
" Apa yang terjadi? Kenapa ada keributan?" Tanya Yu Puan setelah melihat banyak tamu undangan yang bergerak keluar taman.
"Emm... Tanyakan pada pelayan itu? Dia pasti tahu."
" Hai kau kemari!" Teriak Tang Ta Thing pada seorang pelayan istana yang mau lewat mejanya.
Pelayan yang di panggil segera mendekat. "Apa yang bisa saya bantu Nona?"
" Sebenarnya ada kejadian apa? Kenapa semua keluar taman?"
" Ohh Itu, Ada yang ketahuan berbuat mesum di Paviliun Merah. Seorang Nona bangsawan dengan dua orang prajurit jaga. Padahal sudah ketahuan tapi mereka masih tetap meneruskan aktivitasnya." jawab pelayan istana.
" Ayo kita lihat. Jangan sampai kita ketinggalan beritanya. Siapa yang berbuat gila itu aku jadi penasaran?"
Mereka semua pun berdiri dan melangkahkan kakinya keluar taman, menuju ke area Paviliun Merah.
Paviliun Merah yang semula lenggang kini sangat ramai. Semua yang hadir penasaran dan ingin tahu siapa pelaku yang berani mesum di istana.
Ketiga orang pelaku mesum saat ini sedang bersimpuh. Yang perempuan hanya memakai selimut untuk menutupi tubuhnya dan kedua laki laki itu hanya memakai ****** *****.
Dan mereka bertiga di kerumuni oleh banyak orang. Ling Ling dan kelompoknya menerobos barisan manusia agar bisa melihat jelas. Hampir semua yang ada di tempat itu terkejut saat mengetahui siapa pelakunya.
" Ehh.... Bukannya itu Nona Muda Ling. "
"Ya benar itu dia..! Uhh , Ternyata wanita murahan..!"
" Ck, Menjijikan. Aku tidak menyangkah kalau Nona Ling itu ternyata liar dan binal!"
"LING YU BING PUTRIKUUUU...." Teriak Nyonya Ling Chan Hu histeris melihat anak gadisnya. " Kenapa kau jadi begini? Bagaimana ini bisa terjadi padamu?"
Ling Yu Bing yang menangis terseduh seduh menjawab perkataan ibunya. " Aku di jebak ibuuu! Ini bukan kemauanku. Ini jebakan..."
Ling Yu Bing memandang Pangeran Li Sau Yi yang juga ada di situ dengan tatapan memohon. Gadis itu berharap pemuda pujaannya itu mau menolong, membela dan melindungi dirinya.
" Bukannya aku tadi alergi dan di beri tabib obat dan saya di antar pelayan ke Paviliun Merah untuk istirahat. Saya tidak tahu kenapa jadi seperti ini."
Apa yang diucapakan Ling Yu Bing mengingatkan mereka akan insiden di dalam taman. Sebagian mulai ragu jangan- jangan Ling Yu Bing memang di jebak oleh orang yang membenci dirinya. Dan secara refleks sebagian orang sekarang memandang keberadaan Ling Ling.
" Kauu! Ini pasti ulahmu! Ini jelas perbuatanmu. Kau ingin balas dendam pada Bing'er khan. Karena Pangeran Li Sau Yi lebih memilihnya dari pada kamu." Tuduh Nyonya Ling Chan Hu berusaha mrnyelamatkan nama baik anak gadisnya.
Pangeran Li Sau Yi memandang nyalang Ling Ling. Kemarahan menguasainya, tubuhnya sampai gemetaran. "Brengseek, Jadi kauuu biangnya..."
Tentu saja Ling Ling tidak terima, dengan menyeringai dia menjawab. "Dia Alergi dan bukan aku penyebabnya. Dan Anda sendiri Pangeran, yang ikut juga membuktikannya. Sedangkan obat alergi itu dari tabib kerajaan, Tabib Layun. Dan beliau menggunakan Pil Cunra. Aku rasa semua juga tahu seperti apa efek dari pil itu."
Ling Ling menjeda ucapannya sesaat, melihat reaksi Pangeran dan orang -orang yang ada di sekitarnya, kemudian kembali lagi meneruskan ucapannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...