
Serangan yang telah dilancarkan oleh Ling Ling bertabrakan dengan pagar aura yang diciptakan oleh pengawal 1.
WHUUUUS
BRAAAAK
Pisau angin yang dikendalikan oleh Ling Ling setelah bertabrakan dengan pagar aura menjadi hancur dan lebur. Pada saat itu kilatan cahaya serangan dari pengawal 2 mengarah pada Ling Ling.
WHUUUS TAP---
Dengan sigap Ling Ling segera melompat ke samping untuk menghindari serangan yang datang tiba-tiba itu. Ling Ling langsung saja memasang kuda- kuda siap kembali menyerang ke dua pengawal itu.
" Hebat juga kau bisa bertahan melawan kami berdua! Itu berarti kemampuanmu bisa juga diperhitungkan. Tapi itu berguna bila menghadapi orang lain tapi tidak untuk kami berdua. Karena levelmu masih jauh dibawa kami!" ucap pengawal 2 apa adanya kepada Ling Ling.
" Ohh.. Benarkah! Sayangnya itu tidak akan pernah berlaku untukku! Level tinggi bukan jaminan untuk menang melawan diriku!" ucap Ling-Ling dengan bersungguh-sungguh.
" Sombong!" ucap kedua pengawal itu secara bersamaan. Mereka tidak menyangka apabila gadis cantik yang menjadi lawannya itu begitu percaya diri akan kemampuannya.
" Kenapa kalian malah banyak omong? Yang aku mau, kalian itu segera beri pelajaran pada perempuan sialan itu!" ucap Jiang Fuyan kepada kedua pengawal pribadinya itu.
Mendapat teguran langsung dari majikannya yaitu Jiang Fuyan kedua pengawal itu makin serius untuk bertarung dan juga meningkatkan daya serangnya.
Kedua pengawal itu tidak bisa terus-terusan menggunakan tangan kosong untuk melawan Ling Ling. Pengawal 1 berinisiatif mengambil senjatanya dari kantong penyimpanan, hal itu juga diikuti oleh pengawal 2.
Sedangkan Ling Ling pun tidak mau ketinggalan, dia juga mengambil pedang pemberian dari Yuan Long, yang selama ini di simpannya di dalam cincin dimensi.
Begitu pedang sudah berada di tangan Ling Ling, "Aih... ketajamanmu kembali diuji. Setajam apa dirimu? Tunjukkanlah padaku! Hehe..."
" Cantik-cantik sudah gila! Pedang benda mati, pedang di ajak bicara!" kata pengawal 1 sambil geleng kepala melihat Ling Ling.
Ling Ling berlari zig zag dengan cepat dan gesit mendekati lawannya, di arahkan pedangnya menyerang ke arah ulu hati dari pengawal 1.
WHUUUSH
BUUK
Ling Ling pun menangkis tendangan yang datang dengan mengerahkan tendangan kirinya berhadapan langsung dengan kaki kanan pengawal 1.
BRAAAAAK
Bunyi benturan kedua kaki saat beradu. Baik penjaga satu maupun Ling Ling merasakan kakinya kesemutan dan ngilu.
Pengawal 2 memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang Ling Ling. Pedang yang ada di tangannya di beri benang aura dan kemudian di lemparkan kepada Ling Ling.
WHUUUUS
Pedang itu meluncur dengan cepat dan ganas berusaha menikam tubuh Ling Ling. Melihat serangan datang Ling Ling segera saja melompat menghindar dan hinggap pada pegangan tangga kayu.
WHUUUS TAP----
Pedang pengawal 2 langsung saja berbalik arah dan kembali memburu serta menyerang Ling Ling karena di kendalikan oleh benang aura yang berpusat pada jari telunjuk pengawal 2.
Pengawal 1 ikut membantu menyerang. Sekarang Ling Ling diserang dari dua arah yang berbeda. Sementara itu, Yuan Jing anak buah dari Yuan Long yang mendapatkan tugas menjaga dan melindungin Ling Ling selama Yuan Long pergi.
Secara diam -diam melihat pertarungan itu dari jauh. Pandangannya tak lepas sedikit pun dari pertarungan itu, Yuan Jing melihatnya dengan sangat serius.
Yuan Jing sedang berpikir, apakah harus turun tangan apa tidak membantu Ling Ling dalam menghadapi musuhnya.
Bagaimana tidak ragu karena selama ini Ling Ling tidak pernah meminta bantuan kepada Yuan Long , dan selalu berhasil mengatasi masalah yang dihadapinya tanpa tergantung orang lain.
" Tolong tidak ya! Tapi kalau sampai terluka dan tidak aku bantu, Tuan Yuan Long pasti bakal menghukumku. Dengan hukuman yang sangat berat!" gumam Yuan Jing bergidik ngeri membayangkan hukuman yang harus di terimanya bila sampai Ling Ling terluka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...