Ling Ling

Ling Ling
Bab 175



"Anda benar sekali Nyonya Ling! Nona Ling Yu Bing sangat serasi bila bersama pangeran Li Sau Yi. Sudah cantik, pandai dan juga berbakat. Banyak pemuda yang mengidolakannya, tidak sedikit yang mengharapkan bisa memiliki Nona Ling Yu Bing sebagai istri. Dia menantu yang sangat di idamankan oleh setiap keluarga."


Ucap Lelaki paru baya itu penuh dengan pujian, untuk menyenangkan wanita cantik angkuh yang ada di hadapannya itu, masih dengan posisi dirinya yang tak berubah tetap saja berlutut.


Apa yang di sampaikan lelaki paruh baya itu membuat wanita itu senang. Anak gadisnya memang luar biasa. Hanya segelintir gadis muda ibu kota yang bisa menandingi Ling Yu Bing.


"Untuk sementara, sampah Ling Ling bisa kita tangguhkan dulu. Masih satu tahun lagi, jadi masih ada waktu untuk membereskannya."


Lelaki hanfu putih ikut berbicara, "Itu waktu lebih dari cukup untuk berurusan dengan gadis sampah itu, Nyonya! Yang paling penting sekarang ini adalah kedekatan Nona Ling Yu Bing dengan Pangeran Li Sau Yi."


HEHE HEHE


Di saat ketiga orang itu serius berbicara, tiba - tiba terdengar suara tawa lembut dan merdu memasuki ruangan. Spontan ketika orang itu berpaling ke arah pintu, melihat siapa yang datang.


Ternyata orang yang sedang mereka bicarakanlah yang muncul, Nona Ling Yu Bing dan Pangeran Li Sau Yi. Ke dua pemuda itu kelihatan sekali kalau sudah sangat akrab. Apa lagi bila melihat raut wajah Ling Yu Bing yang merah merona. Dengan sikap agak malu- malunya. Jelas kalau gadis muda itu hatinya sedang berbunga -bunga.


Segera saja ketiga orang yang ada di ruangan itu, menangkupkan kedua tangan di dada, sebagai penghormatan kepada seorang Pangeran.


"Salam Pangeran Li Sau Yi!" ucap serenyak ketiga orang itu, yang tak lain Nyonya Ling Chan Hu, kepala pelayan Ling Lissun dan Ling Bo.


Pangeran Li Sau Yi tersenyum dan menganggukkan kepalanya, sambil memberi isyarat tangan kalau dirinya telah menerima penghormatan mereka. Kemudian berkata, "Nyonya Ling, maaf! Aku datang tiba- tiba berkunjung. Aku mengantarkan Nona Ling Yu Bing."


(" Ehh, Bukankah dia orang yang mengawasi sih sampah Ling Ling tunanganku. Kenapa dia ada di sini? Apa telah terjadi sesuatu. Aku harap kabar yang baik.") ucap Pangeran Li Sau Yi dalam hati ketika matanya melihat keberadaan Ling Bo.


Pangeran Li Sau Yi mengenal dan mengetahui Ling Bo semuanya di karenakan Ling Yu Bing. Gadis muda itulah yang menceritakan segalanya padanya. Tidak ada rahasia yang dia sembunyikan dari Pangeran Li Sau Yi.


Nyonya Ling Chan Hu langsung saja menanggapi perkataan Pangeran Li Sau Yi. "Maafkan Bing'er ya Pangeran! Telah membuatmu repot."


"Hehe..., tidak merepotkan sama sekali. Aku malah sangat senang melakukannya! Bersama Nona Ling Yu Bing begitu menyenangkan." Pangeran Li Sau Yi melirik Ling Yu Bing yang mukanya makin merona.


Bagaimana Ling Yu Bing itu tidak tersipu, kalau mendapat pujian langsung dari pangeran Li Sau Yi. Seorang laki - laki yang mampu membuat dirinya tertarik dengan lawan jenis. Pangeran tampan yang telah berhasil merebut hatinya.


