
Usai berkata Tabib Hang tersenyum menyeringai dan tangannya mulai berada di area bibir bawah menyelinap masuk lewat hangfu yang longgar.
"Jangaaaan! Jangan aku mohon. Hentikaan! Hentikan Tua bangka keparat! Kau tidak boleh menyentuhnya. Sudah cukup bagian atas aja yang kau kuasai tidak untuk yang bawah situ. Itu terlarang buatmu tua bangka," Pikiran Ling In Chuan.
Tangan Tabib tua Hang makin berani dan nakal di sana tidak hanya meremas tapi juga menusuk- nusukkan jari tangannya makin ke dalam. Senyum mesum tercetak terus di wajah jelek tabib tua Hang dan tidak luntur sama sekali.
"Hehe... Akhirnya aku bisa menjelajahi juga hutan rimbunmu! Aku sudah menanti saat - saat seperti ini. Dulu ini pantangan dan terlarang buat diriku tapi sekarang sudah tidak lagi karena pintunya telah terbuka lebar jadi bisa bebas !" ucap Tabib Hang sambil memandang lurus mata melototnya Ling In Chuan.
Kemudian tangan Tabib Hang melepas penutup yang menutupi area hutan rimbun. Sehingga sekarang Tabib Hang leluasa melihat dan memandang hutan rimbun tersenbut.
Tak berapa lama kemudian wajahnya mendekat ke area hutan rimbun dan akhirnya terbenam di sana dan bermain sesuka hatinya.
"Tidaaaak! Brengseeek! Sialan kau Tua bangka keparat! Aku tidak mauuuu! Tidak sudiii! Kamu itu tua, kamu itu jelek, kamu itu pendek, kamu itu dekil, tidak pantas dan juga tidak layak menyentuh diriku."
Tak lama kemudian Tabib Hang menghentikan aksinya membenamkan wajah dia area hutan rimbun. Kemudian dia berkata, "Aku sudah lama menginginkan ini tapi tidak bisa aku lakukan karena kamu masih tersegel! Tapi aku benar - benar sangat teramat menginginkannya. Makanya aku harus membuat rencana, tidak masalah bagiku tidak dapat yang pertama karena aku mencari amannya."
Ling Ling yang mendengar lewat jangkrik atas apa yang di katakan oleh Tabib Hang jadi faham kalau pelayan muda itu telah di jebak oleh tabib sebagai tumbal agar rencana dan keinginan tabib tercapai. Dan Faktanya rencana itu telah berjalan mulus tidak akan ada yang tahu kalau dalang sesunggunya adalah tabib tua Tabib Hang.
"Apaaaa? Tidaaak! Jadi ini semua rencanamu tua bangka? Jadi pelayan itu sengaja kau korbankan untuk mencapai tujuanmu! Tapi bagaimana caranya tua bangka ini memperdaya pelayan sehingga nekat menyentuh dan memperkosa diriku?" Pikiran Ling In Chuan.
"Kau pasti ingin tahu dan penasaran bagaimana hal itu bisa terjadi? Semuanya gara - gara ini minuman yang di minum oleh pelayan Ling Raylan karena aku telah mencampurnya dengan ramuan khusus yang membangkitkan nafsu laki -laki. Dan kenapa aku tidak terpengaruh badahal waktu itu sama- sama minumnya karena diriku sudah meminum penawarnya lebih dahulu!" ujar Tabib Hang panjang lebar.
Kemudian tabib tua itu mulai melepaskan pakaian yang di kenakannya sekarang tak ubahnya seperti seorang bayi yang baru lahir. Tabib tua Hang mulai melangkahkan kaki mendekati Ling In Chuan yang pakaiannya juga sudah kedodoran terbuka sana sini.
