Ling Ling

Ling Ling
Bab 40



Para penjaga itu mempersilahkan kereta Ling Yuyu lewat. tapi belum sampai memasuki gerbang Ling In Wurong di temani Ling Ba Tin telah muncul dari dalam kediaman Keluarga Ling.


Ling Yuyu yang masih berada dalam keretanya, segera saja turun menghampiri lelaki paruh baya yang masih terlihat tampan itu.


Ling In Wurong begitu bersemangat wajahnya berseri - seri melihat putri yang di nanti kini ada di hadapannya.


"Ayaaaah! Kenapa sampai menjemput aku ke gerbang? Sebegitu kangennya ya sama putrimu ini, sampai tidak sabaran!" ucap Ling Yuyu kepada ayahnya Ling In Wurong.


"Haha... Tentu saja kangen! Siapa orang tua yang tidak kangen sama anaknya setelah sekian lama tidak bertemu. Ayah sangat bahagia kamu mau pulang untuk membantu mengatasi masalah di keluarga Ling cabang ini." ucap Ling In Wurong.


"Em... Ayah, mau masuk kedalam kediaman keluarga Ling Jalan kaki atau ikut bersama dengan diriku naik kereta ?" tanya Ling Yuyu.


"Ikut kamu naik kereta! Ayo...!" Ling In Wurong menjawab pertanyaan dari Ling Yuyu.


Ling Yuyu dan Ling In wurong segera menaiki kereta kuda. Begitu mereka duduk, kusir kereta kembali menjalankan keretanya masuk kepelataran kediaman keluarga Ling.


Di dalam kereta kuda Ling In Wurong mengamati dan melihat kemajuan kultivasi Ling Yuyu. Ling In Wurong senang karena kultivasi putrinya itu telah meningkat pesat sejak tinggal di kediaman Keluarga Ling Pusat.


Mereka berdua Ling Yuyu dan King In Wurong kembali berbincang -bincang di dalam kereta kuda, " Bagaimana keadaan adikku Ling In Chuan, Ayah!" tanya Ling Yuyu.


"Keadaannya masih tetap sama, hanya sedikit saja perkembangannya! Ling Yuyu lihat sendiri saja nanti!" ucap Ling In Wurong menghela napas panjang setiap ingat mengingat anak bungsunya.


Ling Yuyu yang melihat raut wajah kesedian ayahnya hanya bisa mengepalkan tangannya. Ling Yuyu bertekad bisa membantu Ling In Wurong.


"Aku akan melihatnya. Siapa tahu aku punya solusi setelah melihat keadaannya. Aku tidak akan tinggal diam!" ucap Ling Yuyu kepada Ayahnya.


Keduanya akhirnya sampai di depan Pavilium Dreamling. Ling In Wurong turun duluan dari kereta kuda kemudian di susul oleh Ling Yuyu.


Ling Yuyu baru aja sampai dari perjalanan jauh. Dirinya memutuskan untuk beristirahat sejenak menghilangkan kelelahan, kecapekan dan keletihan yang dirinya rasakan.


" Aku akan istirahat sebentar! Nanti saja bertemu adik Ling In Chuan!" ucap Ling Yuyu.


"Itu terserah Ling Yuyu saja! Tapi sebelum istirahat isilah dulu perutmu? Para pelayan sudah menyiapkan makanan kesukaanmu!"


"Oh... Makanan kesukaanku! Benarkah itu Ayaah! Jadi tidak sabar mencicipinya! Kalau Ayah tidak keberatan maukah menemani diriku makan?"


Ling Yuyu di temani Ayahnya Ling In Wurong masuk Ke Pavilium Dreamling. Begitu masuk Ling Yuyu terpesona pada dekorasi yang beruansa biru. Benar - benar sesuai selerahnya.


Aneka makanan kesukaan dari Ling Yuyu telah tertata rapi di meja makan. Mereka berdua kini menyantap makanan iti dengan sangat lahapnya.


"Wow... Ayah! Aku puas dan kenyang! Ayah telah memanjahkan diriku. Kalau begini tiap hari putri cantikmu ini bisa - bisa menjadi gendut,Yah!" ucapnya manja kepada Ling In Wurong.


"Haha... Itu mana mungkin! Ayah tidak percaya Ling Yuyu bisa gendut! Makanmu itu sedikit beda sama adikmu Ling In Chuan yang memang tukang makan!"


Sejak kedatangan Ling Yuyu suasana hati Ling In Wurong benar - benar bahagia.


*********


Pavilium Homeling


" Nonaaa... Nona Liiiing!" Ling Chi datang dengan tergesah- gesah masuk ke dalam ruang tamu.


" Ada apa? Kenapa teriak - teriak?"


" Itu ... Itu Nona Ling Yuyu sudah tiba. Nona, kita harus apa? Apa yang harus kami lakukan? " ucap Ling Chi kepada majikannya.


"Tidak ada yang harus di lakukan. Kita cukup melihatnya saja! menonton pertunjukan apa yang akan mereka lakukan?"


"Tapi Nona... kita juga harus sediah payung sebelum hujan! Untuk anti sipasi lawan yang pintar, berat dan tangguh!" ucap Ling Chi.


Ling Ling tersenyum melihat kecemasan di wajah pelayannya Ling Chi, Dirinya dapat merasakan ketulusan pengabdian bawahannya ini. Baik itu Ling Chi mau pun Ling Yen akan melakukan yang terbaik untuk dirinya.


Untuk masalah Ling Yuyu, selama dirinya belum di usik dan di ganggu. Ling Ling akan diam dan membiarkannya. Masalahnya akan lain bila dirinya diusik, karena Ling Ling tidak akan tinggal diam akan ada perhitungannya dan dalam prinsipnya harus wajib di bayar.


"Aih... Tenanglah, jangan tunjukkan ketakutan dan kekwatiranmu itu, Harus kamu lawan! Karena justru hal semacam itu yang bisa merusak kepercayaan dirimu sendiri! Melukai mentalmu!"


"Hal semacam itu bisa di manfaatkan oleh musuhmu! Mendorong dirimu sendiri untuk kalah! Akan sangat memalukan kalah malah sebelum berusaha melawan."


Ling Chi mendengarkan apa yang di ucapkan oleh majikan cantiknya itu. Dan Ling Chi harus percaya sepenuhnya apa yang di katakan oleh Ling Ling.