
"Jangan tertawa... Kau ikut andil besar ! Ini semua karenamu! Awas aku mau mandi! Keluar dari kamarku!" ucap Ling Ling.
"Kenapa aku di bawa- bawa memang apa yang aku lakukan? Apa yang telah aku perbuat?" tanya Yuan Long pura -pura kepada Ling Ling.
"Wduch, pakai tanya? Pikir aja sendiri?"
Ha Ha Ha Ha
Yuan Long keluar kamar sambil tertawa terbahak- bahak. Ling Ling cemberut melihatnya, kemudian segera bergegas membersihkan diri.
Dua pelayan Ling Chi dan Ling Yen datang tergesah - gesah menghampiri Ling Ling yang baru saja selasai makan.
"Nona Ling , celaka! Kepala keluarga Dong sedang mencari Anda? Dia datang dengan membawa banyak tukang pukul! Mereka semua dalam kondisi sedang marah - marah!" ucap Ling Yen panik dan juga takut.
"Apa yang harus kita lakukan Nona? Jangan menemuinya sekarang? Nanti aja kalau amarah dan emosinya sudah redah!" ucap Ling Chi.
"Dimana mereka? Akan aku temuai!" ucap Ling Ling menatap pelayannya.
"Ta..., tapi Nona? " Jawab mereka berdua sangat kwatir.
Sebelum Ling Chi dan Ling Yen menjawabnya Ling Ling sudah keluar dari Pavilium Homeling. Sedangkan kedua pelayan itu segera saja berlari menyusul majikannya.
"Kalian berdua tidak usah ikut, kalian disini saja. Ini perintahku!" ucap Ling Ling begitu menyadari Ling Chi dan Ling Yen menyusul dirinya.
Karena Ling Ling tahu dan menyadari kalau mereka ikut bukannya akan membantu tapi akan merepotkan dan menyusahkan dirinya.
Baru saja Ling Ling mau menemui mereka tapi sudah keduluan rombongan keluarga Dong yang datang menghampiri Ling Ling di taman dekat Pavium Homeling.
"Tuan Dong Ye Buchu, inilah Nona Muda keluarga Ling yang sedang Anda cari?" ucap Ling In Wurong memperkenalkan Ling Ling pada tamunya.
"Jadi ini siluman rubah yang telah membuat masalah besar di Keluarga Dong! Telah berani membunuh! Berbuat keji dengan membantai!" ucap Dong Ye Buchu dengan emosi yang meledak - ledak.
"KALIAN TANGKAP DIA!"
"Hutang nyawa harus bayar nyawa! Hutang mati harus bayar mati!" ucap Dong Ye Buchu.
"Tuan Dong Ye Buchu , saya tidak mengerti kenapa Anda marah- marah kepada saya? Apa yang telah saya perbuat, saya tidak faham?" ucap Ling Ling.
"Jangan pura- pura tidak tahu! Tuan Ling In wurong sudah memberi tahu kami bahwa semalam kamu yang datang ke Kediaman Dong! Jadi tidak perlu mengelak lagi."
Ling Ling melihat Ling In Wurong dan Ling Ba Tin tersenyum puas. Karena bagi mereka melihat Ling Ling menderita dan kesusahan apalagi bila sampai Ling Ling tewas adalah kebahagiaan.
"Tapi ketika saya meninggalkan kediaman Keluarga Dong semuanya masih hidup! Jadi bagaimana bisa saya yang menghabisi mereka?" jawab Ling Ling.
Para tukang pukul itu sekarang sudah mulai mengelilingi Ling Ling dan bersiap - siap mau meringkusnya.
"Cantik, tapi sayang berhati iblis? " ucap Tukang pukul satu.
"Segera kita tangkap gadis ini! Hajar dan ringkus dia! Seret ke kediaman Dong disana kita bisa berbuat apa saja padanya? Hehe..." ucap Tukang pukul tiga.
"Ayo selesaikan dengan cepat kita juga bisa cepat bersenang- senangnya! Tuan Dong Ye Buchu pasti tidak akan keberatan! Baru setelah puas kita habisi dia!" ucap tukang pukul dua.
"Pantas aja dia berani? Ternyata dia seorang spiritualis!" ucap Dong Ye Buchu yang melihat dan mengamati aura Ling Ling.
"SERANG!" Dong Ye Buchu memberi perintah kepada para tukang pukulnya.
BAAK BUUK BAAK BUUK
PLAAK DUUK BLAAM
Ling Ling menghajar semua tukang pukul yang di bawa oleh Kepala Keluarga Dong. Mereka semua babak belur , walau badan besar dan kuat serta berotot bukan tandingan Ling Ling.
"Ck, Hanya ini kemampuan kalian? Sungguh mengecewakan! Badan saja yang besar tapi tidak memiliki kemahiran!" ucap sarkas Ling Ling.
Para tukang pukul itu tidak terima begitu saja di kalahkan dan di hajar oleh seorang wanita. Mereka sekarang memegang senjata di tangan. Senjata yang mereka ambil dari dalam kantong penyimpanan dan kembali menyerang Ling Ling.
"Wanita keparaaat mampus kamu!"
"Perempuan iblis aku cincang tubuhmu? Akuu tidak akan perna mengampunimu!"
"Matiiii..."
Ling Ling segera mengambil pedang dari dalam cincin dimensinya. Dihadangnya setiap ayunan, tusukan, tikaman dan sabetan senjata mengarah pada dirinya.
TANG TING AAHHH...
WHUUS CRAAHS JLEEP AAHHH...
TRAAR TING AAHHH..
Tiap ayunan pedang Ling Ling melukai dan mengambil nyawa dari para tukang pukul itu. Menimbulkan kengerian dan ketakutan tersendiri bagi para tukang pukul yang tersisa.
"Kau, kau telah membunuh saudaraku! Dasar Rubah betina! Matiiii...!"
"Bangsaaat! Kau pikir aku takut padamu! Maju ayo lawan aku!"
Ling Ling langsung melompat menerjang dan mengayunkan pedangnya dengan cepat, gesit, lincah dan ganas.
CRAAHS JLEEP CRAAHS
Tak lama semua para tukang pukul yang tersisa itupun tewas di tangan Ling Ling. Taman yang indah kini terlihat mengerikan banyak mayat dan darah berceceran di mana- mana.
Ling In Wurong dan juga Ling Ba Tin yang melihat semuanya hanya bisa mengepalkan tangan dan menahan amarah semua rencana tidak sesuai harapan.
Kepala keluarga Dong, Tuan Dong Ye Buchu mengepalkan tangannya dengan erat, amarahnya memuncak dia langsung melesat menyerang Ling Ling.
Ling Ling langsung menghindar merasakan bahaya mengancamnya.
*******