Ling Ling

Ling Ling
Bab 15



Mereka pun akhirnya turun ke lantai dasar ke tempat di mana batu - batu itu berada. Dengan santainya Tang Ta Liang memimpin mendekati kumpulan batu besar dan kecil yang berserahkan.


"Aku akan mencoba metodeku untuk bisa mendapatkan Batu Spiritual sebanyak mungkin!" ucap Tang Ta Liang.


Tangannya terangkat ke depan dialiri aura untuk memindai tiap batu yang ada di hadapannya itu.


Tang Ta Liang melihat Ling Ling yang berdiri di sebelah adiknya dan berkata, "Dua batu ini saya hadiahkan kepada Anda Nona Ling sebagai ucapan terima kasih telah menyelamatkan Tang Ta Ting."


"Nona Ling harus menerimahnya karena kita adalah teman! Nona Ling jangan menolaknya?" ucap Tang Ta Ting memandang pengan penuh permohonan.


Kemudian batu yang telah dipilih di belah dihadapan para pengunjung lelang. Dan benar di dalamnya ada Batu Spiritual.


Batu Spiritual adalah batu yang mengandung aura kekuatan bumi dan langit. Makanya sangat di cari untuk meningkatkan kultivasi seseorang


"Hmm... Aku memang datang kesini ingin mendapatkan Batu Spiritual yang paling murni dan langkah! Tapi karena ini hadiah dari teman rasanya tidak baik juga di tolak! Terima kasih!" ucap Ling Ling.


"Aku juga ingin mencoba keberuntunganku untuk mendapatkan Batu Spiritual! Apakah aku ini termasuk orang beruntung?"


Ling Ling berjalan mendekat pada kumpulan batu yang berserahkan yang ada di depannya. Ling Ling menjauh dari kedua saudara keluarga Tang itu berdiri.


"Teknik Racabi!" Di lihatnya banyak serangga kecil di lantai dasar. "Para serangga yang baik apakah ada di antara kalian yang bisa mengetahui mana batu yang mengandung Batu Spiritual yang langka dan murni?" Ling Ling bergumam lirih.


"Kami tahu batu yang paling murni dan langka! Batu yang kecil itu dan batu yang di sebelah kiri kamu itu adalah yang paling langka!" ucap beberapa Semut secara spontan.


Ling Ling tersenyum mendengar jawaban dari para semut. Pada saat mau mendekat ke batu sebelah kiri ada tangan yang mendorong badan Ling Ling.


"Minggir kamu, tidak lihat kamu menghalangi pandangan dari Nona muda kami!" ucap pelayan berbadan besar.


"Gadis miskin seperti kamu bagaimana bisa masuk dalam rumah lelang Sun Shan? Kemana para penjaga sampai membiarkan pengemis masuk?" ucap gadis itu dengan sombongnya.


"Pembeli adalah raja! Tidak peduli dia kaya atau miskin yang penting dia bisa membayarnya!" ucap Ling Ling.


"Gadis miskin sepertimu mana bisa membeli! Paling kau kesini mencari hubungan dengan orang kaya atau bangsawan?" ucap gadis itu sambil memandang rendah Ling Ling.


"Haha... Mungkin itu kamu? Bertopeng orang kaya dan terhormat tapi sebenarnya lagi mencari mangsa? Wah... Parah lempar batu sembunyi tangan?" ucap Ling Ling sarkas.


"Beraninya kau menghina diriku? Kau tidak tahu siapa aku? Minta maaf dengan berlutut segera?" Ucap gadis itu dan memberi isyarat kepada para pelayannya.


Tiga pelayan berotot dan berbadan besar maju dan bermaksud memaksa Ling Ling agar mau berlutut di depan Nona Mudanya.


"Hentikan? Apa yang mau kau lakukan pada temanku? Minta maaf padanya? Selama ada aku siapa yang berani pada Nona ini?" ucap Tang Ta Ting mendekati mereka.


Gadis itu terkejut melihat kehadiran Keluarga Tang yang tiba - tiba membela wanita tak berharga yang ada di depannya.


