Ling Ling

Ling Ling
Bab 107



Selesai berkata Ling Ling melangkahkan kakinya pergi dari kamar Ling In Chuan. Karena tidak ada lagi urusan yang harus dikerjakan langsung saja Ling Ling meninggalkan Paviliun Roseling.


Ling Ling kembali ke Paviliun Homeling. Dia mau mengajak salah satu dari pelayannya untuk menemaninya belanja bahan obat.


"Ling Chi, apa pekerjaanmu sudah selesai?"


"Sudah Nona Ling. Apakah ada pekerjaan lain yang mau Nona limpahkan kepada saya?"


"Aih ... Aku bukan mau memberimu tugas! Aku ingin kau menemaniku belanja keperluan bahan obat ke pasar! Karena beberapa bahan obat, stok yang aku punya sudah habis!"


"Ohh... Tunggu sebentar ya nona! Saya akan memberitahu dulu pada Ling Yun. Kuatirnya nanti dia mencari saya!" ucap Ling Chi.


Ling Chi langsung pergi meninggalkan Ling Ling, 5 menit kemudian Ling Chi kembali lagi ke hadapan Ling Ling.


" Nona saya sudah siap! Kita pergi sekarang!"


Ling Ling menganggukkan kepalanya. Mereka berdua langsung menuju kandang kuda, karena di sanalah sais kuda berada.


Karena sebelumnya tanpa pemberitahuan kalau mau keluar, sehingga mau tidak mau kalau menginginkan keluar dari kediaman Ling, harus mendatangi kandang kuda untuk memesan kereta kepada sais untuk segera disiapkan.


"Siapkan kereta untukku sekarang? Aku mau keluar!" Perintah Ling Ling pada sais muda.


"Baik Nona!" jawab sais kereta dengan buru -buru nyiapkan kereta kuda untuk Ling Ling.


Begitu kereta sudah siap Ling Ling dan Ling Chi langsung saja naik ketera Kudanya.


"Buka pintu gerbangnya! Saya membawa Nona Ling!" ucap sais kereta kepada para penjaga gerbang.


Tak berapa lama kemudian pintu gerbang kediaman keluarga Ling di buka, dan kereta yang di tumpangi oleh Ling Ling segera meluncur. Pada saat persamaan seorang penjaga memandang tajam kereta kuda yang lewat itu. Dan tanpa sengaja mata penjaga itu bentrok dengan mata Ling Ling.


(" Orang itu! Pemilik aura negatif! Kenapa aku merasa tidak tenang! Aku belum sempat mencari tahu tentangnya! Tapi aku memiliki firasat yang tidak baik tentangnya!") Pikiran Ling Ling.


"Hehe.... Mangsa kami keluar kandangnya! Saatnya melakukan tugas dari pimpinan Bandit Tengkorak Hitam! Sekarang saatnya aku akan menghubungi mereka yang telah meninggalkan markas!" gumam lirihnya.


Penjaga gerbang itu tak lain adalah anggota Bandit Tengkorak Hitam. Komplotan penjahat yang disewa oleh Ling Ba Tin.


Anggota Bandit itu menggunakan Pin Jiwa untuk berkomunikasi dengan Anggota bandit yang lainnya.


" Hai Kau, Tang Talun kenapa senyam senyum sendirian seperti itu?" tanya penjaga satu kepada rekannya itu.


"Kita ini sedang bertugas! Jangan berpikir yang macam-macam? Jalankan saja pekerjaanmu dengan sungguh- sungguh jangan bikin lalai?"


(" Brengseeek! Beraninya dia menegurku seperti ini! Awas saja! Akan aku balas kau! Tungguh saja bila aku berhasil jalankan misi dari pimpinan!") kata hati Tang Talun tidak terima di nasehati oleh orang yang di pandang sebelah mata olehnya.


" Maaf, maaf aku akan lebih bertanggung jawab lagi dalam menjalankan tugas!"


" Nah begitu baru benar! Ayo sekarang kita tutup pintu gerbangnya!"


Kereta kuda yang membawa Ling Ling sudah setengah perjalanan menuju pasar. Ling Chi yang melihat nonanya diam saja dari tadi, berinisiatif berbicara lebih dulu, "Nona Ling kenapa anda diam? Apakah ada yang tidak beres?"


"Yup... Perasaanku sedang tidak tenang! Firasat ku mengatakan kita nanti akan ada masalah! Tapi apa aku tidak tahu! Yang jelas kau harus berhati - hati!"


" Ehh... Apa Nona? Nona Ling jangan bikin saya takut? Tapi... Hehe Nona sudah mengajari saya. Walaupun sedikit, bisa koq dipakai untuk menjaga diri?"


" Jangan terlalu tergantung sama orang lain! Untuk dirimu sendiri, Kau harus bisa menjaga diri agar kau tidak diremehkan oleh orang lain ."


Mereka berdua berbincang-bincang sampai tak terasa sudah sampai tujuan. Sais kereta memberitahu Lung Ling.


" Nona Ling, maaf! Sudah sampai pasar! Mau saya bawa langsung ke toko yang menjual aneka sumber daya atau bagaimana?"


"Tidak perlu, turun sini saja! Kami akan jalan kaki saja! Sekalian kami ingin melihat suasana!" ucap Ling Ling kepada sais kereta.


Ling Ling dan Ling Chi turun dari kereta kuda, menatap deretan toko yang ada di hadapannya. "Emm Nona Ling... Apakah kita bisa juga melihat- lihat beberapa toko selain Toko Sumber daya?"


"Haha .. Tentu saja boleh! Mumpung kita di pasar sekalian juga mencari kebutuhan yang lainnya!"


"Nona, Lihat itu? Kenapa ramai sekali? Bisakah kita melihatnya sebentar? Saya penasaran sekali! Kelihatannya ada sesuatu yang sangat menarik! " ucap Ling Chi kepada Ling Ling sambil matanya menatap terus pada sekumpulan orang yang saat ini sedang bergerombol.


Ling Ling menghela nafas panjang. Melihat Ling Chi begitu antusias jadi tidak tegak bilang tidak. Akhirnya Ling Ling menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.


Ling Chi langsung tersenyum lebar, matanya pun berbinar begitu melihat jawaban yang diberikan oleh Ling Ling. "Terima kasih Nona Ling! Ayooo..."


Ling Ling mengikuti Ling Chi dari belakang untuk melihat keraimaian yang ada di pasar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...