tidak, urusannya akan panjang! Kapan bisa membersihkan tubuh ini."


Xiao Yue mengambil hanfunya dan segera memakainya. Kemudian keluar dari kamar mandi. "Kalian bersihkan kamar mandinya!" Ling Ling memerintah kedua pelayannya itu.


Ling Chi dan Ling Yen terkejut melihat isi bak mandi menjadi hitam. Keduanya saling pandang- memandang. Ling Chi maupun Ling Yen tidak tahu bagaimana air yang bening jadi seperti ini.


"Apa yang terjadi? Kenapa bisa air ini jadi begitu kotornya?" tanya Ling Yen keheranan kepada Ling Chi.


"Kau tanya aku? Aku juga tidak tahu dan mengerti? Tidak faham?" ucap Ling Chi menjawab pertanyaan dari Ling Yen.


Mereka membuang air yang menghitam dan sedikit mengental itu kemudian membersihkan bak mandi itu hingga benar- bebar bersih.


Setelah selesai mereka menemui Ling Ling. Begitu mereka ada di hadapan Ling Ling langsung saja bertanya dari pada penasaran.


"Nona Ling , Kenapa bak mandi Anda bisa berubah menjadi hitam legam seperti itu? Apakah dalam tubuh Anda ada racun? Perlukah di panggilkan tabib?" ucap Ling Yen.


"Jadi hitam karena kotoran yang tersimpan dalam tubuh ini telah berhasil aku keluarkan. Walaupun masih banyak yang belum tapi itu bisa membuat tubuhku lebih baik dan tentu saja makin sehat!" ucap Ling Ling.