Ling Ling

Ling Ling
Bab 147



HOEK BRUUUUS


Mereka muntah bersamaan, padahal tidak ada yang mengarahkan atau janjian. Seteguk darah segar telah di keluarkan. Mereka meringkuk berlutut. Dan kalau Niat membunuh ini tidak di tarik, sudah dapat di pastikan mereka bakal terluka parah.


"Sial, kemampuan saudara Tang Talun makin hebat saja. Kemampuannya kini meningkat pesat. Kami semua jauh tertinggal!" ucap Chan Len sambil berusaha bangkit walau akhirnya kembali terjatuh lagi.


"Celaka... Celaka! Posisinya terlalu dekat, Ya beginilah akibatnya jadi kena imbasnya! Huh... " kata Chan Bing sambil menghapus sisa darah yang ada bibirnya.


"Huh... memanglah berdampak bagi kita, memiliki kemampuan rendah, tapi itu akan sangat menguntungkan, apabila digunakan melawan target sehingga akan memudahkan tujuan kita." ucap Chan Li sambil menarik nafas panjang berusaha meredam pengaruh niat membunuh.


"Wduch... Lawan Nona Ling Ling terlalu tangguh dan kuat, semoga Nona bisa melawannya?" Ling Chi menoleh ke ruang makan, dimana disanalah Ling Ling sedang bertarung.


"Sial... Kami masih terlalu lemah! Begini saja kami sudah tidak berdaya. Kalau begini bagaimana bisa membantu Nona Ling Ling?" gumam Ling Yun, kecewa pada dirinya karena tidak berdaya dan menyadari kekuatannya masih sangat rendah.


***


Sementara itu di atas atap Paviliun Homeling yang bertepatan di bawahnya ruang makan, seorang pemuda tampan melihat dan juga menyaksikan pertempuran Ling Ling dan Tang Talun. Mata pemuda itu tidak berkedip sejenak pun, dia mengikuti pergerakkan dari kedua orang yang di intainya itu.


Yang menyaksikan pertarungan di atap Paviliun itu tidak lain adalah Yuan Jing anak buah dari Juan Long. pemuda itu memang diberi tugas khusus dari majikannya untuk menjaga dan melindungi wanita majikannya itu.


" Kelihatannya nona Ling tidak membutuhkan bantuan? Orang yang aku jaga ini ternyata masih mampu menghadapi lawan yang telah melakukan kultivasi dengan jalan menyimpang! Hem... Apakah aku harus turun tangan menolong kedua pelayannya itu saja!" ucap Yuan Jing masih menimbang -nimbang, apakah harus ikut campur apa tidak.


Setelah diam beberapa saat, akhirnya Yuan Jing memutuskan untuk turun tangan, terpaksa ikut campur. Tak lama kemudian pemuda Tampan itu pun turun dari atap Paviliun Homeling dan langsung terjun ke arena pertarungan Ling Chi.


WHUUUS WHUUUS


Kehadiran tiba-tiba pemuda tampan dalam pertarungannya membuat Ling Chi waspada, karena dia tidak tahu apakah orang yang hadir itu adalah teman ataukah musuh. Beda halnya dengan 2 anggota Bandit Tengkorak, kemunculan pemuda itu pastilah akan menjadi lawannya. Sebab Dia tahu bahwa pemuda itu bukan salah satu dari rekan sesama Bandit Tengkorak Hitam.


Sementara Yuan Jing yang menyadari akan kewaspadaan dan kehati-hatian dari orang yang mau dibantunya, membuat pemuda tampan itu tersenyum simpul.


"Jangan curiga kepadaku! Apa lagi takut kepada diriku! Aku ada di sini untuk membantumu! Karena aku salah satu orang kepercayaan dari Tuan Yuan Long! Jadi mana mungkin aku membiarkan kau atau pun Ling Yun celaka di hadapanku!" Yuan Jing berucap sambil tersenyum.


"Ehh... Benarkah! Terima kasih! Bantuanmu ini sangat berarti! Tapi apakah tidak sebaiknya kau membantu Nona Ling Ling untuk menghabisi musuhnya."


Sebelum menjawab pemuda tampan itu kembali tersenyum hingga membuat Ling Chi sejenak tertegun akan ketampanan pemuda itu.


