
Hu Liwan menggeram seperti seekor binatang, dengan kekuatannya yang meningkat mengakibatkan adanya tekanan yang bisa di rasakan penonton. Ia mulai menerapkan kuda-kuda siap memulai pertarungan.
Sedangkan Yuan Jing yang melihat lawannya berubah segera mengambil pedang dari dalam cincin dimensi nya. Pedang itu di genggamnya erat di tangan kanannya. Pedang laras panjang langsung bersinar saat energi Aura mengalir pada bila pedang.
Yuan Jing tidak ingin berlama- lama lagi membuang waktunya yang berharga, secepatnya Ia harus mengakhiri pertarungannya. Apa lagi dia juga melihat Ling Ling, Ling Chi, Ling Yun dan Ling Yan sudah berada di luar rumah makan Pasti Puas.
Dan ke empat rekannya itu saat ini mendekat ke barisan para penonton yang menyaksikan pertempuran dirinya dengan Hu Liwan. Dan dapat di pastikan kalau dirinya tidak mungkin lagi bisa makan di rumah makan Pasti Puas. Mau tidak mau jelas bakal makan di atas kereta kuda yang sedang melaju.
" Siaaal! Dari kemarin belum makan, sekarang terpaksa makan di atas kereta kalau gini." kata hati Yuan Jing.
" Nona Ling, lihat..." Ling Yun menelunjuk kumpulan orang yang berbaris melingkar. "Ayo kita lihat, apakah itu perkelahian Tuan Jing!"
Tanpa Ling Yun memberitahu Ling Ling juga melihat, karena adanya di pelataran rumah makan. Kalau mau pergi, jelas melewati arena orang yang sedang bertarung itu.
Saat ini Ling Ling dan orang- orangnya ada di antara para penonton. Pandangan mereka fokus pada apa yang di hadapannya.
"Aih... Belum kelar juga pertarungannya! Heem.... Apakah lawan Yuan Jing sangat hebat?" Celetuk Ling Ling penasaran.
"Tuan Yuan Jiiiing kalahkan dia. Hajar saja orang tak tahu diri itu. Aku mendukungmu..." Teriak Ling Chi memberi semangat pada rekannya itu.
"Huh..., tidak menyangka kalau kita masih bisa menyaksikan pertarungan tuan Yuan Jing! Padahal aku tadi sempat berpikir kalau kita jelas terlambat." Ling Yan berucap dengan antisias.
Sadar akan situasinya, yang harus segera melanjutkan lagi perjalanannya menuju ke ibu kota Shan city. Yuan Jing segera menyerang duluan Hu Liwan.
" Jurus Pedang Pemusna!" Seketika itu juga dari ujung pedang laras panjang Yuan Jing melesat seberkas sinar menuju Hu Liwan.
WHUUUUS BLAAAR
BLAAAAAR
Terjadi ledakan sangat dahsyat saat jurus pedang Yuan Jing di hadang kekuatan Hu Liwan yang telah berubah. Banyak dari penonton yang tak memiliki kultivasi, pada muntah darah dan tidak sedikit dari mereka yang terhempas sejauh 3 meter, akibat dari efek kejut dua kekuatan yang saling beradu.
Sementara orang- orang yang memiliki kultivasi tidak terpengaruh sama sekali, sebab tubuh mereka langsung dilapisi oleh aura saat terjadi bentrokan.
"Yuan Jing, selesaikan cepat! Kalau tidaaak! Aku tinggal kauuu!" Teriak Ling Ling pada anak buah Yuan Long itu.
WHUUUUUUUS
Begitu mendengar teriakan dari wanita milik tuannya, Yuan Jing langsung melesat dengan kecepatan sangat tinggi. Dalam sekejap mata langsung muncul di depan Hu Liwan.
Hu Liwan tersentak kaget dengan kecepatan yang di tunjukkan Yuan Jing. Responnya sedikit terlambat saat pedang laras panjang menyentuh lehernya.
TRAAAAAK
Pedang laras panjang tidak mampu sekali ayun langsung menebas leher Hu Liwan, itu semua di karenakan keras, liat dan tebalnya kulit kasar lelaki itu setelah berubah mirip binatang.
