Ling Ling

Ling Ling
Bab189



Kereta kuda rombongan Ling Ling bergerak terus tanpa henti menyusuri area hutan, tepat sinar mentari berada di atas kepala barulah mereka bisa keluar dari kawasan hutan.


Raut wajah mereka semua tetap ceria, sama sekali tidak ada yang menunjukkan keletihan atau pun kelaparan.


Padahal Ling Ling dan rombongannya tidak ada satupun yang mengisi perutnya sejak pagi buta. Karena Ling Ling memang memutuskan untuk beristirahat dan makan apa bila sudah keluar area hutan.


Setelah melewati kawasan hutan, Ling Yan kini membawa keretanya sedikit agak cepat, karena kota terdekat sudah tidak jauh lagi. Hanya sekitar 1000 meter saja dan itu bisa di tempuh tidak sampai satu jam.


" Paman Yan, begitu sampai kota segeralah cari rumah makan. Kita perlu mengisi perut. Jangan sampai kita kelaparan." Ling Ling memberi perintah kepada kusir kereta kuda.


" Baik Nona, saya akan carikan rumah makan. Saya akan membawa Nona pada rumah makan Pasti Puas, yang terkenal paling enak masakannya dan juga harganya murah di kota Shan Busy ini." Ling Yan menjawabnya dengan semangat, apalagi perutnya memang sudah keroncongan karena menahan lapar.


" Aih... Kalau begitu pacu kereta kudanya lebih cepat lagi Tuan Yan!" Celetuk Ling Chi juga tak kalah bersemangatnya.


"He'em, benar! Biar cepat sampai tiba di rumah makan. Aku penasaran dengan masakan yang dipuji oleh Tuan Yan enak itu." Saut Ling Yun tak kalah antusiasnya.


Mendengar perkataan Ling Chi dan Ling Yun tentu saja Ling Yan langsung saja melecut kereta kuda dengan kencang menuju rumah makan Pasti Puas yang sudah di pilihnya itu.


Tak berapa lama kemudian, akhirnya kereta rombongan Ling Ling sampai di depan rumah Makan Pasti Puas. Ling Yan menggiring keretanya memasuki pelataran rumah makan Pasti Puas. Segera saja Ling Yan mencari istal kuda tempat yang biasa di gunakan sebagai penitipan kuda.


Ling Ling, Ling Chi dan Ling Yun langsung saja turun, sedangkan Yuan Jing sudah lebih dulu turun saat kereta di bawa Ling Yan ke Istal Kuda. Pemuda tampan itu menunggu Ling Ling dan pelayannya di depan pintu rumah makan, Ia bukannya masuk dulu mencarikan tempat duduk buat rombongannya.


" Kau di sini Yuan Jing! Kenapa kau tidak masuk ke dalam?"


Tanya Ling Ling begitu melihat Yuan Jing berdiri bersandar di pintu rumah makan Pasti Puas sambil bersedekap. Gadis cantik itu berlalu dan melangkahkan kakinya memasuki rumah makan. Di ekori oleh Ling Yun, Ling Chi dan Ling Yan.


Tanpa menjawab pertanyaan Ling Ling, pemuda tampan itu langsung mengikiti Ling Ling serta rombongannya ke dalam rumah makan Pasti Puas dengan posisi paling belakang sendiri.


"Wow.... Ramai!" Ucap Ling Yun begitu melihat apa yang ada di hadapannya.


"Dengan pengunjung sebanyak ini, aku yakin makanannya pasti benar- benar enak!"


"Aih... Aku tidak sabar mencicipi makanan yang ada di tempat ini."


Mereka berlima mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk kosong yang bisa mereka tempati. Tapi sayangnya, semuanya telah penuh membuat ke lima orang itu hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar.


"Sial..., sial. Tidak ada tempat kosong! Nasiiiib......"