"Hehe... jangan mengkhawatirkan Nona Ling Ling! Karena nona Ling Ling pasti bisa menghabisi lawannya! Jangan perna meragukannya!"


Chan Wen yang menyadari Niat membunuh Tang Talun sudah menghilang langsung menggerakkan badannya bersalto kedepan dan menebaskan pedang pendek hitam kepada Yuan Jing.


WHUUUS TAP----


BUUK BUUUK AHHH...


Tendangan kaki kanan Yuan Jing tepat mengenai perut Chan Wen. Lelaki dempal dan hitam itu terlempar 3 meter dan menabrak dinding Paviliun.


AAHHH.... BRAAAK


Jeritan kesakitan yang keluar dari bibir Chan Wen justru membuat Yuan Jing makin bersemangat. Dia melesat mengejar tubuh Chan Wen yang terkapar, Yuan Jing langsung menendangnya kembali tanpa ampun. Kali ini tendangan kuat Yuan Jing mengenai dada Chan Wen.


WHUUUS BRAAK AAHHH...


Tubuh Chan Wen kembali lagi melayang dengan cepat menabrak dinding Paviliun. Sekali lagi terdengar bunyi benturan yang cukup keras. Dan sekali lagi juga terdengar teriakan kesakitan terucap dari mulut Chan Wen.


Lelaki itu setelah berteriak dengan sangat kencang, sekarang ini sudah tidak bergerak sama sekali. Dia sudah di kalahkan oleh Yuan Jing.


Kemungkinan Chan Wen sudah tewa, karena tidak mampu menahan sakit dari tendangan Yuan Jing yang mengenai dadanya.Yuan Jing langsung melompat mengambil alih lawan Ling Chi, setelah menendang Chan Wen.


"Kau bantulah Ling Yun menghadapi lawannya. Yang ini biar aku urus!" Perintah Yuan Jing pada Ling Chi, yang langsung menganggukkan kepalanya kemudian dia lari ke tempat Ling Yun berada.


WHUUS WHUUS


Dalam sekejap Ling Chi sudah ikut berbaur dalam pertempuran Ling Yun. Dia menyerang salah salah satu dari 2 orang Bandit Tengkorak Hitam.


"Hai... Lawanmu adalah aku! Tidak malu apa mengeroyok seorang gadis! Ck, dasar laki- laki jadi- jadian!" provokasi yang di lancarkan oleh Ling Chi pada lawannya.


" Brengseeek beraninya kau! Beraninya kau bilang aku laki- laki jadi- jadian! Kau mau bukti! Ayo...Akan aku buktikan! Kau akan tahu, aku ini lelaki jadi-jadian apa Lelaki Sejati?" Emosi lelaki tinggi tegap itu pada Ling Chi karena beraninya meragukan keperkasaannya sebagai laki-laki.


Bagaimana tidak emosi harga dirinya sebagai pejantan tangguh telah di lecehkan. kejantanannya telah di tantang. Gadis cantik itu tidak tahu saja kalau dia itu termasuk dalam kategori lelaki yang gemar bercinta, dan tak cukup dalam semalam hanya 2 kali saja dalam menggauli perempuan.


" Ohh... Benarkah! Haha... Sayangnya aku tidak percaya! Mungkin wanita lain bisa kau tipu tapi tidak diriku!" ucapan Ling Chi makin mengejek lelaki yang ada di hadapannya itu.


"Brengseeek! Jangan sebut namaku Chan Bing! Kalau tidak mampu menghajarmu! Merobek mulut berbisamu itu! Dan aku pastikan kalau kau, akan menjadi ja-langku." ucap Chan Bing dengan mata melotot dan penuh tekad membara.


Segera saja laki- laki tinggi tegap itu menggenggam pedangnya dengan erat, kemudian dia lari zig zag mendekati Ling Chi dan menyerang dengan sangat brutal gadis cantik itu. Keinginannya untuk segera bisa mengalahkan dan menaklukkan Ling Chi membuatnya tidak perduli apa pun.


WHUUUS WHUUUS


Begitu serangan Chan Bing datang Ling Chi sudah siap menghadangnya. Gadis cantik itu langsung saja mengerahkan Auranya pada bila pedangnya. Dia pun segera mengayunkan pedangnya pada Chan Bing yang mendekat.