"Sudah malam semua sudah istirahat, sekarang waktu untuk meminta bayaran pribadi darimu karena aku telah merawatmu!" sambil tersenyum mesum tabib mulai naik ke atas ranjang.,,
"Tidaak tua bangka , aku tidak mau, jangan, hentikan...hik ..hik
"Hehe... Tadi Pagi kau dengan Ling Raylan si pelayan dan itu tidak lama karena keburu aku dan seorang pelayan wanita telah melihat dan menghentikan permainannya. Haha.. Sekarang ketika malam dingin kau akan melakukannya dengan diriku. Kita akan melakukannya sampai aku puas, kalau perlu sampai pagi! Hihi..."
Usai bicara tabib tua Hang langsung menerkam Ling In Chuan tanpa ampun, tanpa ada rasa kasihan yang ada adalah nafsu menyalurkan hasrat yang sempat tertundah sekian lama.
Ling Ling yang melihat semua kejadian yang saat ini sedang terjadi dengan Ling In Chuan memutuskan koneksinya dengan jangkrik yang masih ada dalam kamar Ling In Chuan. Mana mungkin Ling Ling sudi menjadi penonton dan menyaksikannya sampai akhir.
"Tabib tua itu benar - benar rubah, licik dan cerdik sekali. Dia mampu memperdaya semua orang! Tabib tua itu sangat pandai berkamuflase! Kalau tidak mendengar sendiri aku pun tidak akan percaya!" ucap Ling Ling sambil duduk di ranjang.
"Lagian sampai kapan perbuatan bejat tabib Hang tidak akan ketahuan sama keluarga pasien? Cepat atau lambat pasti ketahuan! Entah siapa kelak yang akan membongkar tabiat menyimpangnya ini!"
" Ehem... Ehem... Ehem..."
Ling Ling menoleh ke arah suara dan menemukan seorang pemuda tampan sedang berbaring terlentang di ranjangnya.
" Yuan Looong! Sejak kapan kau ada di kamarku? Dan kenapa berbaring di ranjangku?" tanya Ling Ling pada pemuda tampan itu.
"Dari tadi ngoceh sendiri? Aku dari tadi di sini diamkan saja? Dianggap tidak ada? Teganya..." ucap Yuan Long sedikit Protes pada Ling Ling.
"Yuan Long BANGUN! Kau tidak boleh ikutan tidur di sini! Tidur di kamarmu sendiri? Ayo.." ucap Ling Ling sambil menyeret badan Yuan Long sampai tepi ranjang.
Gerakan tiba - tiba Yuan Long bangkit dan memutar telah mengubah posisi, bukan dirinya yang berada di tepi ranjang tapi badan Ling Ling dan sekali dorong Ling Ling kini telah terlentang di ranjang.
Yaun Long langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Ling Ling dan juga mengunci pergerakannya sehingga Ling Ling tidak berdaya. Kedua tangan Ling Ling kini dipegang satu tangan kiri Yuan Long di atas kepala.
Tangan kanan Yuan Long Kini memegang rahang Ling Ling kedua mata mereka berdua saling bertatapan. Kemudian Yuan Long menunduk dan mencium Ling Ling dengan lembut.
Ciuman Yuan Long makin lama makin menuntut. Bukan lagi lembut tapi menjadi liar dan agak ganas , Ling Ling yang sejak awal berusaha melepaskan diri dari kungkungan Yuan Long sedikit tegang dan panik.
AUUUCHH
Akhirnya Ling Ling menggigit bibir bawah Yuan Long dengan kerasnya. Bibir Yuan Long sakit dan berdarah itulah yang membuat Yuan Long secara refleks melepaskan cumbuannya. Dan mengaduh kesakitan sambil menyentuh bibirnya. Kuncian yang dia lakukan pada Ling Ling jadi longgar dan kesempatan ini tidak di sia- sia kan oleh Ling Ling langsung menendang panghal paha Yuan Long.
AUUUCHH...
Yuan Long teriak kesakitan dan memegang asetnya yang baru saja di tendang oleh Ling Ling.
"Ini Aset masa depanmu! Kenapa malah kau lukai? Aset ini nantinya dipakai untuk mencetak Ling Ling kecil dan Yuan Long Kecil."
********