
Tak terasa hari cepat sekali berganti, sudah satu bulan sejak penyerangan yang di lakukan oleh kelompok bandit Tengkorak Hitam pada kediaman keluarga Ling.
Hari masih pagi, bahkan matahari belomlah merambat naik tapi Ling Yun dan Ling Chi sudah siap. Karena hari ini adalah hari ke berangkatan mereka menuju ke ibukota.
Dengan sabar mereka berdua berdiri di samping kereta kuda menunggu kedatangan nona mudanya Ling Ling di pelataran kediaman Ling.
" Kenapa Nona belum juga nongol? Apakah perlu aku susul ke Pavilium.Homeling?" Tanya Ling Chi pada sahabatnya yang kini masuk ke dalam kereta kuda.
"Aku rasa tidak, kita tunggu saja nona Ling di sini. Aku yakin sebentar lagi Nona juga datang."
Ling Yun menjawab pertanyaan Ling Chi sambil mendudukkan pantatnya. Gadis cantik itu kemudian membuka tirai cendela agar bisa melihat keluar.
"Yup, Kau benar! Apalagi semalam Nona Ling sudah berpesan kalau sarapan pagi ini dilakukan di dalam kereta saja."
SREEEK SREEEK
SREEEK SREEEK
Terdengar langkah kaki mendekati Ling Chi dan Ling Yun. Tapi dari suaranya itu jelas lebih dari satu orang yang mendekat.
Ling Chi memutar tubuhnya untuk melihat siapakah yang datang mendekat. Sedangkan Ling Yun yang berada di dalam kereta segera turun dari kereta kuda.
Karena kedua gadis itu tahu, yang datang jelas bukan nona mudanya Ling Ling karena letak posisi dari Pavilion Homeling itu berada tepat arah di depannya.
" Tuan Ling Daeng! Nona Ling Wan!" Ucap Ling Chi dan Ling Yun bersamaan. Kedua gadis itu tidak lupa dengan menangkupkan tinjunya di dada.
Kedua orang yang baru tiba itu bersamaan juga menganggukkan kepala kepada kedua pelayan pribadi Ling Ling.
"Syukurlah kalian belum berangkat, aku tadi sempat kuatir kalau aku dan ayah ketinggalan."
"Itu Nona " Ling Yun berbicara sambil tangan kanannya menelunjuk Ling Ling.
Ke empat orang itu, kini pandangan matanya lurus terarah pada gadis cantik berhanfu biru, yang datang mendekat kepada mereka.
"Paman Ling Daeng, Anda disini! Aih.... Paman mengantar ke pergianku!"
" Tentu saja Nona Ling! Sebagai kepala keluarga Ling cabang kota Shan Shan saya wajib mengantar ke pergian Nona."
" Hehe ... Terima kasih atas perhatianmu, Paman!"
Ling Wan maju lima langkah ke depan, ia langsung memeluk erat Ling Ling dan mata gadis itu berkaca - kaca mau menangis.
" Hari ini adalah hari terakhir saya bisa bersama kamu, entah sampai kapan lagi kita baru bisa bertemu lagi."
Air mata Ling Wan tidak bisa terbendung lagi, mengukur deras dari kedua mata indahnya, memgalir di pipi chubby nya.
Ling Ling tersenyum dan menghapus lelehan air mata Ling Wan dengan kedua ibu jarinya. Ling Ling pun tahu, sejak kehadiran dirinya di kediaman keluarga Ling cabang kota Shan Shan, Ling Wan itu satu -satunya orang yang tidak perna memandang rendah Ling Ling. Dia menerima kehadirannya dan serta berusaha membantunya.
"Aih... Jangan menangis! Seharusnya kau senang aku kembali ke tempat yang seharusnya aku berada!" Ling Ling melepas pelukan Ling Wan. Mata gadis itu memandang lurus kedua bola mata Ling Wan. " Suatu saat kita pasti bisa bertemu kembali! Kau bisa mengunjungiku ke kediaman Ling Pusat."
Ling Wan menganggukkan kepalanya. Sedangkan Ling Ling memberi isyarat kepada kedua pelayannya untuk segera masuk kereta.
"Hem... Waktunya berangkat! Aku pergi paman! Selamat tinggal!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...