Ling Ling

Ling Ling
Bab 138



Begitu pedang pendek sudah berada dalam genggaman, gadis cantik itu melirik pada tabib tua Hang, dan mata gadis itu menampakkan kebenciannya. Perlahan namun pasti Ling In Chuan melangkahkan kakinya mendekati tabib tua Hang.


" Matilah kau Bajingan...! Haha.. Terimalah pembalasanku tua bangka! Orang brengseek seperti dirimu tak layak hidup! Beraninya kau menyakitiku!"


Diangkatnya pedang pendek itu tinggi-tinggi kemudian dengan cepat dia menusukan pedang pendek itu ke tubuh tabib tua Tabib Hang. Kemudian dia mencabut Pedang pendek yang menancap di badan Tabib tua Hang. Darah segar mengalir dari luka tusukan. Dan gadis cantik itu sekali lagi menikamkan pedangnya pada tubuh tak berdaya itu.


" Haha... mampus Kau! Puas sekali rasanya bisa menghabisimu! Sekarang tinggal Ling Ba Tin yang belum mendapatkan balasan dariku! Haha..., tak lama lagi akan menjadi gilirannya!"


Ling In Chuan tertawa senang karena berhasil membunuh tabib tua Tabib Hang. Gairah hidup kini terpanjang jelas dari kedua mata hijaunya.


Gadis cantik itu membuang pedang pendek yang berlumpuran darah begitu saja, dia tidak peduli hanfu yang dikenakannya penuh dengan cipratan darah segar tabib tua Hang. Dia melangkahkan kakinya dengan hati gembira menuju ke ranjangnya. Di baringkan badannya yang letih itu, tanpa menukar hanfu yang di pakainya dengan hanfu yang baru serta bersih.


Tak terasa waktu cepat sekali berlalu, malam yang gelap gulita kini telah berganti. Sinar mentari menyambut hari berganti. Terjadi kehebohan di Paviliun Roseling saat kedua pelayan yang melayani dan merawat Ling In Chuan masuk ke dalam kamar gadis itu.


Baik Ling Nui mau pun Ling Hui sama- sama shock berat. Mereka terkejut bukan main saat melihat tubuh tabib tua Tabib Hang tergeletak di lantai dan bersimbah darah. Dan ketika melihat peraduan, mereka menyaksikan majikannya Ling In Chuan tidur dengan hanfu penuh dengan darah. Ling Nui dan Ling Hui tidak tahu, apakah kedua orang yang penuh darah itu masih hidup apa sudah mati.


Kedua Pelayan cantik itu terbeng'ong dan badannya gemetaran. Cukup lama kedua pelayan dalam posisi seperti itu. Keduanya baru bereaksi setelah bisa menenangkan diri.


" NONA LING IN CHUAN...." teriak Ling Nui dan Ling Hui bersamaan sambil berlari ke ranjang.


HIK HIK HIK


Kedua pelayan cantik itu menangis sejadi- jadinya di sisi tubuh Ling In Chuan. Bahkan Ling Nui menangis sambil mengguncang -guncang tubuh Ling In Chuan.


"No-nona Ling, maaf! Se-seharusnya kami ti-tidak membiarkanmu ti-tidur sendirian. Pertiwa ini pa-pasti tidak akan perna terjadi. Na-nasibmu malang selali, Nona!"


"Nona Ling! Hik ! Nona Ling! Maaf! Maafkan keteledoran kami! Hik ! Kasihan sekali Nona Ling In Chuan! Hik ! Mati muda..."


Ling In Chuan yang tidurnya merasa terganggu, akhirnya membuka matanya. " Berisiiik! Siapa yang mati muda!"


Ling Nui dan Ling Hui terlonjak kaget begitu mendengar bentakan dari gadis yang di rawat dan di jaganya yang semula dikiranya sudah tewas.


"Syukurlah kalau Nona Ling In Chuan, ternyata masih hidup! Hehe... Maaf, kalau saya pikir tadi itu anda sudah meninggal! Ya harap Anda mahlum karena kami berdua tidak tahu!" ucap Ling Nui senang.


