Ling Ling

Ling Ling
Bab 155



Karena konsentrasi teralihkan, sehingga sebuah serangan dari Ji Bauji yang kembali datang dengan tiba - tiba, dengan serangan yang lebih cepat lagi, Ling Ba Tin tidak bisa menghindarinya lagi, mengakibatkan pundak kirinya mengalami luka yang cukup parah.


"Siaaal! Siaaaal! Kenapa semua jadi begini? Ini tidak sesuai dengan keinginanku! Bukan hal ini yang aku mau!" ucap Ling Ba Tin dengan menggelengkan kepalanya sambil menepuk kantong penyimpanannya untuk mengambil pil yang bisa mengobati lukanya.


Tanpa membuang waktu, segera saja Ling Ba Tin menelan pil kecil warna hijau. Tanpa menyerap kasiat pil lebih dulu, kepala pelayan keluarga Ling itu mulai memasang kuda- kuda dan langsung mengedarkan energi Auranya pada sekujur tubuhnya.


Di pandanginya ke 4 orang yang ada di hadapannya itu dengan intens, Dia yakin dan sangat yakin bila mereka ini adalah kawanan Bandit Tengkorak Hitam yang telah di sewanya. Yang membuatnya tidak mengerti dan penasaran adalah kenapa mereka juga ikut menargetkan dirinya, bukankah mangsa mereka hanya satu orang saja.


"Kalian ini anggota Bandit Tengkorak Hitamkan? Jawaab?" tanya Ling Ba Tin ingin memastikan dugaannya.


"Haha.... Benar sekali! Kami ini memang anggota Bandit Tengkorak Hitam."


"Brengseeeek, Berani sekali kalian menyerangku! Aku ini adalah orang yang telah menyewa kalian!" sarkas Ling Ba Tin tidak terima dirinya ikut menjadi salah satu target dari kelompok penjahat yang telah disewanya itu.


"Ohh...Benarkah! Kau orangnya! Hehe... Kalau pun iya, Sayang sekali kami tidak perduli!"


Mendengar apa kata Ji Bauji tentu saja membuat Ling Ba Tin emosi dan marah, wajahnya tuanya semakin terlihat menyeramkan. Dia juga mulai merasa menyesal telah menyewa jasa penjahat untuk menyelesaikan dendamnya kepada Ling Ling.


"Apa katamu? Lancang sekali kau! Aku bekerja sama dengan pimpinan kalian. Apa kalian tidak takut kena hukuman darinya?"


"Haha... Kenapa harus takut? Tidak akan terjadi apa - apa sama kami? Apa lagi menerima hukuman!"


" Hehe... Itu benar! Ini perintah dari Pimpinan. Pemimpin kami ingin menakhlukkan keluarga Ling! Karena itu jauh lebih menguntungkan bagi kami para Bandit tengkorak hitam, dari pada bayaran yang kau berikan itu!"


Begitu penjelasan dan kebenaran disampaikan oleh salah seorang anggota Bandit membuat wajah Ling Ba Tin semakin menggelap karena marah.


" Apaaaa? Bajingaaaan beraninya dia mengkianatiku! Brengseeek kalian semua! Matilah kau?" Ling Ba Tin benar - benar marah. Lebih marah lagi pada dirinya sendiri. Bagaimana bisa dirinya itu dipecundangi seperti ini.


Ini sangatlah memalukan, padahal dirinya selalu melakukan sesuatu itu dengan perhitungan yang sangat matang. Selalu menghitung untung dan ruginya. Tapi semua sudah terjadi, yang bisa dia lakukan saat ini adalah membunuh mereka seperti mereka yang menginginkan nyawanya.


" Teknik Pedang Halilintar!" Di ayunkanlah pedang laras panjangnya dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimilikinya.


WHUUUUUS


Para anggota Bandit Tengkorak Hitam tentu saja langsung menggunakan kekuatannya setelah melihat lawannya kembali menyerang.


"Teknik Golok Pengisap Jiwa! Teknik Pedang Amarah Jiwa! Teknik Pedang Angin! Teknik Tombak Penebas Raga!" Satu persatu anggota bandit mulai mengucapkan jurusnya.


