Ling Ling

Ling Ling
Bab 196



Dilepaskannya tangan yang melingkar perutnya, Pemuda itu menggeser tubuhnya ke pinggir ranjang, kemudian turun dan mengambil hanfu yang berserahkan di lantai. Pangeran Li Sau Yi memberikan hanfu milik Ling Yu Bing dan segera memakai kembali hanfu miliknya.


" Ayo bangun Bing'er! Segeralah pakai hanfumu. Kita tidak bisa berlama- lama di sini. Aku akan mengantar kan kamu pulang!"


"Emmm..Baiklah, Bing' er ikut apa kata Pangeran Li, tapi badan ini masih sangat capek. Pengennya sich istirahat sejenak."


" Hehe.... Aku pun sebenarnya masih ingin berlama- lama di sini bersama kamu, Bing' er. Tapi keadaan yang tidak memungkinkan. Aku sudah janji sama Raja untuk menemani jamuan siang ini." Pangeran Li Sau Yi menghela nafas dan tak berapa lama kemudian kembali berbicara untuk menyakinkan Ling Yu Bing.


" Sesungguhnya, hanya satu kali merasakan indahnya dan nikmatnya gua kenikmatanmu itu, tidaklah cukup bagi diriku. Aku masih pengen merasakannya lagi dan lagi Bing'er! Kalau kau masih saja tetap telanjang seperti itu....! Uhhh, Sama saja kau menggoda dan menantang kejantananku Ling Yu Bing!"


"Jangan salahkan Aku, bila menerkam kamu kembali. Karena aku tidak mampu dan kuat bila harus menahan gairah nafsuku lama -lama!"


" Ahh.... Pangeran Li, bukan maksud Bing' er untuk menggoda! Beneran ini sangat capek dan lemas. Tenagaku terkuras habis melayani anda tadi." Alasan yang di pakai Gadis cantik itu menghindari tuduhan dari pemuda tampan yang telah mencuri hatinya.


" Kalau kecantikanku belumlah cukup untuk menarik minat kamu, maka aku akan menggunakan tubuhku ini untuk bisa memikat dan mempengaruhi hatimu Pangeran Li Sau Yi. Anda adalah milikku. Dan hanya aku yang berhak atas Anda." ucapan yang ada dalam relung hati Ling Yu Bing.


Gadis cantik itu masih pura- pura lemas sehingga tidak perlu secepatnya mengenakan hanfunya kembali. Ia malah sengaja membuat gerakan pelan membusungkan dadanya.


Pangeran Li Sau Yi yang mengenakan hanfu sambil memandang Ling Yu Bing, meneguk salvina -nya saat melihat apa yang di lakukan gadis cantik itu. Jangkunnya naik turun tersulut kembali oleh gairah.


"Uhh ... Aku tidak tahan lagi. Terpaksa, aku harus datang terlambat pada perjamuan. Aku rasa Ayahanda Raja tidak akan marah. Yang penting sekarang, aku harus menyalurkan hasrat dan bermain cepat." Suara hati Pangeran Li Sau Yi.


Pangeran Li Sau Yi langsung menghentikan aktivitasnya yang sedang mengenakan hanfunya. Padahal tinggal mengenakan lapisan jubah serta sabuk saja yang belum. Pemuda tampan itu langsung melompat ke atas ranjang dan mendorong Ling Yu Bing, sehingga gadis itu kembali lagi pada posisi terlentangnya.


"Ahh... Pangeran mau apa? Apa yang akan Pangeran lakukan? " Ling Yu Bing tersenyum samar, umpannya telah dimakan pangeran Li Sau Yi, gadis cantik itu pura-pura tidak paham apa yang akan dilakukan pemuda itu.


Secepat kilat Pangeran Li Sau Yi menindih dan mengungkung Ling Yu Bing. Kedua mata orang berlainan jenis itu saling memandang intens.


" Pangeran Li, jangan! Pangeran harus segera kembali ke istana. Saya tidak mau Pangeran Kena masa......"


Ucapan Ling Yu Bing tidak bisa di teruskan sebab Pangeran Li Sau Yi dengan ganas dan kasar mulai melu- mat dan menggigit bibir tipisnya. Tangannya pun tidak tinggal diam, dengan kasar dan kuat mulai merabah dan me- remas bukit kembar menantang itu.


