
Ling Ling hanya bisa mengepalkan tangannya, mau tidak mau ya terpaksa menerima putusan yang telah di ambil Yuan Long.
Ling Ling langsung berjalan ke arah Pavium Roseling. Dia mau mengunjungi Ling In Chuan. Pavilium Roseling begitu sepi, tidak ada aktifitas sama sekali.
Ling Ling berjalan ke kamar Ling In Chuan. Akhirnya Ling Ling berdiri di pintu yang tertutup rapat. Di angkat tangannya untuk mengetuk pintu kamar.
TOK TOK TOK
Pintu kamar telah di buka dari dalam. Terdengar suara bentakkan dan teriakan dari dalam kamar Ling In Chuan.
"Kenapa ngetuk pintu? Beraninya mengganggu? Kau mau dapat hukuman?"
Tabib Hang mematung di tempatnya. Apa lagi pakaiannya telah kedodoran. Dia shock tidak tahu apa yang harus dilakukan, saat tahu siapa tamu yang datang tak di undangnya ini.
"Siapa yang datang? Siapa yang telah berani mengganggu kesenanganku? Rupanya dia milih mati?"
Ling Ling masuk begitu saja. Dia melewati tabib Hang yang masih mematung di depan pintu kamar. Ling Ling kini bisa melihat dan tahu Ling Ba Tin dan tabib Hang dalam kamar Ling In Chuan yang terkunci itu.
Apa lagi saat ini kondisi Ling Ba Tin yang masih bertelanjang dada. Sedangkan hanfu milik Ling In Chuan telah berserahkan di bawah ranjang.
"Aku Ling Ling Nona Pertama keluarga Ling pusat yang datang! Lancang...! Kau berani teriak padaku! Kau berani menghukumku! "
Ling Ba Tin kaget, Dia sangat terkejut dengan kehadiran Ling Ling yang tiba- tiba ada di kamar Ling In Chuan.
"Ck, ck, ck Aku tidak menyangka bisa melihat pemandangan ini. Dua orang yang sudah tua menyentuh seorang gadis muda!"
("Ling Ling ada disini! Dia telah melihat semuanya! Dia tahu, tahu kalau dua tua bangka telah berani menyentuhku! Jadi benar dia bukan dalang kemalanganku! Jangan- jangan apa kata pelayan itu benar! Bahwa ini semua adalah karmaku!") ucap Ling In Chuan dalam hati.
"Dia tidak akan perna tahu! Dia tidak akan perna percaya bila tidak melihatnya sendiri! Dan saya rasa Nona tidak usah ikut campur masalah ini! Walau Nona Ling memberitahukan hal ini, tidak akan ada yang percaya sama, Anda!"
" Ling In Chuan dan Ayahnya adalah musuh anda. Berulang kali berusaha membunuh Anda. Bodoh... Bila Anda ingin menolongnya! Seharusnya Nona Ling senang karena ada yang membantu Nona untuk membalas dendam!"
Ling Ba Tin bicara dengan percaya diri. Dia yakin apa yang di ucapkannya itu adalah kenyataan yang sebenarnya. Dan Ling Ling akan tertarik kemudian membiarkan semua seolah tidak tahu. Dan Ling Ba Tin bisa memanfaatkan permusuhan mereka bahwa ini adalah perintah Ling Ling bila terbongkar.
" Aku tidak membutuhkan bantuanmu! Apa lagi menghina harga diriku sebagai perempuan! Ck, Ck, apa kau pikir aku tidak tahu jalan pikiranmu yang pendek dan picik itu."
" Kau pikir bisa mengkambing hitamkan diriku, sebagai alasan kebejatan moralmu itu. Haha... Jangan harap!"
Ling Ba Tin cukup kaget, Ling Ling bisa menebak jalan pikirannya. Kalau dirinya akan menggunakan namanya. Bila tidak bisa menghindar dan terbongkar untuk amannya dia akan memutar balikkan fakta.
"Apa yang Anda katakan Nona? Mana mungkin saya melakukan hal itu? Saya tidak akan berani? ucap Ling Ba Tin berusaha membala dirinya.
"Kau yang bertahun - tahun melayani Ling In Wurong saja tidak segan menggigit Tuanmu!" ucap Ling Ling penuh penekanantiap katanya. "Apa lagi pada orang yang baru kamu temui!"
Ling Ling melirik Tabib Hang yang diam saja sejak tadi. " Tidak akan segan- segan untuk mengorbankannya untuk keselamatanmu sendiri!" Ling Ling menatap tajam pada Ling Ba Tin. "Orang sepertimu itu srigala berbulu domba."
Ling Ling berjalan mengambil hanfu Ling In Chuan yang berserahkan di lantai kemudian sekali gerakan hanfu itu menutupi tubuh Ling in Chuan yang telanjang bulat itu.
("Walau aku masih marah dan masih ingin Ling In Chuan menjalani hukumannya. Tapi.. Aku membutuhkan Ling In Chuan sebagai saksiku atas perbuatan Nyonya keluarga Ling pusat yang ingin membunuhku. ) ucap Ling Ling dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...