
Jeritan kesakitan kembali terdengar dari bibir seksual Ling Nui saat dengan kasar dan brutal Lelaki dekil itu memaksa memasukkan ular pitonnya pada inti gadis itu.
Air mata Ling Nui kembali lagi berderai saat menyadari sesuatu itu sekarang ini ada dalam dirinya. Kesuciannya kini telah resmi di ambil orang yang tak di kenalnya.
"Gilaaaa.....Enak bener milikmu ini! Luar biasa sempit! Hehe..., aku suka sekali! Kalau begini aku bakal betah lama-lama beginian! Hihi.."
Padahal darah telah mengalir dari ular pitonnya, menunjukkan bukti nyata, bila gadis ini masih tergesel dan dialah yang telah merobek selaput keperawanan gadis cantik itu. Tapi Long Ki langsung memainkan permainannya maju mundur dengan sangat cepat dan ganas tidak perduli hentakan kasarnya, itu menyakiti gadis yang sedang dia rekuh kenikmatannya itu.
Seharusnya Long Ki sadar kalau ini adalah pengalaman pertama bagi gadis cantik itu dalam melakukan hubungan badan suami istri. Peristiwa yang selalu bakal di ingat, dan akan susah untuk melupakannya.
"Haha... Aku benar - benar lelaki beruntung, keuntunganku, kebagian menyerang penghuni Pavilium ini, kalau tempat lain belum tentu bakal seberuntung ini. "
Long Ki tertawa senang, seketika itu juga dia langsung mengubah posisi bercintanya. Yang awalnya posisi dia tengkurap sambil menindih dan memeluk kuat tubuh Ling Nui, sekarang dia ubah posisi badannya tegak sambil mengkakangi tubuh Ling Nui dan penyatuannya tetap berjalan dengan tempo yang masih sama.
Dengan posisinya yang sekarang ini membuat Long Ki bisa melihat sekitarnya, tanpa harus fokus terus kepada gadis cantik yang sedang dia naikin, yang penting kedua tangan masih bisa bergerilya meraba dan meremas anggota tubuh dari gadis yang sedang di setebuhinya itu.
Dari posisi itulah, dia akhirnya bisa melihat kalau rekan- rekannya para anggota Bandit Tengkorak Hitam saat ini sedang bersenang-senang, mereka semua sedang menyalurkan hasrat birahinya kepada para penghuni Paviliun Roseling.
Bahkan tidak jauh dari tempatnya, Long Ki menyaksikan adegan menakjubkan satu orang gadis cantik harus melayani nafsu gairah dari dua lelaki besar yang menjadi rekannya. Sesuatu yang belum pernah dia alami, karena dia tidak pernah main keroyokan seperti itu.
Entah kenapa setelah melihat kejadian itu ada keinginan dirinya, ingin mencoba dan mempraktekkan hal itu juga. Mumpung sekarang ini dirinya juga lagi bermain, cukup memanggil temannya itu untuk ikutan bergabung dengan dirinya menikmati tubuh indah Ling Nui.
" Woiii saudara Long Lo, kalau kau sudah puas mencoba dan merasakan gadis itu, datanglah kemari... Gadis yang sedang aku naikin ini luar biasa enaaaak! Di jamin engkau akan puas! Masih sangat sempit sekali. Hehe..., tapi kau akan menjadi lelaki ke 2 di dunia ini, yang merasakan kehangatannya!"
Teriak Long Ki kepada rekan banditnya yang tak jauh dari tempatnya, yang saat ini sedang menggarap tubuh Ling In Chuan bersama dengan Long Bi. Long Bi menyentuh Ling In Chuan dari arah belakang sedangkan Long Lo dari arah depan.
Lelaki gempal yang di pinggil namanya itu langsung memalingkan wajahnya pada sumber suara. Tapi aktifitasnya yang sedang menggempur tubuh Ling In Chuan itu tidak berhenti sama sekali.
