Ling Ling

Ling Ling
Bab 61



Tabib tua Hang tidak bisa berkata - kata. Sebab tebakan Ling Ling memang benar adanya. Dia kembali ke kamar Ling In Chuan, karena berfikir Ling In Chuan sekarang lagi sendirian di dalam kamar.


Tabib tua Hang bermaksud menuntaskan hajat dirinya yang belum tuntas gara - gara kehadiran tamu tak di undang, yang tak lain adalah Ling Ling.


Ling Ling yang melihat tabib tua Hang datangnya dengan tangan kosong, langsung bertanya sekaligus mentertawakannya, "Mana ramuan obat yang harus di munum? Haha... Kau tidak membawanya!"


Tabib tua Hang seketika itu juga terdiam, wajahnya langsung memerah karena alasannya justru berbalik menjadi kesalahan yang sangat fatal yang dirinya lakukan.


"Mulai sekarang perkembangan kesehatan Ling In Chuan akan aku pantau! Dan kau juga harus menghentikan segala kegilaan yang telah kau lakukan ke padanya! Bukan hanya kau tapi juga Ling Ba Tin! Dan kau beri tahu itu padanya!" ucap Ling Ling penuh ketegasan.


(" Sekarang, aku hanya bisa bergantung dan berlindung pada Ling Ling tapi setelah aku benar - benar sehat dan sembuh. Aku pasti akan membuat perhitungan padamu tua bangka Tabib Hang! Begitu juga pada Ling Ba Tin si tua brengseek itu.") pikiran Ling In Chuan dengan harapan yang baru.


"I.. Iya Nona Ling! Saya tidak akan berbuat lagi! Pesan Nona akan saya sampaikan pada Ling Ba Tin!" ucap Tabib tua Hang dengan sangat terpaksa.


Tabib tua Hang meninggalkan kamar Ling In Chuan dengan kaki gontai sebab kesenangannya harus berakhir hari ini juga.


Tak berapa lama setelah kepergian tabib Hang. Ling Ling pun bergegas meninggalkan Ling In Chuan sendirian dalam kamarnya. Ling Ling memutuskan kembali ke Pavilium Homeling.


************


Pavilium Dreamling


Di dalam ruang kerja Ling In Wurong, dua orang pria paruh baya mondar mandir. Raut wajah keduanya terlihat sangat kesal.


"Brengseeek! Bagaimana bisa ketahuan? Wanita sampah itu telah berani ikut campur! Dia telah melarang kita!" ucap Ling Ba Tin mengepalkan tangannya.


Kedua terdiam hanya membusan nafas yang terdengar di dalam ruangan itu. Keduanya larut dalam pikirannya masing - masing.


Sampai suara tabib tua Tabib Hang memecah keheningan di dalam ruangan itu. "Aku tahu cara mengatasinya! Kita sewa aja para bandit untuk memberinya pelajaran!"


BRAAAK


Ling Ba Tin berkata sambil menggebrak meja. "Apa kau gila? Para bandit? Itu hal yang tidak mungkin! Bagaimana aku bisa membiarkan para bandit menerobos kediaman Ling ini? Sebelum mereka bertindak, para penjaga dan pengawal keluarga Ling pasti lebih dulu turun tangan membereskan mereka!"


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Ling Ba Tin, sebelum berucap tabib Hang narik nafas panjang, "Siapa yang bilang harus menerobos kediaman Ling? Tentu saja penyerangannya di lakukan di luar kediaman! Bukankah Nona Ling tidak selalu berada di Pavilium Homeling! Nah... Saat itulah para bandit harus membereskannya!"


"Haha... Haha... Kau benar! Ternyata kau pintar juga! Kalau gitu aku setuju! Kita bisa pakai tenaga Bandit Tengkorak Hitam! Sedangkan masalah biaya kita bisa pakai harta Tuan Ling In Wurong! Kita tidak perlu keluar sepersenpun! Hehe...!" ucap Ling Ba Tin senang bukan main setelah merasa mendapatkan jalan untuk membalas perlakuan Ling Ling.


Tabib tua Tabib Hang pun kembali berkata pada rekannya itu. " Mulai sekarang, setiap hari kita harus mengawasi setiap gerak gerik dari Nona Ling. Agar rencana kita sukses, jangan sampai kita gagal."


"Aku setujuuu... Memberi pelajaran Nona Ling, semakin cepat semakin baik bagi kita! Besok aku akan menemui pimpinan Bandit Tengkorak Hitam! Aku tidak mau menunda waktu baik!"


"Jujur saja! Aku tidak mau lama berperpuasa! Aku tidak rela bila di larang dengan Ling In Chuan! Bersama gadis itu aku bisa puas! Sangat puas malah." gumam Tabib Hang kepada Ling Ba Tin.


Sedangkan Ling Ba Tin hanya tersenyum simpul


atas pengakuan dari tabib Hang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...