Ling Ling

Ling Ling
Bab 30



Yuan Long tidak mau menutup matanya atau pun berbalik badan yang ada malah matanya makin melotot Memandang Ling Ling. Yuan Long memperhatikan sekujur tubuh Ling Ling dengan sangat intens.


Ling Ling dengan terburu - buru mengambil jubah untuk melundungi tubuhnya dari tatapan liar dan lapar Yuan Long.


Secepat kilat dia memakai hanfunya dan langsung melompat ke depan Yuan Long . Ling Ling tangannya langsung saja melayang di wajah tampan Yuan Long .


PLAAK PLAAK


"Kenapa Kau menamparku? Apa salahku sampai mendapat hukuman darimu?" tanya Yuan Long Kepada Ling Ling sambil memegang kedua pipinya.


"Hah ... Dasar mesuuuum! Kau telah melihat tubuhku? Seharusnya kau itu berpaling atau memejamkan matamu bukannya malah makin melotot begitu!" ucap Ling Ling dengan sewotnya


"Yaa... rejeki koq ditolak! Aku bukan orang bodoh yang mau menyia - yiakan sebuah kesempatan dan keberuntungan yang ada di depan mata!" ucap Yuan Long.


Yuan Long tersenyum lebar dan kembali berkata "Aku tidak minta, kau sendiri yang telanjang untuk menggodaku! Aku tidak memaksa, kamu sendiri yang suka rela mau menunjukkan dan memamerkan tubuh indahmu pada diriku! Untung aku masih kuat! kalau tidak..."


"Apa?" ucap Ling Ling makin melotot dan panas atinya dirinya dianggap sengaja menggoda dan merayu Yuan Long, kedua tangannya dua terkepal erat dan ...


BUUK BUUK


Sebuah pukulan langsung mendarat di perut sixpack Yuan Long. Tapi pukulan itu tidak berpengaruh apa- apa padanya.


"Aku pasti sudah menerkammu! Dan seka--rang, walau kau pakai baju tapi...Sama aja tidak pakai apa pun sih..."


Sebelum Ling Ling bereaksi apa pun Yuan Long sudah menghilang dari hadapan Ling Ling.


Ling Ling berteriak kencang, " Y U A N L O N G ! Awas kamu yah, aku hajar babak belur kau!"


Setelah tenang Ling Ling keluar kamar mandi dan berdiri di depan cendela matanya melihat bulan, "Ternyata hari sudah malam! Aku berendam membuka pembatas aura ternyata hampir setengah hari lebih! Saatnya aku mempelajari tahap kedua warisan Phoenix untuk berbagai penglihatan dan pendengaran dengan binatang."


Ling Ling segera duduk lotus mengedarkan aura pada seluruh tubuh dan juga membuka meridian menghisap aura di sekitarnya. "Teknik Rasconhen" Semua Aura Sekarang di pusatkan pada kedua mata dan pendengaran. Ling Ling merasakan matanya sakit dan luar biasa perihnya.


Sedangkan pendengarannya jadi berdengung keras dan juga ada rasa gatal yang luar biasa di lubang telinga. Karena tidak tahan akhirnya Ling Ling menghentikan latihan tahap ke dua dari warisan Burung Phoenix.


Ling Ling istirahat sejenak merilekskan dan menstabilkan tubuhnya. Dirasa cukup Ling Ling kembali mencoba teknik ke dua dari warisan Burung Phoenix.


"Teknik Rasconhen!" Dipusatkan semua aura pada mata dan telinga. Tak lama kemudian mata pedih dan air mata menetes dengan derasnya dan tidak bisa berhenti sedangkan telinga rasa gatal dan sakit yang luar biasa. Dalam tahap ini pun Ling Ling menghentikan kembali pelatihannya karena tidak sanggup menahan rasa sakit terutama rasa gatal di telinga.


Merilekskan tubuh sebentar hingga semua rasa yang menderanya hilang, Ling Ling pun kembali mencoba melatih teknik tahap kedua.


"Teknik Rasconhen!" Dalam percobaan ketiga ini aura yang terpusat di mata luar biasa perih dan pedih karena mampu mengelurkan air mata darah begitu juga telinganya keluar cairan darahnya.


