Ling Ling

Ling Ling
Bab 114



" Berani kalian mengganggu wanitaku! Itu berarti akhir dari hidup kalian! Apa yang kalian lakukan sama saja mencari masalah dengan diriku!" ucap pemuda tampan itu.


Pemuda itu tak lain adalah Yuan Long. Yang mengamati pertarungan itu dari jarak yang cukup jauh. Yuan Long tidak ingin kehadirannya yang saat ini berada di kedai minum diketahui oleh Ling Ling.


Karena Yuan Long tidak mau Ling Ling berpikir dia selalu membuntuti dirinya. Walau memang seperti itu kenyataannya yang sebenarnya. Tapi Yuan long tahu, kalau Ling Ling tetamat sangat menghargai kebebasan yang dimilikinya.


Maka Yuan Long harus bisa menjaga jaraknya. Karena Yuan Long tak mau Ling Ling sampai marah pada dirinya. Sebab hal itu akan sangat merugikan dirinya, dan dia tidak mau kalau sampai itu terjadi.


Sementara itu, Ling Ling seketika itu juga menggunakan Aura Pheonix yang dimilikinya guna menghancurkan Jimat pertahanan milik Tang Chuli.


Aura Yang berwujud burung Pheonix langsung saja menyebar merembes keluar dari tubuh Ling Ling dengan meluap-luap.


Tanpa membuang waktunya lagi, langsung saja Ling Ling menggerakkan tangannya dengan menghentak ke depan.


WHUUUUUS


Angin berhembus dengan sangat dahsyat menerjang melesat ke arah Tang Bersaudara. Dengan sigap Tang bersaudara segera menyambut serangan yang datang. Segera saja mereka menggunakan jimat pertahanan.


"Jimat Pertahankan Aktifkan!" Ucap Tang Chuli saat angin mulai berhembus dengan kencang menuju tempatnnya.


" Hati - hati saudaraku! Aku percaya dan sangat yakin sekali Jimat Pertahanan yang kau miliki mampu menahannya!" ucap Tang Huli kepada Tang Chuli.


BRAAAAAAK


Bunyi yang terdengar saat angin yang berhembus dengan sangat kencang itu menabrak jimat pertahanan milik salah satu dari Tang bersaudara. Ling Ling maupun satu orang dari Tang Bersaudara sama-sama mundur empat langkah ke belakang saat benturan kedua kekuatan itu terjadi.


" Brengsek! Ternyata itu pun belum cukup untuk menghancurkan jimat. Baiklah, aku harus menambah lagi kekuatan yang aku miliki agar segera ada hasil yang bisa aku memuaskanku!" umpat Ling Ling setelah serangannya mampu di tahan oleh jimat pertahanan milik Tang Chuli.


Ling Ling sekali lagi mengulang serangannya dengan menghentakkan tangannya ke depan dengan lebih cepat lagi. Angin aura yang berhembus perlahan-lahan berubah menjadi ratusan pisau aura angin.


WHUUUUS


Pisau Aura angin melesat dengan kecepatan tinggi langsung menuju tempat Tang Chuli dan Tang Huli berada. Kembali lagi Tang bersaudara segera saja menyalurkan auranya pada jimat pertahanan.


Kali ini bukan hanya Tang Chuli yang menyalurkan auranya pada jimat tapi Tang Huli juga melakukannya. Karena kedua Tang bersaudara sadar akan bahaya yang mengancam jiwanya.


Jimat pertahanan yang perlahan-lahan berwujud menjadi kurungan aura yang mengurung kedua tang bersaudara mengeluarkan sinarnya sesaat. Sehingga kurungan aura berubah menjadi berlapis lebih tebal dan lebih Kokoh lagi.


BRAAAAAK


BLAAAAAAR


Bunyi ledakan yang terjadi akibat dua kekuatan yang berbeda saling berbenturan dan juga bertabrakan. Jimat pertahanan yang dipakai Tang bersaudara kini hancur tidak mampu lagi menahan beban dari kekuatan yang datang menerjang.


JLEEEP


AAUUHHHH. .... CRAAAAS


BRAAAAAK


AAUUUHHHH...


Jeritan kesakitan dari Tang Chuli maupun Tang Huli yang terdengar saat Jimat pertahanan tidak mampu lagi bertahan menghadapi gempuran serangan yang datang.


Tubuh kedua Tang bersaudara terhempas sejauh 7 meter dari tempat semula Mereka berdua berdiri. Tubuh keduanya terhempas menabrak tiang batu yang ada di kedai minum.


Tang Huli dan juga Tang Chuli sama sama terluka parah badan mereka penuh dengan goresan, irisan dan juga tikaman dari beberapa pisau Aura angin yang mampu lolos dan menembus saat jimat pertahanan hancur.


Tubuh Tang Huli maupun Tang Chuli kini penuh dengan noda warna merah. Hanfu yang mereka berdua kenakan saat ini sudah tidak berbentuk lagi.


"Sial, sial, sial kita telah kalah! Jimat hancur tidak mampu melindungi kita! Tamatlah sudah riwayat kita berdua!"


" Kita berdua bukannya mampu mengalahkan apalagi sampai membunuh target! Mala kita berdua telah di permalukan dan di pencundangi target di hadapan banyak orang! Ini sungguh sangat memalukan, jangan sampai peristiwa ini bocor pada rekan rekan kita! Mau di taruh mana muka aku ini! "


HUUEEKK


Bahkan Tang Chuli juga Tang Huli beberapa kali memuntahkan seteguk darah segar. Badan mereka berdua gemetaran tak terkendali.


Ling Ling tersenyum puas dengan hasil yang didapatkan. Walau tidak langsung membunuh kedua Tang bersaudara, tapi luka yang dialaminya lumayan cukup parah.


" Enyah kalian dari sini! Sebelum aku mengambil nyawa kalian! Cepat pergi! Jangan membuat keputusanku sampai berubah, aku hitung kalian sampai tiga kali kalau kalian masih tetap berada di tempat jangan salahkan aku apabila aku membantai kalian."


Ucap Ling Ling kepada Tang Huli dan juga Tang Chuli tanpa peduli kondisinya. Ling Ling langsung saja mulai menghitung.


" Satu.... Dua....!"


Tanpa menungguh Ling Ling sampai pada urutan angka tiga, Tang Chuli dan Tang Huli langsung berdiri dengan susah payah untuk dapat tegak berdiri. Dan juga berupaya melangkahkan kakinya pergi dari kedai minum walau dengan badan yang sempoyongan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...