UHHH EMMM AHHH


Suara merdu bibir gadis itu makin menambah nasfu dan gairah dari lawannya. Dengan tidak sabar pemuda tampan itu segera memasukkan gunung kiri dalam mulutnya.


Ia menghisapnya dengan sangat kuat, sedang tangannya kanan senang memilin punjak gunung kanan dengan cepat, tangan kirinya tal tinggal diam, langsung mengobrak abrik dalamnya gua nikmat Ling Yu Bing.


UHHH EMMM IHHH


Ling Yu Bing makin tak karuhan, dia menggelepar ke kanan dan ke kiri tidak kuat menahan rasa kenikmatan. Bibirnya tidak pernah berhenti dari mendesis keenakan.


"Ohhh.... Bing' er! Kau bermandikan keringat seperti ini, kenapa kau terlihat semakin cantik dan menarik saja? Kalau begini kau benar-benar membuatku tergila-gila."


"Emm... Pang - eran! Ohh... ! Bing 'er Suka!" Ling Yu Bing berbicara sambil mulutnya tak henti men- de- sah.


Pangeran Li Sau Yi telah telanjang bulat dengan senjata ajaibnya yang menjulang siap menantang dan memuaskan. Ling Yu Bing malu malu melihat senjata yang akan mambawanya ke surga dunia. Keberanian dari mana, gadis cantik itu meraih senjata ajaib itu, di elus dan di remasnya benda berurat itu.


OHHH UMMM


Pangeran Li Sau Yi menggeram saat senjata ajaibnya mulai di mainkan oleh Ling Yu Bing. Dia tersenyum senang karena gadis itu mulai memberanikan diri memberi pelayanan untuknya.


Sadar akan waktunya yang sempit, apa lagi juga merasa puas dengan area dada dan pinggiran hutan lembah, kini Pangeran Li Sau Yi memposisikan senjata ajabnya untuk memasuki gua nikmat Ling Yu Bing.


Dengan gerakan agak brutal dan tergesa- gesah pangeran Li mulai menancapkan senjatanya ajabnya pada gua yang terpampang jelas di hadapan matanya itu.


JLEEEEP


Senjata ajaib itu masuk sempurna ke dalam gua nikmat tanpa ada hambatan. Pangeran Li Sau Yi langsung menggerakkan badannya maju mundur agar aktifitas yang di lakukannya makin terasa nikmat. Gerakan Pangeran makin cepat juga semakin brutal dan ganas.


PLOOK PLOOK PLOOK


Bunyi dua senjata surga dua insan yang di mabuk bisahi, yang saling beradu mencapai kepuasan terdengar jelas di dalam ruangan itu.


"Bing' er kau sangat nikmaaaat! Enaaak sekali menidurimu! Sempit sekali gua milikmu ini! Rasanya menjepit sekali senjataku! Senjataku rasanya termanjakan!"


Pangeran Li Sau Yi bercinta sambil tak ada hentinya memuji dan merayu Ling Yu Bing. Pemuda itu ingin gadis itu makin jatuh kedalam pelukannya.


UMM IHHH EMMM


Silih berganti jeritan kenikmatan yang keluar dari mulut Pangeran Li Sau Yi dan Ling Yu Bing. Ke dua orang itu tidak perduli dengan sekeliling yang penting hasrat mereka segera tertuntaskan.


" Ohh... Pangeran Makin cepat lagi! Uhh... Makin enaaaaak! Teruuuuus!"


Pangeran Li Sau Yi menuruti apa yang di inginkan wanita yang di gagahinya itu. Ia pun makin mempercepat lagi gerakannya.


" Emm... Bing' er, Bolehkah aku tumpahkan lagi Air surgawiku di dalam rahimmu?"


Gadis cantik itu tidak bersuara dia hanya mengangguk sambil buka tutup matanya dengan bibir bawah di gigit.


Setelah mendapatkan persetujuhan dari lawan gairahnya, pemuda itu mempercepat dan memperdalam lagi tusukannya, tak sampai 10 tusukan maju mundur lahar air surgawi langsung muncrat di dalam rahim Ling Yu Bing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...