" Hampir saja! Sayang sekali gagal! Tapi apa bisa bertahan lagi dari seranganku yang ini!" ucap Yuan Jing.
" Haha...Haha.. Kau bermimpi bisa membunuhku! Hal itu tidak perna akan terjadi. Tubuhku ini kebal." Jumawa Hu Liwan.
Dan gambar Naga itu adalah sebuah segel yang menekan kekuatan. Dalam gambar naga itu ada lima titik. Dan ke lima titik itulah yang saat ini di tekan oleh Yuan Jing, seketika itu juga...
WHUUUUUUS
Kekuatan Yuan Jing perlahan - lahan mulai merangkak naik. Saat segel telah terbuka maka kekuatan yang tertahan milik Yuan Jing kini mulai terlepas. Tapi Yuan Jing hanya bisa melepas seperempat atau setengah kekuatannya saja. Bila seluruhnya maka hukum alam akan di alami oleh Yuan Jing. Karena alam bawah tidak mampu untuk menampungnya. Dan Ia pun tidak mau mengambil resiko itu.
" Ehh... Apa? Bagaimana bisa? Gawat!" Hu Liwan kaget akan perubahan kekuatan Yuan Jing yang terus bertambah.
Menyadari akan bahaya yang mengancam jiwa, Hu Liwan segera berinisiatif menyerang langsung Yuan Jing. "Teknik Pukulan Kematian!"
WHUUUUUS
Yuan Jing yang melihat serangan datang langsung melepaskan beberapa Jimat Array ke udara sebanyak 4 kepada para penonton. "Jimat Array Perlindungan Mutlak!"
Jimat Array itu bersinar kemudian mengurung empat tempat, di mana disitulah kumpulnya orang- orang yang menonton pertarungannya. Dia tidak mau kalau sampai ada korban yang tidak bersalah.
Begitu usai dengan jimat, Dia kemudian mengerahkan telapak tangan kanannya pada serangan Hu Liwan. " Teknik Penghancur Raga!"
Telapak tangan yang bersinar kemudian membias dan terciptalah tangan besar yang terbuat dari Aura menerjang kedepan.
WHUUUUS BLAAAR
BOOOOOM
Tercipta sebuah ledakan yang sangat dahsyat ketika dua kekuatan bertemu di udara. Bunyinya sampai memekakkan telinga. Tapi teknik penghancur raga tidak langsung hancur dan berhenti akibat bentrokan tapi masih tetap utuh dan melesat terus ke arah Hu Liwan berada.
AAUUUHHHH....
Terdengar jeritan kesakiatan dari Hu Liwan saat tangan besar yang terbuat dari aura melaju mendekat dan menabrak tubuhnya. Seketika itu Hu Liwan langsung tewas. Bahkan tubuh Hu Liwan tercerai berai begitu terhantam serangan.
" TIDAAAAK, SAUDARA HU LIWAAAAN!" Teriak Hu Bing kencang dari tempatnya menonton.
Debu dan tanah serta batu berterbangan di udara. Terdapat sebuah lubang yang lumayan besar di arena pertarungan. Bahkan Rumah makan pasti puas sebagian bangunannya juga ikut mengalami kerusakan.
Beruntung para penonton telah dilindungi oleh jimat Array yang di lepaskan Yuan Jing. Sehingga tidak ada satu pun korban.
" Gila, pertarungan yang sangat luar biasa. Beruntung aku bisa melihatnya." Penonton 1 berucap sambil matanya berbinar- binar.
"Tidak sia- sia aku menyaksikan pertarungan ini! aku jadi tahu kalau ada pil yang mampu meningkatkan kekuatan secara instan." Ucap penonton 2.
"Wow... Sudah tampan! Kekuatan dan kemampuannya cukup tinggi, Iya cocok untuk menjadi pendamping hidupku!" Kata gadis cantik hanfu putih tertarik dan terpesona pada Yuan Jing.
Yuan Jing menghela nafas panjang setelah memenangkan pertempurannya. Tapi tidak ada senyum kegembiraan atau kepuasan yang bisa di lihat dari raut wajahnya. Dengan santainya dia melangkah mendekat ke kelompok Ling Ling.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...