
Ke sepuluh Tuan Muda Keluarga Dong bercerai- berai Empat orang tewas, dua orang terluka parah, dua orang kondisinya sekarat, dan dua orang lagi terluka dan babak belur.
Dua orang yang babak belur adalah Tuan Muda Dong San dan Dong Bing. Keduanya hanya babak belur karena tingkat kultivasinya di atas semua Tuan Muda yang lain.
Kedua Tuan Muda itu baru saja mau mengambil pil yang ada di meja tapi sebuah bayangan berkelebat berdiri tepat di depan meja dan mengambil pil tersebut.
Kedua Tuan Muda keluarga Dong terkejut dan heran dengan kehadiran tamu tak di undang. Dan sekarang orang itu memegang pil yang mereka butuhkan.
"Berikan Pil itu pada kami? Lancang... Beraninya kamu mengambilnya! Serahkan...!" ucap Dong San pada tamunya.
"Kenapa aku harus serahkan? Siapa kalian berani memerintah diriku? Kalian tidak pantas mendapatkan pil ini!" Ucap tamu tak di undang dan menghancurkan pil tepat didepan muka mereka.
"Jangaaaan!"
"Tidaaaaak!"
"Kauuuu! Beraninya membuat masalah pada Tuan Muda Ini! Kau akan tahu akibatnya?" Ucap Dong Bing dengan muka memerah.
"Brengseeeek! Keparaaat! Bajingaaaan! Akan aku cincang tubuhmu jadi makanan anjing!" Luapan kemarahan dari Dong San.
Bagaimana Dong San dan Dong Bing tidak murka pada tamu tak di undangnya. Karena demi pil itu mereka tidak segan membunuh saudara dan teman sendiri. Dan disaat mau menuai dan mendapat hasil dari pengorbanan keluarga, darah dan keringat, tiba- tiba ada yang datang merampas dan menghancurkannya.
Dengan tenaga yang dimilikinya Dong San dan Dong Bing menyerang tamu tak di undang.
BRAAK BUUK BLAAR
Dong San dan Dong Bing terlempar dan menabrak dinding hingga hancur, badannya tergeletak bersimbah darah. Tamu tak di undang itu begitu menakutkan pancaran auranya saja bikin merinding bulu kuduk.
Tamu tak di undang itu mendekat dan berkata, "Itu balasan karena mengusik wanitaku! Kalian beruntung tidak ada luka segorespun di tubuhnya! Kalau ada aku pastikan keluarga Dong musnah hari ini juga."
Tamu tak diundang itu tak lain adalah Yuan Long. Usai bicara dengan Dong San dan Dong Bing Tuan Muda dari Keluarga Dong langsung menghilang dari tempat dirinya berdiri.
********
Kediaman Keluarga Ling
Begitu tiba di kediaman keluarga Ling. Segera saja Ling Ling mencari Ling In Wurong walaupun dari awal dirinya tahu ini semua adalah jebakan.
Tapi Ling Ling ingin memberi pelajaran kepada Ling In Wurong. Di bukanya dengan kasar pintu tempat kerja Ling In Wurong.
BRAAK
"Kenapa Kamu dobrak pintunya? Bagaimana kamu bisa ada disini? Apakah kau tidak menghadiri acara perjamuan?" Tanya Ling In Wurong beruntun kepada Ling Ling.
"Lancang kau bicara pada Nona pertama keluarga utama Ling dengan nada kasar dan tidak sopan seperti itu? Dimana etika dirimu sebagai Kepala Cabang Keluarga Ling? " ucap Ling Ling.
"......" Ling In Wurong tidak menjawab dia hanya diam dan menundukkan kepalanya. Marah tentu saja tapi sebisa mungkin di tahan agar tidak terlihat dipermukaan.
"Aku jawab pertanyaan yang kamu ajukan! Pertemuan jamuan makan malamnya sudah selesai! Aku sudah menjinakkan para Srigala yang kau siapkan! Sekarang mana bukti kerjasama antara keluarga Ling dan Keluarga Dong berikan padaku?" ucap Ling Ling sambil telapak tangannya terbuka meminta.
"Aku tidak faham maksud Nona Ling? Saya tidak menyiapkan perangkap apa pun. Kerjasama apa dengan Keluarga Dong?" ucap Ling In Wurong berusaha menghindar.
"Masih tetap tidak mengaku? Masih berusaha menghindar? Masih berharap bisa menipu? Ling In Wurong kau menguji kesabaranku?" ucap Ling Ling matanya menatap lurus duaorang yang ada di ruangan kerja itu.
Ling Ling mendekat langsung menampar dengan sangat keras ke dua pipi Ling In Wurong hingga darah keluar merembes dari bibirnya.
Pipi Ling In Wurong kini ada stempel cap lima jari di wajahnya. Kedua tangannya mengepal dengan kuat berusaha membenam emosi dan amarah.
Kepala pengurus pelayan Ling Ba Tin berbicara, "Apa yang telah Anda lakukan? Tuan Ling In Wurong mengirim Anda ke perjamuan murni karena hubungan baik dengan Keluarga Dong."
Tanpa banyak kata Ling Ling langsung saja mengalirkan aura di telapak tangannya kemudian menampar telak Ling Ba Tin. Tamparan itu membuat Ling Ba Tin menabrak dinding memuntahkan seteguk darah dan dua gigi depannya terlepas.
BRAAK AAHHH...
"Lancang sekali dirimu! Tanpa ijin dariku ikut berbicara ! Kamu pelayan rendahan mana pantas bicara padaku! Jaga etikamu!" ucap Ling Ling sarkes.
"Mana Kerjasamanya? Masih tetap keke tidak mau berikan?" ucap Ling Ling sambil berjalan ke meja kerja dan mengambil apa saja untuk di bacanya juga yang ada di rak dan di lempar ke lantai semua.
"Hentikan? Kenapa membuat berantakan dan membuang semua dukumen? " ucap Ling In wurong.
Ling Ling tetap diam dan mengambil lilin besar yang di nyalakan sebagai penerangan ruang kerja dilemparnya kearah semua dukumen yang berserahkan di lantai.
Api langsung menyala membakar semua dokumen dengan cepat karena ketika dokumen di pegang Ling Ling di beri zat kimia yang diambil dari cincin dimensinya.
"Tidaaaak! Padamkan apinya!" ucap Ling In Wurong di bantu kepala pengurus pelayan Ling Ba Tin berusaha memadamkan api tapi sia- sia.
********