Ling Ling

Ling Ling
Bab 169



Ling Ling melihat pil yang di berikan oleh Yuan Jing. Gadis cantik itu tidak langsung meminumnya. Pil yang di berikan oleh Yuan Jing masih kalah jauh kasiatnya dengan pil buatannya sendiri, pil yang tersimpan di dalam cincin dimensinya , pil yang ikut terbawa dari dunianya.


" Terima kasih! Tapi aku tidak butuh!" Ling Ling kembali memberikan pil biru ke tangan Yuan Jing. Kemudian gadis cantik itu mengambil pil warna putih dari cincin dimemsinya. " Pil inilah yang aku butuhkan. Selain lukaku sembuh, tenaga dan kekuatanku akan segera pulih."


Ling Ling langsung saja melempar pil warna putih itu kedalam mulutnya. Pil itu langsung lumer dalam sekejap dan kasiat obat juga langsung terasa. Tanpa perlu bersikap lotus untuk menyerap kasiat dari pil.


Semua luka yang di alami Ling Ling perlahan - lahan menutup dan dalam waktu sangat singkat sekali kondisi tubuh Ling Ling kembali seperti semula. Tidak ada bekas luka dan kekuatan pun kembali ke puncak.


Yuan Jing cukup terkejut dengan kecepatan pemulihan yang di miliki pil putih itu. Bagaimana tidak kaget kalau pil putih itu lebih hebat dari pil buatan orang terahli di dunianya.. Padahal dia berasal dari dunia atas.


"Hehe... Aku sudah sembuh. Sekarang waktunya kembali melanjutkan pertarungan." Semangat Ling Ling berkobar. "Kali ini aku pastikan nyawanya aku kirim menemui dewa ne---."


"Tidak... Tidak, Nona Ling tidak perlu melawannya." Yuan Jing menyela Ling Ling, karena pemuda itu tidak setuju, dia tidak mau kalau gadis cantik itu sampai melawan lagi Fang Bi Kang. "Akulah yang akan melawannya. Nona Ling Ling Jangan kuatir, saya pasti akan membalas semua perbuatannya pada Anda 5 kali lipat."


"Tidak perlu! Aku tidak butuh bantuaan. Aku masih sanggup untuk melawannya. Apa di matamu aku ini gadis lemah?" Ling Ling menatap tajam pada Yuan Jing.


"Ehh apa? Maaf, bukan begitu maksud saya." Yuan Jing kwatir wanita majikannya ini bakal salah paham padanya.


Fang Bi Kang yang sudah kembali berdiri tegak dan mulai mendekat kemudian mendengar perdebatan dua orang musuhnya yang ingin melawan dirinya. " Ck, tidak usah berdebat Siapa yang paling layak melawanku. Kenapa harus satu? Kalian berdua maju bersamaan, aku tidak akan mundur, aku masih sanggup melayani kalian."


Ling Ling melangkah kedepan. "Kalau begitu, Jangan menghalangiku!" ucapnya kepada Yuan Jing. "Akan aku buktikan padamu, bahwa aku bisa dan mampu untuk membunuh bajingan itu. Bunuh semua komplotan mereka, biar orang ini menjadi urusanku!"


Usai berbicara Ling Ling segera mengedarkan energi aura pada bilah pedang kembarnya. Gadis cantik itu kali ini akan mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatan yang dimilikinya.


Fang Bi Kang pun tidak mau ketinggalan, dia pun segera mengedarkan energi aura pada Tombak Emas andalannya. Dirinya harus memenangkan pertarungan ini.


"Teknik Prahara Api!" teriak Ling Ling. Bersamaan dengan Fang Bi Kang, " Teknik Tombak Amarah Dewa."


WHUUUUUUS WHUUUUUS


Baik Ling Ling maupun Fang Bi Kang sama- sama menebaskan senjatanya ke arah depan.


DUAAAAR


BOOOOOM


Terdengar bunyi ledakan yang sangat dahsyat sekali ketika kedua kekuatan bertemu di udara. Bahkan tempat dimana mereka bertarung, tanah pun ikutan retak. Begitu dahsyatnya efek ledakan, membuat tanah yang retak berhamburan menjadi debu dan bongkahan tanah yang berukuran besar dan kecil yang melayang ke udara. Membuat halaman Pavilium Krislanling rusak berat.


