Ling Ling

Ling Ling
Bab 27



" Maaf bila kehadiran saya mengganggu Tuan sekalian. Maaf bila kehadiran saya membawa Anda sekalian kecewa, tapi ini berita tidak bisa menungguh lebih lama lagi!" ucap kakek tua itu.


"Hem... Katakan saja tidak usah berbelit- belit? Jangan buang waktu kami percuma!" ucap Dong Law tak sabaran.


Dong Li Ban kembali berbicara, "Tuan, semua properti yang kita miliki yang ada di kota Shan Shan telah terbakar! Tidak ada yang tersisa tinggal puingnya saja."


"Apa? Bagaimana mungkin? Semuanya?" tanya Dong Ye Buchu tak percaya.


"Iya Tuan! Semuanya hangus terbakar! Tidak ada yang tersisa tapi tidak ada korban jiwa maupun terluka!" ucap Dong Li Ban mengulang.


"Tidak mungkin semuanya? Jelaskan apa saja yang sudah terbakar dan dimakan api itu?" tanya Dong Irelu.


"Semuanya Tuan, 5 pavilium, 12 Toko, 3 gudang pangan, 2 kandang kuda dan kudanya juga kabur semua hanya ada 2 kuda yang bisa di tangkap!" ujar Dong Li Ban menerangkan.


"APAAAA?" ucap semua anggota keluarga Dong bersamaan. Terkejut dan tercengang itulah yang mereka alami.


"Bagaimana bisa terbakar saat bersamaan? Ini pasti sudah direncanakan? Ini sebuah konspirasi yang diarahkan kepada keluarga Dong Kita?" Ucap Dong Dadalu.


" Ini jelas dilakukan oleh orang yang sangat membenci keluarga kita? Masalahnya kita tidak tahu apa ini ulah keluarga Ling atau pihak lain kita tidak bisa asal tebak saja harus ada bukti?" ucap Dong Ye Buchu.


Tak lama kemudian kepala pelayan menghadap pada Kepala Keluarga Dong. "Tuan, ini ada surat di bawa oleh burung merpati dari Kota Shan Balsan dan juga dari kota Shan Conglu."


"Apa ada kabar yang tidak menyenangkan lagi? Apa keluarga kita terkena kemalangan kembali?"


Dong Ye Buchu tidak menjawab dia menyerahkan ke dua surat itu kepada Dong Irelu. Begitu kedua surat di buka dan di bacanya bergantian seketika wajahnya pucat dan memutih.


"Tidak, tidak, tidak, pasti ada yang salah dengan surat ini? Pasti semua ini tidak benar? Mereka pasti salah kirim berita?" ucap Dong Irelu.


"Sebenarnya ada kabar apa? Berita apa yang membuat kalian seperti itu?" ucap Dong Dadalu sambil berjalan menghampiri saudaranya dan mengambil surat yang masih ada di tangan Dong Irelu kemudian membacanya dan surat itu tak lama kemudian jatuh dari tangan Dong Dadalu.


"Kenapa dengan kalian? Seolah langit runtuh saja! Apapun itu kita hadapi sama -sama? Hai.. Ada apalagi Kenapa di luar terdengar ramai sekali?" ucap Dong Ye Ding melangkah membuka pintu dia melihat ada para pelayan berlarian.


Dia memanggil pelayan yang paling belakang. "Hai ... Kamu kemari?" Pelayan itu dengan cepat mendekat, "Ada apa Tuan?" Kenapa ramai sekali dan kalian pada berlarian?" tanyanya kepada pelayan itu. "Itu Tuan kandang kuda kita dan gudang tempat penyimpanan telah terbakar! Kami sedang berusaha memadamkan api agar tidak melambat ke bagian yang lain?" jawab pelayan itu.


"Apa? Bagaimana bisa ada kelalaian sebegitu besar? Cepat kamu pergi bantu yang lainnya!" ucap Dong Ye Ding.


Dia masuk kembali ke dalam kamar dan menyampaikan kabar tentang kandang kuda dan gudang penyimpanan kepada saudara dan anggota keluarga Dong yang lainnya.


**********