"Aku akan mempermalukan gadis tak berguna ini di depan umum! Dan Nona Tang tidak bisa berbuat apa - apa untuk melindunginnya! Beraninya dia menyinggungku!" ucap gadis itu dalam hati.


"Bertanding menemukan Batu Spiritual paling murni dan langka! Yang kalah harus berlutut dan sujud sambi membenturkan kepada tiga kali ke lantai kemudian meninggalkan tempat ini dengan merangkak ."


"Wah... Malang benar gadis itu berhadapan dengan Nona Xiao Xiao yang terkenal akan kecakapannya dalam menemukan Batu Spiritual," ucap pengunjung 1 kasihan pada nasib Ling Ling.


"Bagaimana gadis itu bisa menang melawan Nona Xiao Xiao? Dia mencari malah petaka?" ucap pengunjung 2.


"Setujuuuu! Dan bila kau kalah, juga harus melakukan yang sama! Persiaplah dirimu untuk berlutut dan merangkak keluar dari tempat ini!" ucap Ling Ling kepada Xiao Xiao.


"Haha... Itu tidak akan terjadi! Kau terlalu tinggi memandang dirimu!" ucap Xiao Xiao percaya diri.


"Sekarang tebaklah dari kumpulan batu asli ini mana yang di dalamnya mengandung Batu Spritual murni dan langka!"


Ling Ling memejamkan matanya, sebenarnya dia bisa langsung menebak sesuai apa yang di kasih tahu oleh semut. Tapi di dunianya dulu dia memiliki kemampuan untuk melihat sesuatu, apa salahnya di coba dan siapa tahu bisa.


"Ini seperti ujian dengan melihat buku! Tak ubahnya meletakkan benda dalam wadah kaca! Sekarang semuanya jadi jelas! Buka Mata Hati," perkataan Ling Ling dalam benaknya.


Mata Ling Ling yang terpejam kini terbuka, dia bisa melihat inti batu, dia tahu semua batu yang ada Batu Spiritualnya. Dan sesuai apa kata semut yang paling langka dan murni ada di sebelah kirinya.


"Penjaga tolong kamu pecahkan batu sebelah kiri aku ini? " ucap Ling Ling memerintahkan penjaga pelelangan melakukan tugasnya.


Penjaga mendekat pada batu yang di tunjuk oleh Ling Ling dan membelahnya. Begitu batu asli terbelah menjadi dua bagian terlihatlah cahaya kemilau dari Batu spiritual, ukurannya sangat besar dan ini juga termasuk yang paling langka dan kemurniannya sudah dapat di pastikan dari kemilau yang di pancarkan.


"Apaaaaa? Batu Spiritual terbesar yang perna aku lihat? Ini benar - benar langka!" ucap pengunjung 1 dengan tahjud.


"Wah... Kelihatannya Nona Xiao Xiao salah mengenali oràng! Gadis itu bisa tahu yang Batu Spiritual langka dan murni," ucap pengunjung 4.


Tidaaak! Tidaaak! Tidak mungkin! Bagaimana gadis sialan itu menemukan yang murni dan langka! Itu pasti kebetulan!" ucap Xiao Xiao tidak terima apa yang dilihatnya dan dia harus mencari cara agar tidak di katakan kalah.


"Ck, itu pasti kebetulan! Ketidaksengajaan yang menguntungkan! Kalau dia bisa menebak satu kali baru aku mengakuinya?" ucap Xiao Xiao berusaha membela dirinya.


"Baiklah! Tapi setelah ini jangan lupa melaksanakan taruhannya! Itupun kau yang menentuhkan sendiri! Hehe...." ucap Ling Ling memanasi Xiao Xiao.


Ling Ling pun mendekati batu kecil yang sempat di kasih bocoran oleh semut dan dengan mata hati semua jadi lebih jelas karena melihatnya dengan mata sendiri.


"Penjaga belahlah batu kecil ini!" perintah Ling Ling dan langsung di laksanakan oleh penjaga pelelangan.


Begitu batu dibelah, cahaya kemilau terlihat saat batu terbelah menjadi dua. Dan pengunjung pelelangan dapat melihat kalau itu Batu Spiritual langka dan murni.


********