Ling Yu Bing tidak malu mencubit Pangeran Li Sau Yi di hadapan orang lain. Sedangkan Li Sau Yi meringis pura - pura sakit akibat cubitan Ling Yu Bing tapi kedua sudut bibirnya tertarik keatas. Dari sini semua orang sudah bisa melihat, kalau hubungan Li Sau Yi dan Ling Yu Bing sangat dekat. Bahkan mungkin bisa lebih dari dekat lagi bila melihat bahasa tubuh kedua orang itu.


Pangeran Li Sau Yi tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya, tiap kali matanya melihat Ling Bo. Dia memantapkan hati dan tekadnya bertanya pada Nyonya Ling Chan Hu.


" Hmm, bagaimana kabar tunanganku sih gadis sampah, Nyonya Ling? Bukankah Anda mendapatkan kabar darinya!" Pangeran Li Sau Yi bertanya sambil menelunjuk Ling Bo.


Ling Yu Bing yang mendengar perkataan dari Pangeran Li Sau Yi, menjadi cemburu dan hatinya sakit. Bisa- bisanya Pujaan hatinya menanyakan kabar wanita lain. Dan dia tidak menyukai hal itu. Tapi dia harus bisa memendam semua.


Nyonya Ling Chan Hu terkejut akan pertanyaan Pangeran Li Sau Yi. Bagaimana pemuda itu tahu kalau dia menempatkan Ling Bo memata- matai kehidupan Ling Ling selama ini.


"Masih tetap sama tidak ada yang berubah. Bing'er temanilah pangeran Li Sau Yi. Ibu harus pergi karena ada urusan yang belum selesai." Nyonya Ling Chan Hu langsung meninggalkan tempat itu di temani oleh Ling Bo dan Ling Lissun.


Kini tempat itu hanya menyisakan dua orang saja, Ling Yu Bing dan pangeran Li Sau Yi. Gadis muda itu mendekat pada pemuda tampan. Tangan gadis muda itu perlahan menyentuh dada bidang Li Sau Yi.


"Pangeraaan... Kenapa bertanya tentang gadis sampah Ling Ling? Aih... merindukan dirinya Ya!" ucap basah basih Ling Yu Bing menahan kecemburuannya.


" Ck, Siapa yang rindu? Ada dewi di depanku, kenapa aku harus cari yang lain? Aku hanya ingin tahu saja!"


Pangeran Li Sau Yi berbicara sambil tersenyum, tangan Ling Yu Bing telah menggelitik hasratnya. Tak mau ketinggalan dia pun menarik pinggang Ling Yu Bing. Hinggah tubuh sintal itu menabrak tubuhnya dengan telak.


Sensasi tekanan dua aset Ling Yu Bing yang menonjol ketika menyentuh dadanya, membuat gairahnya reaksi. Satu tangannya telah berpindah dari pinggang ke tengkuknya. ditariknya sedikit rambut gadis itu sehingga kepala Gadis itu menghadap ke atas. Kedua mata Ling Yu Biing bertatapan dengan mata Li Sau Yi.


Perlahan namun pasti Pangeran Li Sau Yi mendaratkan bibir tebalnya pada bibir titis Ling Yu Bing. Ciuman kecil telah menjadi ******* penuh hasrat. Bahkan tangan Pangeran makin berani saja, kini berada pada dua aset kebanggaan Ling Yu Bing. Bagaimana tidak bangga bila dua asetnya itu bentuknya bulat dan sangat besar.


Setelah puas memcium bibir Ling Yu Bing sampai bengkak, Pangeran pindah ke leher jenjang gadis itu. Dan di area itu Pangeran dengan gemas menggigit leher gadis cantik itu berulang kali, sehingga meninggalkan bekas di leher putih itu.


"Emm... Bing'er kau memang memabukkan! Aku suka permainan ini! Aku tidak akan bisa tahan jauh darimu! Hari ini cukup...! lain waktu akan kita ulang kembali permainan ini! Hehe..."


Li Sau Yi setelah puas memainkan dua aset kebanggan Ling Yu Bing, barulah permainan panas keduanya hentikan, karena mereka akan malu bila apa yang mereka lakukan ketahuan sama orang lain, apa lagi mereka bukanlah pasangan suami istri.