Ling Ling

Ling Ling
Bab 64



" Ada apa Ling Yuwan? Kenapa keretanya harus berhenti?" Ucap Ling Ba Tin dari dalam kereta kuda yag di tumpanginya.


Mendengar pertanyaan dari Ling Ba Tin kusir kuda itu pun menjawabnya, "Ada.. Ada Bandit, Tuan! Mereka sedang menghadang perjalan kita! Mereka mengepung sedang kereta."


Mendengar jawaban dari Ling Yuwan sih kusir kereta kuda, Ling Ba Tin langsung kekuar dari dalam kereta.


"Serahkan semua harta yang kau miliki! Kalau masih sayang kepada nyawamu!" Bentak seorang bandit yang langsung menodongkan pedang yang di pegang menyentuh perut Ling Ba Tin.


"Bunuh saja langsung! Kita rampas hartanya! Setelah itu kita buang mayatnya disini nanti juga akan menjadi santapan binatang buas hutan ini!" ucap rekan bandit yang lainnya memberikan pendapatnya.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh kawanan bandit yang menghadangnya, Ling Ba Tin tidak menunjukkan rasa takut sama sekali.


"Bagus... Akhirnya bisa langsung ketemu? Tidak harus mencari keberadaan kalian di Hutan Shan Chani ini! Pertemukan aku dengan pimpinan kalian! Aku ada bisnis dengannya!" ucap Ling Ba Tin pada kawanan bandit yang sedang mengepungnya itu.


Kawanan Bandit Tengkorak Hitam kaget dan terkejut mendengarnya apa yang di ucapkan oleh lelaki paruh baya yang sedang di kepungnya itu. Mereka apa tidak salah dengar, kalau orang yang di hadapannya ada urusan dengan pimpinannya.


Mereka tentu saja tidak akan semudah itu langsung percaya dengan omongan Ling Ba Tin. Tentu saja mereka juga berpikir, bagaimana kalau ini semua adalah jebakan yang telah di buat oleh pimpinan Kota Shan Shan.


Karena sudah ada beberapa kali usaha yang di lakukan oleh Pimpinan kota Shan Shan untuk memberantas keberadaan mereka yang meresahkan masyarakat yang melewati Hutan Shan Chani.


Dari pengiriman prajurit banyak, Prajurit Elit hingga para jawara dan jagoan yang sudah di kerahkannya tapi usaha itu tidak membuahkan hasil, malah siapa pun yang di kirim oleh Pimpinan Kota Shan Shan berhasil di bunuh dan di bantai oleh kawanan Bandit Tengkorak Hitam.


Kewaspadaan itulah yang sedang mereka lakukan. Karena tidak menuntut kemungkinan ini juga salah satu cara yang di tempuh untuk menghancurkan kelompok mereka.


"Apa kau tidak dengar apa yang aku katakan? Aku punya bisnis dengannya? Cukup kalian mengatar aku ketemu dengannya?" ucap Ling Ba Tin dengan ekspesi datarnya.


"Kalau kami tidak mau! Kau mau apa? Ck, kamu tidak bisa memaksa kami! " ucap lelaki kurus tersenyum sinis.


Ling Ba Tin sudah tidak sabar dengan tingkah dan sikap para komplotan Bandit Tengkorak Hitam. "Bodoh! Benar - benar bodoh! Aku datang dengan tujuan bisnis, mau menyewa tenaga kalian! Aku akan membayar kerja kalian!"


Selesai berbicara Ling Ba Tin dengan sigap langsung saja menangkap pergelangan lelaki yang menodongkan pedang padanya.


HAP---


Di pelintirnya tangan itu hingga pedang yang di pegangnya terlepas dari genggaman tangan lelaki itu. Kemudian dengan gerakan yang cepat di tendangnya lelaki itu hingga melayang tubuhnya menabeak pohon yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


BRUUUUK


"Brengseeeeek! Beraninya kau menyerang dan melukai salah satu teman kami! Ck, ternyata kamu mau membohongi kami! Seraaaaang!" ucap salah satu bandit yang berdiri tak jauh dari Ling Ba Tin.


Mendengar seruan dari temannya untuk menyerang. Tiga orang bandit yang posisinya paling dekat dengan Ling Ba Tin langsung melompat menyerang.


Ke tiganya bersamaan mengayunkan senjata dari tiga arah yang berbeda. Ling Ba Tin yang melihat hal itu tidak tinggal diam. Dia segera saja mengedarkan Auranya menyelimuti seluruh tubuhnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...