
"Dobrak saja pintu gerbangnya? Tidak perlu menunggu lagi..! Ini sangat aneh, tidak seperti biasanya."
Perintah Ling Daeng yang di sampaikan kepada para pengawal yang ikut bersama rombongannya. Dia sedikit curiga akan situasi yang sepi. Apa lagi tidak ada penjaga yang berinisiatif menjawab seruan dari salah seorang pengawalnya. Perasaannya menjadi tidak enak dan was- was.
"Baik Tuan Ling Daeng!" ucap bersamaan dua orang penjaga yang paling depan dari rombongan.
Dua orang penjaga langsung melaksanakan perintah dari Ling Daeng mendorong pintu gerbang tapi pintu tetap menutup tidak bergeser, itu berarti pintu telah di kunci dari dalam.
Langsung saja kedua penjaga tanpa ada rasa takut bakal kena hukuman, mengerahkan kekuatannya mendobrak langsung pintu gerbang.
WHUUUUS WHUUUUS BRAAAK
BRAAAK KRAAAK BLEEEM
Bunyi yang terdengar saat pintu gerbang rusak akibat kena gempuran kekuatan dari kedua penjaga itu.
Begitu pintu rusak, barulah ke dua penjaga keluarga Ling yang menemani Ling Daeng itu melangkah masuk. Dan mereka berdua terkejut melihat tubuh rekan- rekannya yang bersimbah darah dan ada pula yang mulutnya berbusa serta bibirnya menghitam.
"Apa yang telah terjadi di kediaman keluarga Ling ini?" ucap Ling Lo sambil melesat mendekat pada tubuh rekan- rekannya yang tergeletak di tanah. Dengan cekatan dia memeriksa satu persatu, siapa tahu masih ada yang hidup.
Apa yang di lakukan oleh Ling Lo juga di lakukan oleh Ling Pou. Lelaki itu malah wajahnya sampai memucat. Setelah memeriksa ternyata tidak satu pun rekannya yang hidup.
"Kenapa semuanya mati? Dan kenapa juga mayat rekan- rekan kita di biarkan begitu saja? Ada apa ini?"
Ling Pou segera bergegas menemui Ling Daeng dengan tergesah -gesah. " Tuan, penjaga gerbang semuanya telah tewas."
"Apaaaa?" Ling Daeng terkejut. "Apa katamu? Coba ulangin lagi!" Dia tidak percaya dengan apa yang di dengarnya, sehingga lelaki gagah itu meminta ulang kabar yang di sampaikan oleh Ling Pou.
Sementara para penjaga yang ada di sekeliling kereta yang mendengar apa yang telah di sampaikan oleh Ling Pou langsung waspada akan situasi. Seketika itu juga mereka serempak mempersiapkan diri kapan saja untuk bertarung.
Dengan tegas Ling Pou pun mengulang kembali laporannya. "Semua penjaga gerbang kita telah tewas, Tuan!"
"Ehh..." Ling Daeng tertegun sejenak, kemudian dia tersadar akan situasi genting kediaman Ling. Dan dia harus bertindak dengan cepat jangan sampai terlambat, " PENGAWAL! KALIAN SEMUA SUDAH MENDENGARNYA! MAJUUUU...!"
TOPAK TOPAK TOPAK
Serempak mereka semua langsung melecut kudanya memasuki kediaman Ling dengan senjata ada di dalam genggaman.
Setiap ada tubuh yang tergeletak, salah satu dari rombongan itu akan memeriksanya dengan teliti. Mereka menyinsir dari gerbang sampai mendekati Paviliun. Dan dari mayat yang di temukan itu ada penghuni kediaman keluarga Ling ada juga yang tidak.
Pimpinan pengawal itu segera mendekati kereta tuannya, dan segera melaporkan apa di temukannya, " Tuan... ada mayat- mayat yang kami tidak mengenal! Mereka bukanlah penjaga, pelayan juga pengawal kediaman keluarga Ling! Kelihatannya keluarga Ling kita ini di serang musuh! Dan penyerangnya adalah kawanan bandit!"
"Kawanan Bandit? Kau tidak salah ucapkan? Bagaimana bisa Bandit bisa menyerang? Apa lagi tanpa merusak pintu gerbang?" Betapa terkejutnya Ling Daeng akan laporan bawahannya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...