
Penjaga kediaman Ling meminta di bukakan pintu gerbangnya kediaman Jiang agar bisa masuk ke dalam. Tapi sayangnya penjaga kediaman Jiang masih belum mau membukakan pintu gerbang.
"Woi... Jadi kalian masih juga tetap tidak akan membukakan pintu gerbang untuk kami!"
"Kalau iya memangnya kenapa?" ucap penjaga Jiang 1 menjawab ucapan penjaga Ling 1.
"Baiklah, tidak masalah! Kami datang kesini hanya untuk mengantar!"
Setelah berusaha membujuk beberapa lama tapi tidak juga di perdulikan, membuat penjaga Ling 1 kembali ke kereta kuda dan memberitahukan semuanya kepada pimpinan rombongan.
"Jadi mereka tidak mau membuka gerbangnya! Apa kau sudah memberitahu mereka? Kalau kita ini sedang membawa tuan muda mereka yang saat ini sedang terluka!"
"Hehe... Tidak pimpinan, informasi itu lupa tidak saya beritahukan pada mereka!" penjaga Ling 1 berbicara sambil cengengesan.
"Sekarang kembali dan beritahu mereka tentang Tuan mudanya! Apabila tetap tidak dibukakan juga, baru kita turunkan mereka di sini!"
"Ya aku setuju itu! Tugas kita cuman mengantar Tuan Muda Jiang dan anak buahnya!"
"Kita turunkan disini, apa di dalam sana, sama saja? Tidak ada bedanya buat kita!"
Keputusan sudah diambil, mau tidak mau akhirnya penjaga Ling 1 kembali lagi menemui penjaga gerbang Jiang.
Baru saja nyampe di pos penjagaan, terdengar suara penjaga Jiang menegur penjaga Ling 1. "Kau lagi? Apa maumu? Heran aku! Kau ini tidak mengerti bahasa manusia apa?"
Mendengar apa yang diucapkan oleh penjaga Jiang 1 membuat panas hati penjaga Ling 1, tangannya terkepal kuat dan giginya bergemeretak menahan amarah.
"Buka pintunya! Kami sedang membawa tuan muda Jiang dan anak buahnya yang saat ini pingsan di dalam kereta."
" Apaaaa?" ucap serentak penjaga gerbang Jiang bersamaan.
"Ck, itu tidak mungkin! Yang benar saja! Kau tidak bisa membohongi kami!" ucap penjaga Jiang 3.
" Terserah kalian, bisa percaya bisa tidak! Yang jelas kami cuman menghantarkan saja!"
Usai berbicara penjaga ling 1 langsung saja berbalik kembali menuju kereta kuda. Dia sudah tidak peduli mau dibukaan apa tidak.
Penjaga Ling 1 menceritakan semuanya kepada pimpinan keluarga Ling. Dan pimpinan kelompok Ling itu memerintahkan teman- temannya untuk menurunkan tuan muda Jiang beserta anak buahnya.
Satu persatu Tuan muda , pengawal dan penjaga kediaman keluarga Ling yang pingsan dan terluka di dalam kereta, diangkat dan kemudian di turunkan di depan gerbang yang masih terkunci itu.
Tentu saja hal ini cukup mengejutkan mereka. Kini mereka menjadi khawatir, jangan-jangan apa yang diucapkan oleh penjaga Keluarga Ling itu adalah kebenaran dan kenyataan yang sesungguhnya.
Mereka dengan cepat dan buru - buru membuka pintu gerbang keluarga Jiang. Mereka ingin tahu siapa yang mereka turunkan dari dalam kereta.
"Cepaaaat buka pintu gerbangnya! Jangan lama- lama! Kita harus tahu jangan sampai terlambat!"
Begitu pintu gerbang terbuka, para penjaga kediaman keluarga Jiang langsung berhamburan keluar dari pos penjagaan. Mereka Langsung menyerbu orang-orang yang ditaruh di depan pintu gerbang oleh penjaga keluarga Ling.
Wajah mereka seketika itu juga menjadi pucat pasih. Setelah melihat, siapa yang ditaruh di depan pintu gerbang itu.
"Tuan Muda Jiang Jiang! Tuan Muda Jiang Wang!"
"Apa yang terjadi? Bagaimana bisa seperti ini? ucap penjaga Jiang 3 setelah tahu.
"Tahan mereka! Jangan biarkan mereka bisa pergi begitu saja dari tempat ini!"
" Kau, segera laporkan ini semua kepada Tuan Kepala keluarga Jiang!"
Para menjaga kediaman keluarga Jiang segera saja membunyikan tanda bahaya. Mereka sengaja melakukan itu untuk mendatangkan bala bantuan menghadapi para penjaga Ling yang mau meninggalkan kediaman keluarga Jiang.
Bagaimana mungkin mereka melepaskan orang-orang yang telah membawa Tuan muda mereka begitu saja.
Karena keluarga Jiang harus tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan tuan mudanya beserta anak buahnya.
Dan semua itu akan dijawab oleh para penjaga keluarga Ling yang pasti tahu penyebabnya.
"Ck, kami tadi datang baik-baik mau mengantar, tapi kalian tidak mau bukakan gerbang. Dan sekarang di saat kami mau kembali, seenaknya saja kalian mau menghalangi!"
"Haha .... Kalian tidak bisa menghentikan kami, apalagi menghalangi kepergian kami dari sini!"
"Ayooo kita kembali! Urusan kita di sini sudah selesai! Tidak ada hubungan masalah ini dengan kita!"
Pimpinan rombongan keluarga Ling langsung saja memberi isyarat kepada Sais kereta agar segera meninggalkan tempat itu.
Tentu saja para penjaga keluarga Jiang yang melihat gelagat itu tidak tinggal diam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...