
Ling Nui panik dan ketakutan, " Jang- jangan mendekat! TOLOOOOONG!" Gadis pelayan cantik itu langsung berteriak kencang meminta pertolongan dan berharap akan ada yang datang menolong.
Teriakan itu tidak membuat para lelaki kasar itu ketakutan, mereka malah menyeringai dan memandang mesum pada korbannya.
Dengan santainya Long Yi yang ini ada di depan Ling In Chuan dan kedua pelayan cantiknya, langsung menarik tangan Ling Hui tanpa kesusahan dan menyeretnya ke ranjang Ling In Chuan yang letaknya tidak jauh.
" Bajingan apa yang mau kau lakukan? Lepaskan pelayanku?"
" Tidaaak! Lepaskan! Aku tidak mauuuuu!" Ling Hui berusaha berontak melepaskan tangan kirinya dari genggaman Lelaki kasar dan bau itu.
Pada saat bersamaan dari sebelah kanan datang rekan Long Yi juga menarik paksa Ling Nui agar mengikutinya. " Kau harus ikut aku gadis cantik! Kalau kau melawan aku bisa membunuhmu!"
"Aku tidak mau ikut kamu! Aku tidak sudi bajingan... Nona Ling In Chuan tolong." ucap Ling Nui sambil memandang majikannya.
Mendengar hal itu secara spontan Ling In Chuan memalingkan mukanya melihat orang yang memanggil namanya. " Ling Nui...." Gadis cantik itu langsung saja bergerak memegang tangan Ling Nui agar tidak jauh darinya dan itu juga membuat pergerakan dari Ling Nui yang di tarik paksa Long Ki juga berhenti.
"Kalian berdua cepat urus ja-lang liar itu! Aku tidak mau kesenanganku tertunda dan terganggu olehnya!" ucap Long Ki kepada kedua rekannya yang memang kebagian untuk mengatasi Ling In Chuan.
Kedua lelaki tinggi dekil itu mulai beraksi setelah mendapat teguran dari rekan sesama anggota Bandit Tengkorak Hitam, mereka mulai mendekati Ling In Chuan, " Hehe... Tidak usah ikut campur urusan mereka, kau berurusan dengan kami berdua! Dua pejantan hebat!"
Long Ki kembali menarik Ling Nui dengan kuat sehingga pegangan tangan Ling In Chuan terlepas, karena saat ini perhatian gadis cantik itu teralihkan oleh dua orang rekan Long Ki. Ling Nui akhirnya bisa di bawa menjauh oleh Long Ki.
Ling In Chuan pun menyadari kalau dirinya saat ini dalam bahaya. Apa lagi tatapan kedua orang itu begitu mesum memandang tubuhnya. Dan dia tidak suka, lebih baik mati, dari pada dua orang itu bisa menyentuh dan melecehkan dirinya. Dia tidak sudi bila tubuhnya kembali terjemah dan di nikmati oleh lelaki bajingan.
Langsung saja Ling In Chuan menepuk kantong penyimpanannya. Sebuah pedang panjang muncul dari dalam kantong. Di raihnya pedang itu kemudian di ayunkannya pedang itu untuk menebas kedua orang yang jadi lawannya .
WHUUUUUS TAAAP----
Kedua Bandit itu menghindar, keduanya secara refleks mundur lima langka kebelakang, kemudian salah seorang membalas serangan yang di lancarkan LIng In Chuan.
Sedangkan Ling Hui yang di seret ke ranjang Ling In Chuan berusaha sekuat tenaga bisa melepaskan diri dari Long Yi tapi sekeras apa pun usahanya tidak mampu membebaskan dirinya. Begitu sampai di dekat ranjang, tiba - tiba saja Long Yi bergerak cepat, kelaki kasar nan bau itu membopong tubuh Ling Hui dan melemparkan tubuhnya ke atas ranjang.
Long Yi langsung melompat menerkam Ling Hui, Tubuhnya langsung berada di atas badan gadis cantik itu. Kedua tangan Ling Hui di pegang dengan kedua tangannya, kemudian Long Yi mengarahkan kedua tangan itu bergerak ke atas dan tertumpuh pada kepala gadis cantik itu. Sehingga cukup satu tangan saja untuk bisa mengontrol perlawanannya.
