
Ling Ling melihat kembali reaksi dari raut wajah Ling In Chuan. Ling Ling yang melihat itu hanya tersenyum.
("Sudah aku duga! Kau mau menolongku? Aku rasa itu tidak mungkin! Bagaimana mungkin kau Ling Ling mau menolongku? Itu terlalu mustahil!")
("Kau pasti hanya pura- pura? Kau tidak akan serius mau menongku! Karena aku perna menyakitimu dan juga berusaha membunuhmu. Tak mungkin juga kamu mau melepaskan dendammu begitu saja padaku!") dalam benak Ling In Chuan.
Ling Ling Tersenyum sambil berkata , "Seperti yang aku katakan, aku akan menolongmu tapi ada bayaran yang harus kamu bayar padaku! Intinya saling menguntungkan! Tidak ada pihak yang bakal di rugikan! Tapi semua keputusannya aku serahkan padamu?"
" Satu hal yang harus kamu tahu Ling In Chuan ! Aku tidak akan lama tinggal disini karena aku akan pergi dari sini dari Kota Shan Shan ini."
("Apaaa? Kau beneran mau menolongku! Setelah apa yang aku lakukan selama ini? Aku tidak akan mempercayainya kalau tidak mendengarnya sendiri! Asal bisa bebas dari kedua tua bangka itu, aku tidak peduli bayaran apa pun yang kau minta? ") Ucap Ling In Chuan.
Ling Ling terdiam sesaat dam kemudian kembali berkata kepada Ling In Chuan. " Kalau kau sejutu dengan persyaratanku itu, kau cukup mengedipkan matamu sebanyak 3 kali."
Ling Ling yang melihat kedipan mata Ling In Chuan sebanyak 3 kali. Kembali berkata , "Apa kau yakin dengan keputusanmu ini Ling In Chuan? Apa kamu tidak menugguh saja pertolongan dari ayahmu Ling In Wurong!"
(" Yang benar saja! Bagaimana mungkin aku bisa menungguh lagi, kalau resikonya kapan saja aku bakal hamil setelah tua bangka tabib Hang itu telah mencekoki aku dengan ramuan penyubur kandungan!")
Ling In Chuan mengedipkan berulang-ulang kedua matanya sebagai jawaban yang dia berikan kepada Ling Ling.
"Karena kita sudah sepakat, aku berikan kau pil ini sebagai pertolongan pertama dariku!" Ling Ling mengeluarkan sebuah pil warna hijau muda dari dalam cincin dimensinya tapi seolah -olah itu dari kantung penyimpanan.
Ling Ling tak lupa membantu Ling In Chuan menelan pil warna hijau muda itu. Ling Ling juga membantunya menyerap kasiat dari pil itu.
Ling In Chuan merasakan sakit yang sangat luar biasa, pada tenggorokannya. Rasa Ngeri, nyilu, panas dan gatal. Ling In Chuan tidak tahan dengan rasa sakit yang mendera tenggorokan nya. Sampai air matanya berderai membasahi kedua pipinya.
"Ini adalah pil yang mampu memperbaiki pita suara yang telah rusak! Dengan pil ini maka pita suaramu akan kembali, jadi kamu bakal bisa bersuara lagi lebih tepatnya bisa bicara! Tapi reaksi obat ini agak lama jadi kamu perlu menunggu beberapa hari baru bisa bicara normal"
Walau Ling In Chuan merasakan sakit yang tak tertahan tapi dia bisa mendengar apa yang di ucapkan oleh Ling Ling. Dia kaget dan terkejut karena ayahnya telah mendatangkan banyak tabib sebelum tabib Hang tidak ada yang bisa apa lagi sanggup mengembalikan suaranya.
" Tahanlah rasa sakitnya! Ck, ck masa begitu saja kau tidak sanggup! Ingatlah kau sebentar lagi bisa bicara kembali! Aku tidak menyangkah ternyata kau selemah ini!" ucap sarkas Ling Ling di tujukan untuk Ling In Chuan agar bisa bertahan.
Cukup lama Ling In Chuan kesakitan karena reaksi dari obat yang telah di minumnya itu. Begitu keadaannya stabil saat itulah tabib tua Tabib Hang masuk kembali ke dalam kamar Ling In Chuan.
"Kau kembali lagi Tabib Hang?" tabib tua Tabib Hang terkejut tidak menyangkah bila Ling Ling masih berada dalam kamar.
Dengan terbata- bata tabib tua Hang menjawab pertanyaan dari Ling Ling, "No..Nona Ling! Sa..Saya Mau mem..., memberi obat pada Ling In Chuan ka..., karena tadi be.., belum sempat!"
"Ohh...Obatnya yang kelupa! Ck, alasan murahan.. Aku tahu kenapa kau datang? Bukannya kau datang karena kau masih belum puas berada di atas tubuh Ling In Chuan! Kau mau dan ingin mengulangnya lagi! Karena tadi yang bermain adalah Ling Ba Tin!" ucap Ling Ling pada tabib tua Hang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...