WHUUUUS WHUUUUUUS


WHUUUUS WHUUUUUS


Seketika itu juga kilatan- kilatan cahaya silih berganti menerangi kamar Ling In Wurong akibat dari berbagai jurus yang saling terlontarkan.


CRAAAAS JLEEEEP CRAAAAS


Kejadian itu tidak lama berlangsung, satu orang melawan 4 orang dengan kekuatan yang hampir seimbang. Tidak sampai 15 menit tubuh Ling Ba Tin mengalami luka sabetan, irisan, goresan dan tikaman serta tusukkan senjata tajam pada tubuhnya. Darah segar mulai membasahi hanfu yang di kenakannya, hanfu itu kini berubah warna darah juga sudah tak berbentuk lagi, hanfu itu saat ini penuh sobekan.


DUUUUK AAHHH....


Dan sebuah pukulan Ji Bauji bersarang dengan telak di dada Ling Ba Tin. Kepala pelayaan keluarga Ling itu berteriak kesakitan dan tubuhnya terlempar sejauh 3 meter, tubuh tua itu menabrak dinding.


BRAAAAK BRUUUUUUUS


Ling Ba Tin menyemburkan seteguh darah segar, dan tak lama kemudian tubuh yang tergolek di lantai kamar itu tak bergerak lagi. Seketika itu juga nyawa kepala pelayan Ling Ba Tin melayang, mati di tangan anggota Bandit Tengkorak Hitam yang telah sebelumnya dia sewa jasannya untuk balas dendam kepada Nona muda Ling Ling.


*************


Paviliun Roseling


Ketiga wanita cantik, Ling In Chuan, Ling Hui dan Ling Nui saat ini juga sedang panik, karena kamar yang di gunakan oleh Ling In Chuan telah di terobos oleh 4 orang lelaki tinggi, besar, gempal dan bau. Bertampang sangar dan juga sangat jelek.


Mereka bertiga tahu bahwa tamunya ini bukanlah para penjaga kediaman keluarga Ling dan ini dapat diketahui dari hanfu yang mereka kenakan.


"Si- siapa kalian? Ba- bagaimana kalian bisa menerobos sampai di sini?" Tanya Ling Nui agak takut.


Melihat para wanita cantik itu, keempat anggota Bandit Tengkorak Hitam senyam senyum, tidak menyangka kalau lawan yang harus mereka hadapi itu adalah keindahan yang memabukkan. Apalagi dari ketiga gadis cantik itu dua orang tanpa kultivasi, hanya satu orang saja yang memiliki kekuatan itu pun dapat mereka rasakan kultivasinya berada di bawa mereka. Bukankah ini namanya rezeki nomplok.


"Hehe..., kami adalah Dewa Asmaramu! Yang akan membawa kalian pada kesenangan yang sangat mendebarkan, yang pasti sangat enaaak!"


DEEEEG


Jawaban itu membuat ketiga gadis cantik itu sontak kaget, sadar akan bahaya yang mengancam mereka. Ketiga gadis itu secara spontan merapat satu dengan yang lainnya.


"Haha... Beruntung kita ada di sini! Kita bisa langsung bisa bersenang- senang!"


"Yup... Kau benar sekali saudara, aku mau gadis yang berhanfu hijau itu!" ucap Long Yi sambil menelunjuk Ling Chi.


DEEEEG


Ling Chi seketika itu juga wajahnya pucat, dia takut, tubuhnya sampai agak gemetar saat lelaki tampang kasar itu mulai mendekat.


"Hehe... Aku pilih gadis hanfu kuning! Yang muda mengalah sama yang tua!" ucapnya saat melihat rekannya mau protes akan pilihannya. "Dan untuk kalian berdua, aku berikan yang paling cantik, cuman harus kalian jinakkan sebantar, karena dia memiliki kekuatan, tapi itu juga tidak akan lama!" Lelaki itu juga ikutan Long Yi mendekati mangsanya.


DEEEEEG


Ling Nui panik dan ketakutan, " Jang- jangan mendekat! TOLOOOOONG!" Gadis pelayan cantik itu langsung berteriak kencang meminta pertolongan dan berharap akan ada yang datang menolong.


Teriakan itu tidak membuat para lelaki kasar itu ketakutan, mereka malah menyeringai dan memandang mesum para korbannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...