WHUUUUUUSS


CLIIIIIIIIING


Ling Ling kembali terlempar sejauh 5 meter, beruntung gadis cantik itu bisa menstabilkan keadaannya sehingga dia tidak sampai menabrak. Bahkan dia masih sempat menggunakan jimat Array untuk melindungi tubuhnya dari terjangan bongkahan tanah yang berhamburan.


WHUUUUS BRAAAAK


AAUUHHH...


Keadaan Fang Bi Kang tidak seberuntung Ling Ling. Pimpinan Bandit Tengkorak Hitam itu tubuhnya terhempas sejauh 7 meter. Kembali lagi badannya jatuh menghantam tanah dengan sangat telak. Teriakan kesakitan pun lolos keluar dari bibir tebalnya.


BRUUUUS UHUK UHUK


Fang Bi Kang dengan tubuh yang gemetaran itu berusaha untuk bangun dan berdiri, tapi baru jongkok sudah kembali jatuh terkapar di tanah yang berdebu.


HOOEK UHUUUK UHUUK


Fang Bi Kang kembali lagi memuntahkan darah segar. Dadanya makin terasa sesak dan nyeri. Semakin kuat saja tangan kirinya mencengkram dadanya. Nafasnya tersengal- sengal susah sekali bernafas . Dia sudah tidak kuat lagi.


Sementara tak jauh dari tempat Ling Ling berada, Yuan Jing telah mengambil alih lawan Ling Yun. Sehingga gadis pelayan Ling Ling itu terjun untuk membantu sahabat baiknya yang seperti saudara Ling Yun menghadapi lawannya.


WHUUUUUS


"Saudari Ling Chi, Ayo kita gunakan gabungan jurus pedang kita agar segera cepat menghabisi musuh." ucap Ling Yun begitu tubuhnya ada di samping kanannya.


" Ahh... Saudari Yun!" Ling Chi kaget Ling Yun tiba -tiba sudah ada di sisinya. "Hmm... Baiklah! Ayo... Kita tunjukkan betapa luar biasanya jurus kerjasama Kita!"


"Ck, tidak usah banyak bicara, buktikan saja padaku kalau kalian bisa mengalahkan diriku!" Song'ong Lelaki kekar dekil itu.


Kedua gadis cantik itu saling berpandangan, seolah telah tercipta kesepakatan, Ling Yun dan Ling Chi langsung mengedarkan Energi Aura pada bila pedangnya.


" Teknik Pedang Manari!" Teriak Ling Yun bersamaan dengan Ling Chi. Kedua gadis cantik itu melayang menghampiri lawannya.


WHUUUS


Lelaki kekar dekil itu sudah siap, dia juga segera mengalirkan Energi Aura pada sekujur tubuhnya dan tidak ketinggalan juga mengalir pada bila pedang yang dipegangnya.


" Teknik Pedang Pesona Iblis!" Seketika itu juga pedang yang dipegang lelaki kekar dekil itu yang tak lain Hu San mengeluarkan asap tebal berwarna hitam.


WHUUUUS


Hu San segera mengayunkan pedangnya kesamping kiri menghadang serangan pedang dari Ling Yun.


TAAAANG TIIIIING


HAP-------


Bunyi pedang saat beradu, bahkan mampu memercikkan api. Hu San segera meliukkan badannya setengah putaran menghindari serangan dari pedang Ling Ling Chi dari arah depan.


Serangan Ling Yun yang sempat tertahan oleh pedang Hu San, kini kembali lagi dengan cepat mengarah pada leher. Sadar Lehernya dalam target, Hu San mundur dua langka dan membungkukkan badanya untuk menghindar, kemudian dia menjatuhkan badannya berguling ke kanan dan langsung menjegal kaki Ling Chi.


BRAAAAAK


BUUUUUK


Terdengar bunyi tabrakan, Ketika kaki Ling Chi kena sapuan kaki Hu San. Gadis cantik itu jatuh ke tanah begitu posisi kuda- kudanya tidak seimbang.


"Ahh, siaaal! Ternyata dia mampu menghadapi kita berdua." ucap Ling Chi sambil melompat kembali berdiri.


"Aih.... Kita yang salah meremehkan dirinya! Karena kita sama- sama berpikir mudah menaklukkannya!"