Ling Ling tetap meneruskan latihannya dan berusaha semampunya untuk bertahan dari rasa sakit maupun membersihkan darah yang keluar dari mata dan telinga. Hingga air mata darah berubah jernih dan berkilauan dan telinga tidak keluar cairan melainkan dengungan samar.


Saatnya Ling Ling mempraktekkan langsung berhasil tidaknya dia menyatu dengan binatang. Ling Ling mendekati cendela kamarnya yang masih terbuka.


Saat Ling Ling berdiri dekat cendela kebetulan saat itu serangga jangkrik hinggap. " Teknik Racabi !" Ling Ling menatap binatang Jangkrik, "Jangkrik yang baik maukah kamu pergi melihat Pavilium Roseling terutama Kamar Ling In Chuan! Aku pengen tahu kemajuan apa saja yang di alaminya selama di perawatan tabib!"


Jangkrik berkata, "Tentu saja saya mau, Saya bersedia melakukannyan! Saya akan melihatnya! Nanti saya beri tahu sama anda."


"Teknik Rasconhen!" ucap Ling Ling ketika matanya bertatapan dengan Jangkrik. Tak lama kemudian jangkrik melompat turun dari cendela kamar Ling Ling.


Ling Ling melompat senang begitu dirinya melihat sekilas taman, dari mata jangkrik dalam perjalan ke Pavium Roseling. Jangkrik itu sekarang melompat tinggi ke cendela kamar Ling In Chuan kemudian melompat masuk kedalam kamar.


Ling Ling yang melihat sekilas kamar Ling In Chuan dari mata jangkrik langsung memusatkan aura ke mata dan telinga, "Teknik Rasconhen!" Pandangan mata Ling Ling sangat jelas seolah dia sendiri yang ada dalam kamar Ling In Chuan.


Ling Ling kaget kenapa malam begini Tabib Hang masih ada di kamar Ling In Chuan. Tabib Hang mengambil ramuan dan mendekat pada Ling In Chuan. "Ayahmu sudah aku beri pil agar bisa tenang dan beristirahat! Saatnya kamu minum obat!" ucap Tabib Hang langsung meminum sendiri ramuan yang di bawanya kemudian dia mencium gadis yang berbaring itu menyalurkan obat dari mulutnya ke mulut gadis itu.


Dan ketika ramuan obat tidak langsung tertelan ketenggorokan Tabib Hang memecet hidung dengan tangan kanan. Sedang tangan kiri meremas gunung kembar. Ling Ling melihat adegan ini di ulang sebanyak tiga kali.


Tapi Tabib Hang tidak berhenti setelah ramuan itu habis, dia masih melanjutkan aksinya ******* dan meremas. Sampai akhirnya hanfu yang di pakai Ling In Chuan tali sampingnya terlepas dan Tabib Hang menyingkapnya sesamping.


Bagian dada telah terbuka, Tabib Hang langsung membenamkan wajahnya di area gunung kembar dan kedua tangannya aktif menjelajah kedua gunung itu.


Karena lama menjelah gunung kembar akhirnya kehausan dan Tabib Hang langsung menyerbu puncak gunung untuk menghilangkan dahaganya. Kedua puncak gunung di serbu bergantian sampai pucuknya berdiri.


" Hehe... Manggamu makin besar dan enak di makan dan sekarang sudah terbiasa dalam jarahanku"


Ling Ling yang mendengar perkataan Tabib lewat pendengaran jangkrik menyimpulkan bahwa tabib Hang tiap hari melakukan aksinya ketika meminumkan obat pada Ling In Chuan.


"Siapa yang sudih terbiasa denganmu tua bangkah! Aku Jijik tau! Andai aku bisa gerak aku pasti sudah membuat perhitungan denganmu" Pikiran Ling In Chuan.


"Hem... Selama ini aku tak perna menyentuh bibir vertikalmu! It..., tu tu bibir bawa milikmu! Tapi ... Sekarang tidak masalah karena sudah di obok- obok dan di pakai pelayan itu." Ucap Tabib Hang pada Ling In Chuan.


********