Sedangkan tangan Long Yi yang bebas, langsung meraba- rabah sekejur tubuh Ling Hui, dan meremas apa saja yang bisa di remas, sambil dia menciumi kedua pipi halus nan mulus dengan rakus dan kasar secara bergantian.
("Maaf Ling Hui, aku tidak bisa menolongmu! Aku tidak menyangkah nasibmu akan seperti diriku!") ucap dalam hati Ling In Chuan.
WHUUUUUUS CRAAAAS AAUUHH
Sebuah serangan mendarat mulus pada pundak Ling In Chuan. Sabetan pedang itu telaah melukai nya cukup dalam. Darah mulai merembes keluar dari luka yang terbuka. Jeritan sakitnya tertahan saat bila pedang menggores tubuhnya.
"Hehe.... Bertarung itu menggunakan konsentrasi Nona cantik, bukannya matanya lihat sana sini! Nah... Akibatnya terlukakan!" ucap Long Lo dengan senyum mesumnya yang tak pudar dari wajah jeleknya.
" Wduch, Saudara Long Loo! Keindahannya sedikit berkurang itu. Emaaaan.., jangan kau rusak tubuhnya. Jarang - jarang kita dapat yang komplit kayak gini!" Tegur Long Bi kepada rekannya. Dia menatap tubuh Ling In Chuan dengan sangat bernafsu. Lelaki dekil ini berbicara dengan lidahnya menjilati bibirnya terus.
Sedangakan Ling Yi yang ada di atas tubuh Ling Hui, setelah puas menciumi kedua pipinya, selanjutnya mengarahkan bibirnya dengan terburu - buru ******* bibir tipis Ling Chi. Gadis cantik itu berusaha menghindarinya. Di gerakkannya kepalanya agar bibir tebal hitam lelaki kasar nan bau itu tidak mengenai bibirnya.
HUUUUEK
Gadis cantik itu ingin muntah, tidak tahan dengan bau yang ada di tubuh Long Yi. Entah berapa lama lelaki kasar itu tidak mandi sehingga baunya seperti tumpukan sampah yang membusuk.
PLAAAAAK PLAAAAAK
Tamparan langsung di layangkan oleh Long Yi pada pipi mulus Ling Hui, saat lelaki itu paham dan mengetahui serta menyadari kalau perempuan cantik itu, tidak tahan bau badannya dan juga marasa jijik di sentuh olehnya.
"Beraninya kau menolak cumbuanku! Sampai mau muntah segala...!" Sarkas Long Yi tidak suka penolakan yang di lakukan gadis yang saat ini ada dalam kungkungannya.
Segera saja tangan kanan Long Yi mencengkram rahang Ling Hui, kemudian dengan buasnya dia ******* dan menggigit bibir gadis cantik itu sampai berdarah.
"Itu hukuman yang pantas dan layak kau dapatkan ja-lang! Tak lama lagi kau juga akan menjerit keenakan oleh kejantananku!" Usai berbicara Long Yi langsung mengganti serangannya dengan menyilati leher jenjang Ling Hui. Kini leher indah itu penuh dengan aroma liur Long Yi, dengan sentuhan kasarnya dia juga menggigit leher indah itu, sehingga meninggalkan beberapa bebas kepemilikannya.
Dengan tidak sabarnya, hanfu yang di kenakan Ling Hui langsung di robek - robek dengan kasar oleh Long Yi. Begitu kain yang membungkus badan telah terbuka, terlihatlah jelas tubuh putih mulus tanpa cacat.
Mata Long Yi terbelalak melihat keindahan itu sampai - sampai air liurnya tanpa sengaja menetes. Begitu luar biasa mempesonanya Ling Hui saat telanjang bulat.
Tanpa mau membuang waktunya lagi, langsung saja lelaki kasar itu mengarahkan bibir tebal hitamnya, menciumi gemas biji kelengkeng Ling Hui dari kanan ke kiri, tak lupa juga dia pun *******- ***** ke dua gunung kembarnya dengan kuat dan agak kasar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...