
Ling Ling pun kembali mencari toko yang menjual bahan obat untuk bisa mendapatkan 2 item tersisa. Karena dirinya tidak mungkin kembali tanpa kedua bahan obat tersebut.
Dan kebetulan tidak jauh dari Toko Sumber Daya ada toko bahan obat yang lain dan itu hanya melewati 3 toko saja. Tanpa mau membuang waktunya dengan percuma langsung saja Ling Ling mengajak Ling Chi ke toko itu.
"Tuan, apakah di di toko ini masih ada Astragos dan Jahe Merah?" tanya Ling Ling pada penjaga toko.
"Ada Nona! Jahe Merah dan juga Astragos masih banyak sekali persediaannya di toko kami ini. Berapa banyak yang Nona perlukan?" tanya penjaga toko kepada Ling Ling.
"Tidak banyak, saya hanya butuh sedikit saja!" jawaban Ling Ling atas pertanyaan dari penjaga toko Manjur sambil memberikan catatan jumlah yang di butuhkannya.
Penjaga Toko Manjur itu membuka dan membaca isi catatan yang di berikan oleh Ling Ling sambil kepalanya mengangguk- angguk. Tak lama Kemudian terdengar suara penjaga Toko, "Nona tungguh sebentar! Saya akan segera siapkan barang yang anda butuhkan itu.
Ling Ling pun menungguh penjaga toko Manjur mengambilkan barang pesanannya. Tak perlu menunggu waktu lama. Barang pesanan yang dibutuhkan oleh Ling Ling telah dibawa oleh penjaga toko Manjur.
" Berapa harganya kedua bahan obat itu? " tanya Ling Ling.
"Semua 500 koin emas Nona! " jawab penjaga toko Manjur.
Ling Ling mengambil uang dari cincin dimensinya kemudian dia serahkan koin emas ifu kepada penjaga toko Manjur
Penjaga itu menerima koin emas dari Ling Ling dengan mata berbinar. " Terima kasih, Nona telah membeli barang dari toko kami! Jangan bosan membeli barang dari toko kami! Kami jamin kualitasnya tidak akan perna mengecewakan pelanggan kami!"
Ling Ling tidak menjawab ucapan dari oelayan toko Manjur, dia cuma menganggukkan kepalanya kemudian dia mengajak Ling Chi meninggalkan Toko Manjur.
"Matahari terik sekali! Membuatku jadi merasa haus! Ayo kita cari kedai minum?" ucap Ling Ling kepada Ling Chi.
"Iya Nona Ling, haus! Siang ini panas banget! Mataharinya tidak mau bersahabat!"
"Kita masuk kedai minum di depan sana! Ayo buruan ke sana! Kelihatannta pengunjungnya juga banyak! Kemungkinan minuman yang disajikannya sangat nikmat!"
Keduanya saat ini ada di kedai minum. Dan benar saja pengunjungnya berjubel. Tidak tahu apakah karena minuman yang ada di kedai itu memang nikmat ataukah orang -orang disana sama halnya dengan Ling Ling dan Ling Chi karena haus akibat cuaca yang panas sekali.
Baik Ling Ling maupun Ling Chi sama -sama melihat sekitarnya adakah tempat yang kosong yang bisa mereka pakai. Tapi apa yang mereka lakukan juga di lakukan oleh para pengunjung yang baru sampai kedai minum.
"Aih..., tidak masalah Ling Chi! Aku tidak keberatan sama sekali! Kita sudah ada di sini, jadi menungguh sebentar lagi jga tidak apa- apa, tidak akan jadi beban?" ucap Ling Ling bersungguh -sungguh.
Pucuk di cinta ulam pun tiba. Tak lama kemudian dua orang pengunjung yang ada di depan Ling Ling berdiri dan meninggalkan tempat duduknya.
Segera saja Ling Ling dan Ling Chi bergerak mendekat. Bersamaan dari arah samping juga ada dua orang mendekat ke tempat yang di tujuh oleh Ling Ling. Tapi karena Jarak Ling Ling lebih dekat sehingga Ling Ling dan King Chi tiba lebih dulu dari pada ke dua orang itu.⁸
Dan baru saja Ling Ling bersama dengan Ling Chi mau duduk. Tiba -tiba saja meja Ling Ling di gebrak oleh dua orang lelaki kekar dengan tampang sangar.
" Setelah melihat kami berdua. Kenapa kalian berdua tidak juga menyingkir? Beraninya kalian berebut tempat duduk dengan kami? Apa kalian tidak tahu siapa kami? Itukah sebabnya kalian berani melawan kami berdua?"
Ling Ling menarik nafas panjang, berusaha meredam emosinya. Ke dua orang ini memang sengaja membikin gara-gara dengan dirinya. Apa mereka pikir Ling Ling takut dengan mereka.
" Kenapa kami harus menyingkir? Kami lebih dulu sampai! Itu berarti tempat duduk ini bisa juga ditempati oleh kami! Kalianlah yang seharusnya menyingkir! Carilah tempat duduk yang lain. Siapa yang cepat maka dialah yang akan mendapatkannya!"
Ucap Ling Ling tanpa takut sama sekali kepada dua orang lelaki kekar yang bertampang sangar itu. Beraninya dua orang ini menggertak dirinya.
Salah satu dari dua lelaki bertampang kasar tiba - tiba saja melayangkan pukulannya pada Ling Ling.
WHUUUUS
Ling Ling menghindar kesamping kanan tepat waktu, sehingga serangan itu mengenai tempat yang kosong, kalau tidak bisa - bisa ada cap lima jari dari lelaki kekar tanpang sangar di pipi halus dan putih itu.
TAP------
" Brengseeek! Beraninya kau memukul diriku? kau akan membayarnya sangat mahal..." ucap Ling Ling tidak terima.
"Haha... Tentu saja aku berani memukul? Siapa kamu sampai membuat diriku tidak berani? Tapi sayang tadi meleset!" ucap orang bertampang sangar 1 kecewa karena tidak berhasil membuat Ling Ling terluka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...