"Badan Anda penuh darah? Bagian mana yang terluka?" Ling Hui mulai memeriksa tubuh majikannya dengan teliti. "Perlukah kami memanggilkan seorang tabib, Nona?"


"Tidak perlu tabib. Aku sama sekali tidak terluka, Badan dan hanfu tang aku pakai penuh darah itu adalah darah dari tua bangka tabib tua Hang." Ling In Chuan menjawab perkataan Ling Hui.


Ling In Chuan mengalihkan wajahnya, dia menatap bergantian antara Ling Hui dan Ling Nui pelayannya itu. "Yup.. Memang aku yang telah membunuh tabib tua Tabib Hang. Laki-laki tua bangka itu semalam telah berani menyentuhku kembali. Hukuman itu memang sudah sepantasnya dia terima! Sekarang tolong kalian panggilkan penjaga untuk menyingkirkan mayatnya dari kamarku!"


Gadis cantik itu segera bangun dari tidur terlentangnya, dia pun bergerak turun dari ranjang empuknya. " Segera kalian persiapkan keperluan mandiku. Aku ingin membersihkan tubuhku yang lengket dan bau ini. Dan aku tidak mau menunggu terlalu lama!"


Ling Nui dan Ling Hui langsung bergegas meninggalkan Ling In Chuan, kedua pelayan itu mengerjakan apa yang telah di perintahkan oleh Ling In Chuan.


"Hui'er kamu siapkan saja keperluan mandi Nona Ling In Chuan. Aku yang akan ke barak penjaga!"


" Baiklah, aku setuju. Lebih cepat lebih baik! Setelah aku selesai mengurus keperluan Nona Ling In Chuan. Aku akan melaporkan semua ini kepada Nona Ling Ling!"


Setelah keduanya membagi tugas, mereka berdua langsung mengerjakan apa yang telah di putuskan.


Jarak Paviliun Roseling dengan Barak penjaga tidaklah jauh, sehingga Ling Nui sampai di barak penjaga hanya 10 menit saja. Dengan hati berdebar Ling Nui memaksakan kakinya melangkah masuk ke dalam barak penjaga.


"Uhh...Sebenarnya Aku tidak ingin memasuki tempat ini! Tapi apa boleh buat, aku terpaksa harus melakukannya!" gumam Ling Nui sambil menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar.


Baru saja kaki melangkah sudah terdengar suara yang menegurnya, "Ada perlu apa pelayan sepertimu masuk ke barak penjaga? Cepat katakan? Dan jangan berbelit- belit?"


Yang bicara dengan Ling Nui ini lelaki tinggi besar dengan tampang sangar. Matanya menatap tajam tak ubahnya seekor serigala bertemu kelinci kecil.


"Sa-saya di perintahkan, me-memanggil penjaga untuk, men-menyingkirkan mayat, ta-tabib tua Hang!" Ling Nui berbicara agak gemetar karena sedikit merasa takut.


" Apaaaa? Tabib tua Hang mati? Kau jangan bercanda denganku!" Lelaki tampang sangar itu langsung menarik dan mencengkram tangan Ling Nui dengan sangat kasar.


" Sa-saya tidak bo-bohong!" Jawab Ling Nui semakin ketakutan. "Ta- tabib tua tabib Hang, Me-memang sudah mati!"


" Siapa yang telah membunuhnya? Dimana mayatnya?" Bentaknya kemudian.


Ling Nui segera menjawabnya, " Ma -mayatnya ada di kamar no-nona Ling In Chuan.


"Apaaaa? Ohh... Ini harus segera aku laporkan sama Tuan Ling Ba Tin!" Penjaga itu berbalik meninggalkan barak penjaga, tapi baru dua langkah dia pun berbalik lagi memandang Ling Nui. "Kau pergilah? Kembalilah ke Paviliun Roseling!"


kemudian penjaga itu berbalik lagi dan meninggalkan tempat ini. Sama halnya dengan Ling Nui, dia pun bergegas pergi, tak mau lama -lama di barak penjaga.


Ling Nui langsung masuk ke kamar Ling in Chuan yang tidak di tutup. Bersamaan dengan Ling IN Chuan keluar dari kamar mandi di temani Ling Hui.