Ling Ling

Ling Ling
Bab 29



"Hukum Tabib Hang, Yah! Bunuh juga dia! Lelaki tua bangkah itu memperlakukan diriku seenak hatinya." Ucap Ling In Chuan dalam hati berharap sangat pada ayahnya.


"Bagaimana saya harus mengkuhum kamu Tabib Hang, itu murni bukan kesalahan kamu? Kamu tidak bersalah di sini!" ucap Ling In Wurong mendekati ranjang anak gadisnya.


"Maaf! Maafkan ayahmu ini Ling In Chuan. Aku pastikan pelayan itu mati dengan sangat mengenaskan! Dan keluarganya juga akan mendapatkan hukuman yang setimpal juga."


"Kamu tenanglah ayah akan membalaskan sakit hatimu ini? Pelayan rendahan itu akan membayarnya berkali- kali lipat. Ayah berjanji padamu!" ucap Ling In Wurong sambil mengelus ramput putrinya itu.


Sebelum meninggalkan kamar Ling In Chuan, dia memerintahkan seorang pelayan wanita untuk memakaikan baju Ling In Chuan dan juga mengganti srprei yang ada noda darahnya di ganti sama yang baru.


********


Pavilium Homeling


Dua pelayan yang berkerja pada Ling Ling datang dengan tergesah- gesah. Mereka adalah Ling Yen dan Ling Chi. Begitu melihat Ling Ling mereka segera saja mendekat.


"Nona Ling, ada berita yang menghebohkan saat ini terjadi di Pavium Roseling. Nona Ling In Chuan telah di perkosa oleh seorang pelayan yang di tugaskan membantu tabib untuk merawatnya!" ucap Ling Chi.


"Jujur saja semula saya pikir, kelakukan dari Tabib Hang yang ketahuan, ternyata bukan! Ini tak kalah dari apa yang di lakukan tabib. Atau jangan - jangan pelayan ini melihat Tabib Hang tak senonoh dan dia meniruhnya?" ucap Ling Yen.


" Hem... Mungkin, kita juga tidak tahu! Sungguh malang nasib Ling In Chuan sudah jatuh eh..., malah tertimpah tangga jua!" ucap Ling Ling kepada pelayannya.


"Tapi saya tidak merasakan kasihkan sama sekali Nona, karena atas perintahnya dulu tiga orang penjaga telah menggilir kakak perempuan saya! Saya melihatnya! Saya menyaksikannya! Saya mau keluar dari persembunyian untuk menolong tapi kakak meminta saya bersumpah apa pun yang terjadi tidak boleh keluar dri persembunyian!" kata Ling Yen sambil air matanya membanjir mengingat kejadian na'as saudara perempuannya.


" pelayan itu sekarang ini di siksa oleh para penjaga dan Tuan Ling In Wurong menyaksikan dan memerintahkan apa saja yang harus di kakukan pada pemuda pelayan itu!"


"Hukuman apa yang akan di jatuhkan oleh Ling In Wurong selain menyiksanya sampai mati! Aku merasa Ling In Wurong Juga pasti tidak akan melepaskan semua keluarga pelayan itu!"


"Nona Ling benar! Tuan Ling In Wurong telah memerintahkan menangkap semua anggota keluarga pelayan itu! Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan keluarga dari pelayan itu sekarang?" ucap Ling Chi.


" Ya sudah... Kalian lihat dan awasi apa yang di lakukan oleh Ling In Wurong? Laporkan semuanya padaku! Aku mau melanjutkan pelatihanku kembali!" ucapnya kepada dua pelayannya itu.


Ling Yen dan Ling Chi segera meninggalkan Ling Ling untuk menjalankan tugas memata- matai Ling In Wurong.


Sedangkan Ling Ling langsung masuk ke kamar mandi menyiapkan semua keperluannya untuk melanjutkan membuka batasan auranya dengan jalan berendam lagi.


Berendam dengan ramuan yang berisi batu spiritual langka yang di hancurkan menjadi serbuk di padu dengan bunga melati langit dan bunga lidah pelangi.


Setelah semua bahan tercampur dalam bak mandi dan menunggunya selama sepuluh menit Ling Ling melepaskan semua pakaian yang telah dirinya kenakan kemudian masuk ke dalam bak mandi.


