
"Sekarang, kamu cepat keluar dari bak mandi, Yuan Long! Aku mau mandi! Kalau kamu masih ada disini, bagaimana aku bisa mandi?" ucap Ling Ling pada pemuda tampan yang ada di depannya itu.
"Mandi ya mandi lah! Begitu aja koq repot, Ling Ling! Sini aku mandi'in! Jangan kwatir aku bantu membersihkan tubuhmu!" ucap Yuan Long.
"Eh... apa? Siapa juga yang meminta bantuan darimu? Aku tidak butuh! Aku bisa sendiri! Dasar mesum!" teriak Ling Ling pada Yuan Long.
"Memangnya kenapa? Aku juga tidak akan berbuat macam - macam , Ling Ling? Percayalah!" ucap Yuan Long kepadanya.
"Ck, Percaya? Sama kamu! Aku... Tidak akan!" ucap Ling Ling menjawab ucapan Yuan Long.
"Yuan Looooong! Tetap tidak mau pergi! Tetaaap masih di siniiii! Kauuuu."
Wajah Ling Ling sudah merah padam. Entah itu marah atau karena panas reaksi dari air panas yang di pakainya mandi. Tapi Yuan Long langsung melompat keluar dari bak mandi kemudian ngacir pergi dari kamar mandi.
Setelah Yuan Long pergi, Ling Ling bisa mandi dengan santai. Cukup lama Ling Ling berendam dalam bak mandi yang penuh dengan bunga lavender.
Setelah di rasa cukup Ling Ling pun mengakhiri ritual mandinya. Dengan menggunakan hanfu warna merah di padu dengan hitam Ling Ling nampak sangat cantik.
Yuan Long Yang melihatnya jadi terpanah. Mulutnya terbuka dan matanya melotot. Sungguh dirinya seperti melihat seorang dewi yang keluar dari lukisan.
"Ehem.... Ehem....Ehem"
"Aih.... Seperti tidak perna melihat perempuan cantik selama puluhan tahun saja! Lihat..., itu, itu sampai ada air liur yang keluar! Ihh..." kata Ljng Ling dengan ekspresi jijik menatap Yuan Long.
Yuan Long yang tersadar setelah mendengar suara Ling Ling hanya tersenyum masam. Tak lama kemudian Yuan Long pun berbicara dengan perempuan cantik yang ada di depannya itu.
"Aku perpesona, sangat terpesona malah! Karena hari ini kau cantik sekali, Ling Ling! Seperti bunga yang baru saja mekar! Benar, benar cantik dan anggun!"
Ling Ling sama sekali tidak memperdulikan apa yang Yuan Long ucapkan. Dia malah memanggil pelayan yang selama ini mengurus Pavium Homeling.
" Ling Chiiii... ! Ling Yeeeen..!" Tak berapa lama kemudian, kedua pelayan yang sedang di panggil itu datang dengan terburuh- buruh.
"Nona memanggil kami? Apa kah ada tugas buat kami?" tanya Ling Chi kepada Majikannya.
"Kami siap menjalankan perintah Nona Ling? Apa yang harus kami Lakukan?" Ling Yun pun ikut bertanya akan tugas barunya.
Melihat antusias Ling Chi dan Ling Yun membuat Ling Ling tersenyum senang. Dia pun kembali berbicara, " Ayo temani aku menjenguk Ling In Wurong, Sebelum aku pergi dari kediaman Ling Cabang Kota Shan Shan."
Keduanya serempak menjawab, "Baik Nona! Dengan senang hati kami akan mememani."
"Eh... kamu mengajak mereka! Kenapa kamu tidak mengajakku juga?" protes Yuan Long.
"Ck, tanpa di ajak, kamu pasti ikutan! Kamu kan selalu mengawasiku! Jadi, buat apa menawari kamu?" ucap Ling Ling bersungguh- sungguh.
Yuan Long terdiam seketika! Tapi apa yang di ucapkan oleh Ling Ling memang itu yang sebenarnya. Tidak mungkin bagi dirinya jauh dari Ling Ling. Karena sejak dirinya keluar dari penjara terkutuk itu. Dirinya memiliki tujuan baru. Dan tujuan itu adalah Ling Ling.
Saat ini mereka sedang berjalan ke Pavilium Dreamling untuk melihat kondisi Ling In Wurong. Sesampai di depan Pavilium, Ling Ling di hadang oleh dua orang penjaga.
"Maaf! Nona mau kemana? Tuan Ling In Wurong saat ini sedang di obati olah tabib tua Tabib Hang! Dan dalam pengobatannya Tabib Hang butuh kosentraasi tinggi juga ketenangan!" ucap salah satu penjaga itu kepada Ling Ling.
" Kau berani menghalangiku? Penjaga kurang ajar! Oh... Sayang sekali! Aku tidak butuh ijin darimu!" usai berkata Ling Ling langsung menampar penjaga itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...