" Ahh.. Malang benar, perut sudah laper tidak bisa langsung makan." Gerutu Ling Yan sambil mengelus- elus perut buncitnya.


" Nona apakah kita harus tunggu sebentar ataukah harus mencari tempat makan yang lain?"


Bersamaan Ling Ling selesai berbicara saat itu sekelompok orang yang duduk di sudut paling belakang telah berdiri.


"Hehe.... Kita akhirnya dapat tempat! ITU !" Ucap Ling Yun sambil menelunjuk.


Apa yang di tunjuk oleh Ling Yun, juga di lihat sama yang lainnya. Senyum merekah nampak di wajah mereka. Tentu saja mereka senang karena tidak perlu menunggu.


"Ayo kita kesana! Jangan sampai kita keduluan sama orang lain."


" Yup benar sekali! Buruaan..."


Ling Yun, Ling Chi dan Ling Yan bergegas menuju tempat duduk kosong itu. Bahkan Ling Yan sampai sedikit berlari takut keduluan sama pihak lain. Ling Ling yang melihat itu hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala tapi dia memakluminya.


Ling Ling segera mengangkat tangannya dan memanggil seorang pelayan. Dan seorang pelayan cantik dengan buru-buru segera mendekat ke tempat Ling Ling.


"Segera hidangkan makan terbaik dan terenak yang di miliki oleh rumah makan Pasti Puas.!" Ucap Ling Ling kepada pelayan rumah makan itu.


" Baik Nona! Tunggu lah sebentar akan segera saya siapkan." Jawab pelayan caantik itu dengan senyum ramah.


Setelah di tinggal oleh pelayan cantik itu, tiba tiba saja tempat duduk kosong yamg ada di hadapan Ling Ling di tempati oleh dua orang pemuda.


"Maaf... Saya ikut bergabung! Tidak masalah khan? Semua tempat penuh." Ucap pemuda berjubah ungu menyeringai.


Yuan Jing matanya langsung memandang tajam orang yang duduk di depan Ling Ling itu. Karena dengan kesadaran Spiritualnya, dia tahu orang itu hanya mencari alasan saja.


Sebab Yuan Jing dari awal kedatangannya di rumah makan telah menggunakan kesadaran Spiritual untuk mengetahui segala situasi yang ada di rumah makan.


Kedua orang itu sebetulnya tadi duduk di depan, dan ketika matanya melihat Ling Yun, Ling Chi dan Ling Ling yang lewat dekat mereka langsung berbinar mesum.


Kecantikan ke tiga gadis itu telah membuat dua pemuda itu terpesona sehingga punya keinginan untuk bisa mesarakan dan memiliki. Apa lagi melihat ke tiga gadis itu seperti gadis biasa bukan seorang kultivator.


Dan juga dua orang lelaki yang bersama ke tiga gadis cantik yang di incar juga tidak memiliki kultivasi tinggi. Itulah yang menjadi ke dua orang pemuda itu nekad, sama sekali tidak takut.


" Aku keberatan! Aku tidak ijinkan! Aku tidak sudi jika kalian berdua ikut bergabung bersama kami." Jawab Yuan Jing ketus dan kasar. Ia kembali melanjutkan ucapannya, " Silakan tinggalkan tempat kami. Masih ada tempat yang kosong tidak perlu harus bergabung bersama kami!" Yuan Jing menunjuk dua tempat kosong yang bisa di tempat oleh kedua pemuda itu, salah satunya tempat yang tadi di tinggalkan oleh kedua pemuda itu unruk bisa bergabung di meja makan Ling Ling.


" Bedebah! Beraninya orang sepertimu mengusir kami berdua!" Emosi pemuda jubah ungu tak terima dengan ucapan dari Yuan Jing. Beraninya pemuda rendahan menantang dirinya.


"Ck, aku tidak Perlu ijin kamu untuk duduk di sini! Siapa kau berani melarangku?" Hu Liwan seketika itu juga langsung berbicara dengan sinis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...