Ling Ling kemudian bersikap lotus dan memulai merilekskan badannya, " Teknik Paricara !" Ling Ling mulai merasakan rasa sakit yang teramat sangat menerjang tubuhnya.


Kulitnya terasa di iris, dagingnya seperti di sayat, tulangnya terbakar , darahnya bergejolak mendidih. Ling Ling hampir saja tak sanggup menahan semuannya ini.


Proses itu begitu lambat dan lama karena kapasitas tubuh Ling Ling masih dalam tahap penyesuaian. Perlahan tapi pasti batasan yang selama ini membatasi aura mulai perlahan - lahan bergetar dan retak.


KRAAK KRAAK PYAAR


Terdengar dari dalam tubuh Ling Ling dan itu membuat perubahan Aura di sekitar Ling Ling terhisap langsung masuk kedalam tubuh ke meridian dan mengarah menuju dantian dengan sangat cepat.


Ling Ling membuka matanya dan menarik napas panjang segera memeriksa tubuhnya, senyum gembira menghias wajah cantiknya.


"Haha... Aku berhasil menghilangkan batasan Aura! Sekarang aku bisa mengendalikan aura sesuka hati bahkan bisa memanipulasi aura.


"Ya kau memang hebat! Kemajuan dirimu sungguh luar biasa! Aku kagum padamu!" Ucap Yuan Long yang tiba- tiba hadir di kamar mandi Ling Ling .


Yuan Long menggerakkan tangan kanannya untuk memegang rambut panjang Ling Ling yang basah itu kemudian di kecup dan di hirup aroma harum yang keluar dari rambut.


Dan tindakan Yuan Long tidak hanya itu, dia juga mencium pundak belakang Ling Ling cukup lama. Andai Ling Ling bisa melihat pundak belakangnya maka dia akan menumukan sebuah tanda merah akibat ulah Yuan Long.


Wajah Ling Ling seketika menjadi gelap. Jantung Ling Ling berdetak dengan cepat, Hatinya berdebar - debar. " Yuan Loooong kau! Kau! Kau Beraninya! Bagaimana bisa masuk disaat seorang gadis sedang mandi? Dasar mesuuum? Keluaaaar? Cepat keluaar!" ucap Ling Ling yang wajahnya berubah menjadi kepiting rebus akibat tindakan dan kenakalan Yuan Long.


"Kenapa harus keluar? Aku mau membantumu? Aku juga tidak akan berbuat yang aneh- aneh!" ucap Yuan Long sambil tersenyum.


"Ck, Tidak aneh- aneh yang barusan itu apa namanya? Aku tidak butuh! Aku bisa sendiri! Dasar mesem! Kau itu selalu cari kesempatan?" ucap Ling Ling Kepada Yuan Long.


"Haha.... Haha hanya padamu saja! Tidak dengan wanita lain!" ucap Yuan Long.


Karena Yuan Long tidak mau keluar, Ling Ling langsung menyerangnya dengan mengunakan media air.


WHUUS BYUUR BYAAR


Dengan santainya Yuan Long menghindar dari semua serangan Ling Ling. Kemampuan dan kekuatan Ling Ling memang telah meningkat tapi untuk menghadapi Yuan Long masih sangat jauh.


Tapi itu tidak membuat Ling Ling putus asa. Justru itu membuat Ling Ling merasa tertantang dan ingin bisa suatu saat memberi pelajaran kepada Yuan Long.


Setelah merasa cukup menggoda Ling Ling akhirnya Yuan Long melangkah keluar dari kamar mandi. Begitu nyampek pintu Yuan Long berbalik badan dan dia terbeng'ong.


Bagaimana Yuan Long tidak terbeng'ong karena dia melihat Ling Ling berdiri telanjang bulat mau mengambil hanfu baru yang ada di samping bak mandi.


"Yuaan Loong!" ucap Ling Ling begitu melihat Yuan Long menatap dirinya tanpa berkedip. Dan teriakan Ling Ling menyadarkan Yuan Long.


"Luar biasa! Indah sekali! Sempurna!" Gumam Yuan Long sambil menggigit bibirnya.


**********