"Hemm baiklah. Hehe..., aku malah senang! Ini menyenangkan aku bisa merasakan dua gadis cantik!" Jawab Long Lo atas ajakan dari rekannya itu.
" Ehh... Saudara Long Ki, kenapa hanya saudara Long Lo yang Anda tawari. Woiii, aku juga mau! Ini gadis cantik yang aku pakai ini sudah agak longgar miliknya, baik itu lubang depan mau pun lubang belakangnya." Protes Long Bi kepada Long Ki agar dirinya juga bisa ikutan merasakan gadis cantik yang lainnya.
"Ohh... Benarkah! Dia miliknya longgar... Aneh, Bukannya dia adalah salah satu dari Nona muda kediaman Ling. Nona muda yang dikabarkan sakit lumpuh. Nona muda yang tidak memiliki kekasih juga tidak memiliki tunangan apalagi suami!"
"Hehe.., bukan hanya longgar saja! Tapi juga sering kepakai... Hihi gampang banget membangkitkan gairah birahinya."
WHUUUUS WHUUUS WHUUUS
Pada saat itu karena begitu asiknya menikmati surga dunia, sampai mereka tidak menyadari ada beberapa kelebatan bayangan memasuki kamar Ling In Chuan.
Dan beberapa bayangan yang masuk itu tiba-tiba saja berpencar bergerak dengan kecepatan tinggi mulai mendekati 3 area tempat memadu kasih yang ada di dalam kamar.
WHUUUS BRAAAK
Sesosok bayangan langsung melompat ke atas ranjang Ling In Chuan, kemudian menendang lelaki bau dari atas tubuh Ling Hui. Bayangan itu kemudian memberikan hanfu untuk menutupi tubuh telanjang gadis cantik itu.
WHUUUS DUUUK BUUUK
Bersamaan dengan sekelebat bayangan ungu tiba- tiba berada di samping kiri Ling In Chuan, langsung memukul telak perut Long Lo kemudian memiringkan tubuhnya sedikit kemudian melancarkan serangan meninju rahang Long Bi. Baik Long Bi mau pun Long Lo terkirim terbang tiga meter dari tempatnya semula.
Begitu kuatnya tenaga dan kekuatan pukulan serta tinju yang di layangkan oleh Yuan Jing kepada lawannya. Long Lo sampai memuntahan seteguk darah segar, sedangkan Long Bi jatuh agak telak membuatnya tidak bisa bergerak bangun lagi, entah masih hidup apa mati.
WHUUUS WHUUUS BUUUK
Dua sosok langsung tiba di dekat Ling Nui, langsung saja keduanya melayangkan pukulan pada tubuh Long Ki. Begitu tubuh Long Ki ada jarak dengan Ling Nui, salah satu dari sosok yang tiba-tiba hadir itu segera menepuk kantong penyimoanannyan untuk memberi sebuah hanfu kepada Ling Nui guna menutupi tubuhnya yang penuh tanda merah itu.
" Terima kasih Ling Chi!" ucap Ling Nui menerima hanfu dari pelayan pribadi Ling Ling. " Terima kasih Ling Yun atas pertolongannya!"
Kedua gadis cantik pelayan pribadi Ling Ling itu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ling Nui bersyukur atas kehadiran keduanya, sehingga membuatnya terlepas dari pelepasan Long KI, yang di kwatirkannya bisa membuat dirinya hamil.
Beda dari Ling Nui yang senang. Kalau Long Ki sangat marah sekali karena kehadiran Ling Chi dan Ling Yun membuat keasyikannya dalam menikmati tubuh Ling Nui terganggu. Padahal tinggal sedikit saja pelepasan tapi gagal total.
"Brengseeek, siapa kalian? Beraninya merusak kesenanganku!" ucap Long Ki sambil melotot tidak memperdulikan dirinya yang masih telanjang bulat.
" Hehe..Kami! Emm.. Dewi kematianmu!" Sarkas Ling Chi menjawab ucapan lelaki tak tau malu itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...