
Kabar yang di sampaikan oleh Tabib Hang membuat Ling In Chuan merasa dunianya benar- benar hancur berkeping -keping tanpa sisa. Harapan yang semula di milikinya untuk bisa lepas dan terbebas dari Tabib Hang malah berbalik 100 % .
Ling In Chuan awalnya sangat mengharapkan perbuatan dan tindakan bejat Tabib Hang di ketahui oleh ayahnya Ling In Wurong. Kalau Ling In Wurong tahu, jelas tabib Hang akan mendapat balasan yang setimpal yaitu disiksa dan akhirnya di bunuh sebagai hukumannya.
Tapi sekarang, jangankan bebas lepas dari tabib tua Tabib Hang , ayahnya Ling In Wurong pun kini sangat tergantung nasibnya pada tabib tua Tabib Hang.
"Sekarang Tuan Ling Ba Tin sedang mengurus pemakamam Kakakmu Ling Yuyu. Dan kamu Ling In Chuan, sudah jangan menangis lagi. Mau gimana lagi relakan saja?" ucap tabib tua tabib Hang sambil menghapus air mata Ling In Chuan yang mengalir di ke dua pipinya.
"Dasar tua bangka, kakak aku mati, harapanku sirna, sakit hati dan dendamku kepada dirimu dan juga kepada Ling Ling tidak akan perna bisa terbalaskan." ucap Ling In Chuan dalam hati.
" Semua telah terjadi, jadi terima dan jalani saja. Tapi kau jangan Kwatir! Hehe....Ada aku Tabib Hang, Yang menemanimu dan selalu di sisimu. Agar kau tidak sedih aku akan menghiburmu! Hehe..."
Selesai berkata Tabib Hang langsung saja menyambar bibir Ling In Chuan yang bergetar. Dan tangannya langsung menarik tali hanfu yang di kenakan oleh Ling In Chuan. Begitu tali terlepas tangan itu langsung menuju kedua gunung indah milik Ling In Chuan.
"Brengseeeek, kau tua bangka! Laknaaaat! Aku lagi bersedih dan berkabung! Bisa - bisanya kau malah menyentuhku dengan dalih menghiburku! Aahhhh..." Luapan emosi Ling In Chuan atas perbuatan Tabib Hang.
Kedua tangan itu aktif beraba dan meremas. Tak lama kemudian wajah tabib Hang pindah ke dada. Tabib Hang pun menjelma menjadi bayi yang sangat kehausan seolah sekian lamanya tidak mendapatkan minum.
Setelah puas bermain di bagian atas tabib tua Hang kembali lagi pindah lebih ke bawah lebih tepatnya bibir bawah.
Tak lama kemudian Tabib Hang merenggangkan kedua kaki Ling In Chuan sehingga ular tabib Hang langsung bisa leluasa masuk gua indah milik Ling In Chuan.
Disaat sedang asik -asiknya di atas tubuh Ling In Chuan tiba- tiba pintu kamar Ling In Chuan terbuka. Dan sosok yang membuka pintu yang masuk itu langsung mematung dan terbelalak melihat memandangan yang ada di hadapannya itu.
"Ohh... Tuan Ling Ba Tin! Kenapa beng'ong? Tutuplah pintunya! Kau tidak mau hal ini sampai di ketahui oleh orang luar bukan?" ucap Tabib Hang sama sekali tidak takut aksi bejatnya telah di pergoki oleh kepala pelayan keluarga Ling.
Ling Ba Tin tersadar dari keterkejutannya saat mendengar tabib tua Tabib Hang berbicara. Dia pun mulai berteriak, "KAUUU, KAUUU , KAU APA YANG TELAH KAMU LAKUKAN TABIB HAANG?"
"Ling Ba Tin... , Akhirnya ada yang menolongku! Sekarang berbuatan bejat dan laknat yang di lakukan tabib Hang telah di pergoki! Haha..Tak lama lagi aku bebas! Dan kau tabib Hang akan mampus!" ucap Ling In Chuan bahagia akhirnya dirinya bisa bebas terrlepas dari tabib Hang.
Dengan santainya Tabib Hang menjawab perkataan dari Ling Ba Tin, "Jangan berteriak, yang membuat para pelayan tahu, apa yang terjadi di dalam kamar? Kau tidak dengar apa yang ku katakan? Tutup pintunya!"
Tabib Hang mempercepat tempo permainannya dan tak lama kemudian dia bergetar sesaat setelah menumpahkan bisa ularnya dalam gua indah milik Ling in Chuan.
Perlahan bergerak turun dari atas tubuh Ling In Chuan. Kemudian duduk di ranjang samping tubuh Ling In Chuan sambil menatap Ling Ba Tin. Tidak ada rasa ketakutan apa lagi panik dari Tabib Hang telah ketahuan kelakuannya .
"Beraninya kau memenyentuh Nona Ling In Chuan? Teganya kau tabib Hang menikmati tubuh Nona kami. Kau telah mengkhianati kami!" ucap Ling Ba Tin emosi setelah menutup pintu kamar.
"Tuan Ling Ba Tin... Tidak ada gunanya marah. Semua sudah terjadi dan yang aku lakukan ini juga untuk menghibur Ling In Chuan yang teramat sedih! Aku tidak tega melihatnya .." ucap Tabib Hang.
" Apaaa? Yang benar saja. Kau hanya mencari alasan! Ck, kau itu sudah tua! Sadarlah dengan umurmu? Nona Ling In Chuan seumuran dengan anakmu! Teganya kau berbuat itu padanya!" ucap Ling Ba Tin marah tidak terima.
...****************...