Ling Ling

Ling Ling
Bab 65



"Rupanya kalian tidak bisa di ajak bicara baik- baik! Baiklah! Jangan salahkan aku bila bertindak kasar!" ucap Ling Ba Tin sudah mulai emosi menghadapi para bandit itu.


WHUUUUSH


Sabetan pedang dari samping meluncur dengan cepat ke arah leher, dengan cepat Ling Ba Tin mundur dua langkah kebelakang, bersamaan dengan datangnya sebuah tombak dari belakang berusaha menusuk punggungnya.


Menyadari serangan dari belakang Ling Ba Tin meruba posisinya ke samping. Dengan cepat mengarahkan tendangannya yang sangat kuat menendang tombak yang di pegang oleh lelaki besar anggota Bandit Tengkorak Hitam.


BRAAAAK


Tiba- tiba datang serangan lanjutan dari rekan bandit, Dia melayangkan pedangnya pada bagian tubuh Ling Ba Tin.


Hampir saja dia terkena sabetan pedang dan itupun hanya terlepas satu inci saja dari kulitnya. Terlihat dari robeknya pakaian pada pinggang kirinya yang tidak tertutupi oleh ikat pinggang.


BREEEEET


"Brengsek... Kau telah merobek bajuku! Aku datang dengan damai tapi kalian yang telah menyulut kemarahanku!" Ling Ba Tin sekarang benar - benar marah.


"Ck, damai katamu! Kau telah melukai anggota kami duluan! Siapa yang akan percaya padamu? " ucap salah satu bandit yang dari tadi menonton pertarungan.


Ling Ba Tin tidak mau membuang- buang lagi waktunya. Yang bisa dirinya lakukan sekarang adalah mengalahkan mereka baru memaksanya, membawa dirinya ketemu pimpinan mereka.


Ling Ba Tin menghimpun Aura dan diarahkan pada kedua tangan dan kedua kakinya. Langsung menerjang lawan yang paling dekat dengannya.


WHUUUUSH


Serangan tiba- tiba dari Ling Ba Tin tidak bisa di antisipasi oleh lelaki tinggi besar. Serangan itu mendarat dengan telak, dua pukulan di dada dan perutnya.


Lelaki itu langsung tumbang di tempat. Hal ini tentu saja makin menyulut ke murkaan para Bandit Tengkorak Hitam yang lain.


"Bangsaaaat...! Kita keroyok saja dia! Dan cepat bunuh saja kusir kereta kudanya! Kita balaskan sakit saudara kita!"


" Setuju...Ya aku sangat sejutu! Haha... ide bagus! Ada yang jadi pelampiasan dan kekesalan kita!" celetuk salah satu yang menonton adu tanding.


Ling Ba Tin terkejut mendengarnya, dia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Kusir kuda Sih Ling Yuwan sangat setia kepadanya dan tidak mungkin dirinya akan mengorbankannya.


"Hentikaaan! Jangaaan!" ucap Ling Ba Tin sambil melompat tinggi dan turun di dekat kusir keretanya. Ling Ba Tin segera memegang kuat tangan salah satu bandit yang mau menebas kusirnya.


"Aku benar- benar datang untuk menyewa tenaga kalian! Aku akan membayar mahal Kelompok kalian! Bawa aku segera ke markas kalian! Pertemukan aku dengan Pimpinan Bandit Tengkorak Hitam!"


Para bandit memandang tajam Ling Ba Tin. Mereka ingin memastikan kebenaran dan kejujuran dari ucapannya itu.


Tak berapa lama kemudian ketua kelompok bandit itu membuat keputusan untuk mempercayai Ling Ba Tin. Dan sekaligus memberi kesempatan untuk bertemu dengan Pimpinannya.


"Ikut kami! Akan kami antar ketemu dengan Pimpinan Bandit Tengkorak Hitam!" ucap lelaki besar gempal itu dan memberi isyarat pada teman- temannya.


Kelompok Bandit Tengkorak Hitam itu sekarang di bagi menjadi dua bagian. Sebagian akan ikut kembali ke markas bersama Ling Ba Tin dan sebagian lagi masih tinggal untuk melanjutkan aksi mereka seperti biasanya yaitu merampok.


"Uhh..Itu yang aku harapkan dari tadi! Tapi kalian malah mempersulitnya! Cepat tunjukkan jalannya!" ucap Ling Ba Tin yang tiba - tiba saja matanya di tutup oleh kain tebal hitam oleh salah seorang bandit.


"Maaf ! Kami harus menutup mata Anda! Ini adalah aturan yang berlaku! Hanya anggota Bandit Tengkorak Hitam yang boleh tahu lokasi pastinya! Karena itu adalah rahasia kami!" ucap salah satu anggota Bandit Tengkorak Hitam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...