Ling Ling

Ling Ling
Bab 179



Bunyi Ledakan sangat dahsyat saat kedua kekuatan itu bertemu dan beradu, tercipta lubang sangat besar di tempat pertarungan. Hempasan angin tajam menyebar kesegala arah dengan cepat dan ganas.


Yuan Jing terhempas 10 meter, beruntung dia bisa menstabilkan tubuhnya di udara, sehingga tidak sampai menabrak atau pun jatuh. Pemuda tampan itu tidak terluka sama sekali.


Beda halnya dengan Fang Bi Kang, dia tidak mampu bertahan saat lintasan cahaya melengkung ungu menyentuh tubuhnya. Badannya langsung meledak menjadi beberapa potongan tidak kuat bersentuhan dengan kekuatan sejati.


Yuan Jing mendekat dan kemudian mendarat ketika Ling Ling baru menghilangkan Array perlindungan ganda rangkap saat efek kejut sudah meredah. Kemenangan ada di pihaknya. Tapi kediaman keluarga Ling banyak tempat yang mengalami kerusakan, terutama pada Pavilium Homeling, Pavilium Roseling apa lagi dengan Paviliun Krisanling.


Ling Ling memimpin dan menggiring mereka berempat menuju Barak Penjaga, dia ingin tahu apakah para penjaga keluarga Ling ini masih ada yang hidup. 10 menit waktu yang di butuhkan Ling Ling dan teman -temannya sampai Barak Penjaga.


Ling Ling langsung masuk dan melihat tubuh para penjaga bergelempangan di lantai Barak. Dan tidak ada satu pun yang hidup semuanya telah tewas terbunuh. Sebagian besar matinya kena racun yang di komsumsi dari makanan yang di sediakan oleh Paviliun Dapur. Dan sebagian lagi ada yang tertusuk tepat pada jantungnya.


Bahkan ada beberapa kepala yang terpenggal, kemungkinan besar para penjaga inilah yang sempat melawan anggota Bandit tengkorak hitam, dan itu dapat dilihat dari beberapa luka yang ada di tubuh mereka.


" Mengerikan! Kejam sekali! Mereka semua mati, tidak satu pun ada yang di biarkan hidup." ucap Ling Yun yang agak shock dengan apa yang di saksikannya.


" Ehh..., kalau semua orang pada mati, terus siapa nanti yang mengangkat dan memindahkan tubuh- tubuh kaku itu?" Tanya Ling In Chuan penasaran.


Namun sayangnya, tidak ada satu pun yang menjawab pertanyaannya itu. Bagaimana bisa dia langsung menyimpulkan kalau penghuni kediaman keluarga Ling hanya mereka bertujuh saja yang masih hidup, sedangkan belum memeriksa tempat yang lainnya.


Ling Ling langsung melangkahkan kakinya keluar dari Barak Penjaga menuju Pavilium Hunian. Pavilium Hunian adalah Pavilium khusus yang di huni para pelayan Kediaman keluarga Ling.


Pavilium Hunian ini lebih mirip seperti sebuah penginapan, karena begitu banyaknya kamar dan ada 2 tingkat. Tingkat pertama di huni pelayan laki- laki. Sedangkan tingkat dua di huni pelayan wanita.


Ke lima orang itu membutuhkan waktu 10 menit dari Barak Penjaga ke Pavilium Hunian. Kali ini Ling Yun yang memimpin. Gadis cantik itu masuk duluan meningkalkan rekan, dan majikannya di belakang.


"Ahh... Ling Yun! Kau ada disini, cepat lari! tinggalkan kediaman Ling, sekarang lagi tidak aman." ucap salah seorang pelayan hanfu kuning melihat ke datangan Ling Yun.


"Lari..! Larilah dari sini! Mumpung kamu belum ketangkap oleh mereka."


"Selamatkan dirimu, jangan perdulikan kami, Kalau kamu ketangkap nasibmu jauh lebih malang dari kami!"


Tepat pada saat itu di belakang Ling Yun, muncullah Ling Ling, Ling In Chuan, Ling Chi dan Yuan Jing yang memang mengekor Ling Ling.


