Ling Ling

Ling Ling
Bab 152



Ling Ling melompat kebelakang. Di simpannya kembali pedang pusakanya itu, sekarang dia akan menggunakan kekuatan yang di dapatkannya dari warisan Pheonix. Tahapan yang ke 3 yang merupakan kemampuan yang paling akhir yaitu penguasaan akan api.


" Teknik Prahara Api!" Kedua tangan Ling Ling yang penuh energi Aura membuat gerakan memutar setengah lingkaran dari dari kanan ke kiri yang di bolak balik, tak lama kemudian muncul bola api kecil merah yang makin lama makin membesar.


Tang Talun yang melihat lawan menggunakan kemampuan tingkat tinggi tentu saja dia juga akan melakukan hal yang sama.


"Teknik Gelap Nampar!" Tiba tiba kedua telapak tangan Tang Talun berubah merah yang menyala.


WHUUUUUUUS


Diarahkanya kedua telapak Tangan Tang Talun kedepan dengan cepat, telapak tangan yang kecil seketika itu juga membesar, melaju dengan sangat cepat mendekati Ling Ling.


Melihat serangan datang Ling Ling langsung menghadangnya dengan mengarahkan bola api sebesar bola sepak, menerjang menghadang kedua telapak tangan yang membara.


BLAAAR DUAAAAR


Terjadi ledakan yang sangat dahsyat ketika kedua kekuatan itu bertemu di udara. Dampak akibat dari kedua kekuatan bertemu itu, bukan hanya telah menghancurkan ruang makan Paviliun Homeling. Tapi juga membuat Ling Ling dan Tang Talun sama -sama terhempas sejauh 5 meter.


Baik Ling Ling mau pun Tang Talun menabrak dinding Pavilion. Keduanya pun memuntakkan seteguk darah segar.


Ling Ling langsung mengambil pil dari dalam cincin dimensinya untuk mengobati lukanya, dan dalam sekejap kasiat pil langsung bereaksi. Luka yang dialami oleh Gadis cantik itu langsung sembuh bahkan tenaganya yang terkuras kini kembali seperti semula.


Ling Ling segera saja melompat bangun dan memasang kuda -kuda siap memulai kembali pertarungannya. Kali ini di kerahkannya Energi Aura sampai 95 %.


"Siaaaal, hebat juga gadis ini! Aku harus segera bisa memulihkan keadaanku."


Tang Talun pun langsung melompat dan berdiri dengan sempoyongan. Dan langsung mengedarkan Energi Auranya untuk menstabilkan.


"Heem... Aku tidak memiliki lagi pil, kali ini seranganku harus berhasil, tidak boleh sampai gagal lagi, kalau tidak..., aku tidak bisa bayangkan apa yang terjadi. Huuh... Aku tidak bisa menjamin keselamatanku."


Menyadari akan keadaannya, Tang Talun memusatkan semuanya pada serangannya kali ini. Ini adalah kesempatannya juga sekaligus penentuan akan kehidupannya.


"Teknik Gelap Nampar!" Telapak tangan yang berubah warna merah menyala langsung saja di arahkannya pada sosok gadis cantik yang ada di hadapannya yang juga mulai menggunakan tekniknya.


WHUUUUUUUUS


"Teknik Prahara Api!" Kedua tangan Ling Ling di arahkan saling memutar dan dari arah perputarannya tercipta bola api yang makin lama makin membesar.


Ling Ling langsung berlari zig zag mendekati Tang Talun dengan membawa bola api besar. Begitu jarak sudah dekat di lepaskannya bola api besar itu.


WHUUUUUUUUUS


Bola api besar langsung melesat dengan kecepatan tinggi, lintasan bola api membuat kanan kirinya ikut menunjukkan reaksi, udara menjadi teramat sangat panas. Deru angin membawa api berkobar membakar apa saja yang ada di sekitar area bola api.


BLAAAR BOOOOM


Bunyi ledakan yang sangat dahsyat ketika kedua kekuatan itu bertemu.