Ling Yun mendekati mereka dan langsung menepuk kantong penyimpanannya. Sebuah pedang kini ada dalam genggamannya dan langsung di ayunkan untuk memutuskan tali pengikat mereka.


"Bagaimana dengan kelompok perusuh yang menyerang kediaman keluarga Ling? Apakah Nona Ling berhasil mengalahkan dan mengusir mereka?" Tanya pemuda hanfu hijau.


"Mereka jelas tidak akan bisa mengganggu lagi, mereka semua sudah di kirim bertemu dengan dewa kematian!" Bukan Ling Ling yang mejawab ucapan pemuda itu tapi Ling Chi.


"Haha... Bebas, Syukurlah! Tidak jadi menjadi budak kalau begini! Terima kasih Nona Ling Ling, Nona Ling In Chuan, Ling Yun, Ling Chi dan Tuan Eh... Sapa?" Pemuda itu tersenyum canggung karena dia benar - benar tidak mengenal pemuda yang bersama Ling Ling itu.


"Ahh... Selamat! Ternyata aku masih diberi kesempatan untuk hidup. Aku bikir bakal mati. Haha...!"


Setelah melihat mereka sudah baik- baik saja, Ling Ling segera naik ke lantai 2. Gadis itu ingin melihat keadaan para pelayan wanita. Ling Yun dan Ling Chi segera mengikutinya. Sedangkan Yuan Jing yang merasa semua sudah aman terkendali diam -diam pergi menghilang.


Ling Ling yang tiba di lantai 2, dengan segera menggunakan kemampuan tingkat 2 warisan burung phoenix. "Teknik Rasconhen!" Dengan peningkatan teknik ini, ke tahap sempurna Ling Ling bisa melihat setiap kamar dengan bantuan banyak binatang pada saat bersamaan.


Ling Ling menarik nafas panjang dan menghempaskannya dengan kasar. Ternyata apa yang di alami sebagian pelayan wanita tidak jauh beda dengan yang di alami Ling In Chuan dengan kedua pelayan pribadinya.


Rupanya para bandit banyak yang bersenang - senang, mereka berpesta hasrat gairah dengan menjadikan darah perawan beberapa gadis pellayan sebagai persembahan untuk peningkatan aura hitam. Ini baru di ketahui Ling Ling ketika dia mengajak berbicara seekor Cicak yang ada dinding.


Ling Ling memberikan sekantong obat kepada Ling Yun. Dan dia memerintahkan kepada ke dua pelayan pribadinya untuk membagikan obat itu kepada para pelayan wanita.


Segera saja Ling Yun membagi obat yang di terimanya itu menjadi dua dengan Ling Chi. Kedua gadis itu pun langsung memasuki tiap kamar di lantai 2. Ling Ling merasa urusannya dengan Pavilium Hunian sudah selesai. Dia pun segera meninggalkan tempat itu.


Sekarang yang harus di urus adalah menangani mayat yang berserakan di kediaman keluarga Ling. Apa lagi dengan matinya Ling In Wurong dan Ling Ba Tin kepimpinan keluarga cabang kota Shan Shan telah kosong.


Terpaksa untuk sementara Ling Ling harus mengambil alih sebagai kepala keluarga. Sampai dia menemukan kandidat yang sesuai untuk kediaman keluarga Ling cabang kota Shan - Shan. Dan Ling Ling pun tahu siapa orangnya, hanya saja orang itu sekarang ini sedang berada di luar.


Ling Ling kembali ke Pavilium Homeling. Dia langsung menuju kamar mandi. Walau harus melewati mayat Tang Talun yang masih tergeletak disana. Dia sama sekali tak peduli. Begitu ada di kamar mandi, segera saja dia merendamkan tubuhnya dalam bak mandi dengan taburan bunga mawar.


Cukup lama gadis itu berendam, setelah di rasa tubuhnya sudah rileks barulah dia menyudai mandinya. Gadis itu segera menggunakan hanfu merah, salah satu dari tiga hanfu pemberian Yuan Long.